Universitas Widyatama Jadi Percontohan Pusat Karir PT se-Indonesia

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Universitas Widyatama (Utama) saat ini menjadi contoh pengelolaan pusat karir Mahasiswa untuk Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia, seperti diketahui lulusan Universitas Widyatama setelah lulus umumnya cepat terserap oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Hal tersebut terjadi berkat program pusat karir/career center Universitas Widyatama yang mengoptimalkan pusat bimbingan karir dan tracer study (pusat lanjutan karir) dalam melatih serta memberikan pembekalan, pelayanan bagi Mahasiswa agar cepat terserap bekerja di DUDI.

Rektor Universitas Widyatama Prof Obsatar Sinaga ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/11/2019), mengatakan, maksimal lulusan Universitas Widyatama memiliki masa tunggu kerja tiga bulan, “Salah satu keunggulan pusat karir Widyatama di antaranya setiap tahun mengirimkan 8 orang lulusan terbaik dari jurusan Manajemen Perbankan untuk menjadi pegawai di salah satu bank ternama di Bali,” ungkapnya.

“Universitas Widyatama juga berkolaborasi dengan 48 perusahaan besar dalam penyaluran lulusannya untuk direkrut menjadi pegawai,” kata Obsatar Sinaga, “Di samping itu setiap tahun kami rutin menggelar kegiatan Career Day yang menghadirkan puluhan perusahaan untuk malakukan perekrutan dan membuka lowongan kerja,” ujarnya.

“Bahkan Career Day Widyatama pada Juli 2019 pernah memecahkan rekor MURI Indonesia, di mana kami menyelenggarakannya selama 48 nonstop,” ungkap Obsatar Sinaga.

Lebih lanjut Obsatar Sinaga mengatakan, pihaknya saat ini memiliki 18 unsur mengenai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi mahasiswanya yang dibuat oleh Badan Nasional Serifikasi Profesi (BNSP).

“Selama kurang lebih tujuh semester, mahasiswa Widyatama dari setiap program studi mengikut LSP,” ungkap Obsatar Sinaga, “Sehingga Mahasiswa memiliki sertifikat keahlian dari Kementerian Tenaga Kerja yang dikeluarkan oleh Universitas Widyatama, yang kini berhasil menduduki ranking 95 perguruan ternama se-Indonesia,” ujarnya.

Obsatar Sinaga mengatakan, setiap lulus satu semester akan di keluarkan sertifikat, “Contohnya sertifikat data base di semester satu, dan di semester dua memperoleh sertifikat programer bagi Mahasiswa Informatika,” ungkapnya.

Berkat hal tersebut, Universitas Widyatama ditunjuk menjadi percontohan bagi kampus lainnya di Indonesia untuk menyelenggarakan pelaksanaan program pengembangan layanan pusat karir dan pusat karir lanjutan (Tracer Study) pada Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Di samping itu, Universitas Widyatama mengadakan kegiatan pembahasan program kerja pengembangan karir tahun 2020, serta pembuatan draft laporan program bantuan pusat karir lanjutan (Tracer Study) tahun 2019.

Kegiatan ini digelar di Universitas Widyatama Jalan Cikutra No 204 A, sejak 31 Oktober hingga 1 November 2019, kegiatan diikuti 20 perwakilan dari perguruan tinggi se-Indonesia, yakni, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin, Institut Teknologi Malang, Universitas Sebelas Maret, dan kampus lainnya.

Kasubdit Penyelerasan Kebutuhan Kerja Direktorat Kemahasiswaan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Tiomega Gultom di sela-sela kegiatan mengatakan, Universitas Widyatama pusat karirnya sudah bagus, dan hal tersebut menjadi alasan mengapa Utama dipilih untuk mengajarkan pusat karir yang ideal.

“Dahulu yang namanya Perguruan Tinggi hanya meluluskan Mahasiswa saja, namun sekarang ada unit kerja di setiap Perguruan Tinggi dengan nama pusat karir,” kata Tiomega Gultom.

“Pusat karir bertugas mempersiapkan para lulusannya, mulai dari Mahasiswa belajar, lulus, sampai keluar mencari pekerjaan, semua itu disiapkan oleh pusat karir,” ungkap Tiomega Gultom.

Tiomega Gultom mengungkapkan, Pusat Karir membuat pelatihan-pelatihan bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja, “Karena pusat karir membina ketika proses pembelajaran diajarkan, dan bagaimana Mahasiswa nantinya bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di kampus, hal ini sebagai proses Mahasiswa bekerjasama dengan orang banyak,” ujarnya.

Tiomega Gultom menegaskan, saat ini dunia usaha dan industri tidak memprioritaskan nilai IPK, “IPK menjadi nomer sekian,” ungkapnya, “Dunia usaha dan industri saat ini melihat karakter dan kompetensi, karena pemerintah mengharuskan para Mahasiswa mengantongi surat keterangan pendamping ijazah,” ujarnya, “Paling utama mahasiswa dituntut untuk memiliki Soft Skill” tegasnya, “Di antaranya kompetensi tim leader, bisa bekerjasama saat bekerja di bawah tekanan, tata krama, dan beretika,” ujarnya.

“Kompetensi yang namanya soft skill kini dibutuhkan oleh perusahaan, di samping itu perusahaan melihat sosmed, seperti apa karakter orangnya, apa yang sudah diucapkan di dalam sosmednya,” ungkap Tiomega Gultom, “Saat ini Mahasiswa dianjurkan mempunyai sosmed yang sesuai dengan namanya,” ujarnya.

Di akhir paparannya Gultom mengatakan, tujuan dari kegiatan di Widyatama adalah membina Perguruan Tinggi untuk membuat pusat karir secara optimal.

Selain itu untuk membentuk Tim Koordinator pusat karir di 10 wilayah, yakni Jakarta, & Tangerang, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan lainnya,Tim Koordinator membawahi Perguruan Tinggi yang diasuhnya, sehingga pusat karir bisa bekerja dengan baik. (BRH / IIP)

Comments are closed.