Dansektor 21 Paparkan Penanganan Limbah Industri di FGD KPAII Kemenperin RI

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung Barat. Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf. Yusep Sudrajat didaulat menjadi pembicara di kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Kamis, (14/11/2019), di Mason Pine Hotel Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri Dody Widodo, dan Ketua Pelaksana Harian Satgas Citarum Harum Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim.

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasik lokakarya evaluasi dua tahun program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum pada, (9-10/10/2019), yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Bandung, fokus dalam kegiatan ini sendiri yaitu, penanganan limbah industri dan penegakan hukum.

Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri Dody Widodo di sela-sela kegiatan mengatakan, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI dilakukan agar berbagai pihak melangkah bersama membuat program untuk mencapai tujuan di tahun 2023 yaitu Sungai Citarum targetnya pencemaran sedang.

Lebih lanjut Dody Widodo mengatakan, kegiatan FGD diharapkan dapat membuat program yang nantinya menjadi Pilot Project dan dapat diaplikasikan di seluruh Indonesia.

Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf. Yusep Sudrajat di tempat yang sama mengungkapkan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman membawahi 19 Kementerian, salah satunya Kementerian Perindustrian yang kali ini menggelar FGD untuk mendiskusikan berbagai masalah di Sungai Citarum yang berkaitan dengan industri.

“Ketika saya menjadi narasumber di FGD ini saya memaparkan semua kegiatan yang dilakukan Sektor 21 selama satu tahun sepuluh bulan ketika melaksanakan program Citarum Harum, diantaranya penanganan limbah industri,” kata Dansektor 21, “Seperti diketahui di Sektor 21 terdapat 187 industri penghasil limbah cair yang tersebar di Cimahi dan Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

“Sektor 21 akhirnya didaulat menjadi Pilot Project oleh Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian RI,” ungkap Dansektor 21, “Saya akan mempertimbangkan sungai di wilayah Cimahi untuk menjadi Pilot Project, karena di Cimahi banyak pelaku industri,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.