Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Bandung 30 Tahun Konsisten Berkesenian

ARCOM.CO.ID ,Bandung. (17/11/2019). Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Bandung Cepi Suhendar mengatakan, KPJ Bandung telah 30 tahun hadir menghiasi kota Bandung, dan masih konsisten bergelut di dunia musik dan seni lainnya.

Hal ini dikatakan Cepi Suhendar di kegiatan The Beautiful Culture of Bandung bertajuk, “Berikan Kesejukan Untuk Indonesia”, Minggu, (17/11/2019), di Cikapundung River Spot Bandung, turut hadir Ketua Panitia Hadi Widjaja.

“KPJ Bandung telah 30 tahun memberikan yang terbaik untuk kota Bandung dan kami tetap berjuang untuk teman-teman yang tergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Bandung,” kata Cepi Suhendar.

“KPJ Bandung sudah melahirkan Kelompok Topeng dengan album “Matahariku” dan berprestasi meraih AMI award (Anugrah Musik Indonesia) di tahun1997, Kaum Reformis meraih AMI Award 1998, Album Kompilasi KPJ Bandung “Kebersamaan” di tahun 2012, dan Dedy Koral dengan Buku Sastranya,” ungkap Cepi Suhendar.

“Sedangkan ketika saudara kita mendapat musibah gempa bumi di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, KPJ Bandung membuat konser amal yang melibatkan banyak musisi yang selalu mensupport kerja KPJ Bandung,” kata Cepi Suhendar.

Lebih lanjut Cepi Suhendar mengatakan, selama perjalanan 30 tahun, KPJ Bandung berharap dapat memiliki ruang publik sendiri sebagai tempat bersama untuk berekspresi sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.

“KPJ Bandung di manapun berada, selalu berusaha memegang teguh persaudaraan dan etika dalam berekspresi,” kata Cepi Suhendar, “Seperti yang selalu dinasehati oleh Pendiri sekaligus orang tua KPJ Bandung yang mengatakan, jalanan bukan sandaran, jalanan bukan impian, jalanan bukan pelarian, jalanan adalah kehidupan,” tegas Cepi Suhendar.

Cepi Suhendar pun berpesan pada Pemerintah terkait penjaringan anak jalanan, Cepi menegaskan KPJ jangan disamaratakan dengan pengemis dan gelandangan di jalanan.

“KPJ Bandung mempunyai karya yang bisa diartikan aktifitas KPJ sebagai seniman yang dapat menjadi inspirasi masyarakat,” kata Cepi Suhendar.

“Semoga di usia yang ke-30 tahun ini KPJ Bandung bisa ebih memberi manfaat untuk semuanya, terutama dalam hal royalti ataupun penghargaan terhadap profesi musisi di kota Bandung, Jawa Barat, dan nasional,” kata Cepi Suhendar.

“Selain itu KPJ Bdg menuntut pemerintah agar memperhatikan dan menyusun regulasi dimana hak cipta, kesejahteraan ataupun Salary dalam profesi musisi terutama musisi yang berkerja di Cafe, Hotel ataupun tempat hiburan lainnya diatur dalam regulasi yang mempunyai keberpihakan terhadap teman-teman musisi,” tegas Cepi Suhendar.

Di akhir paparannya Cepi Suhendar berharap Hak Cipta dan Royalti diatur oleh lembaga yg transparan, “Semoga ke depannya KPJ Bandung dapat menjadi rumah silaturahmi untuk seluruh insan kreatif yang ada di kota Bandung khususnya, dan untuk Indonesia pada umumnya. (BRH / RLS)

Comments are closed.