Dansektor 21 Dampingi Tim BPKP Jabar Tinjau Industri Penghasil Limbah Cair

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Kol.Inf.Yusep Sudrajat, Jumat, (22/11/2019), berkesempatan mendampingi Tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat memonitor dan mengevaluasi kegiatan rencana aksi di wilayah Sektor 21.

Dansektor 21 dan Satgas Citarum Sektor 21 mendampingi Tim BPKP meninjau PT Kamarga Kurnia Textile Industry di jalan Cibaligo KM 3 Leuwigajah Cimahi Selatan, dan PT Sansan Saudaratex Jaya jalan Cibaligo No.33 Leuwigajah Cimahi.

Seusai meninjau IPAL kedua pabrik tersebut, Dansektor 21 ditemui di PT Sansan Saudaratex Jaya mengatakan, dirinya selaku Komandan Sektor 21 harus mendampingi Tim BPKP Provinsi Jawa Barat, “Setelah ditinjau, kedua pabrik tersebut telah mengolah limbah cairnya dengan baik, dan IPAL-nya tidak ada masalah bahkan kedua pabrik tekstil ini melakukan penambahan IPAL dengan budget yang cukup besar,” ungkapnya.

“Tim BPKP Provinsi Jawa Barat mengapresiasi apa yang dilakukan kedua pabrik ini, kalau saya dan Satgas Citarum Sektor 21 selama hampir dua tahun sudah bolak-balik ke pabrik ini untuk mengawasi pembuangan limbah industrinya,” kata Dansektor 21.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengatakan, selama ini laporan yang diberikan Sektor 21 ke komando atas untuk dasar kegiatan lanjutan berikutnya nyata dan tidak ada rekayasa, “Semua berjalan apa adanya, dan kita semua berharap di tahun 2024 sungai Citarum sudah bersih, dan airnya bisa digunakan kembali oleh masyarakat,” pungkasnya.

Auditor Madya BPKP Provinsi Jawa Barat Safarus Rahimansyah kepada para awak Media mengatakan, pihaknya mendapat mandat untuk memonitor dan mengevaluasi kegiatan rencana aksi yang dilaksanakan oleh semua Dansektor salah satunya Dansektor 21.

“Khusus di Sektor 21, BPKP Provinsi Jawa Barat fokus pada limbah industri,” kata Safarus Rahimansyah, “Kami telah melihat administrasi Sektor 21, dan ternyata laporan Dansektor 21 sesuai dengan fakta di lapangan,” ujarnya.

“Kami akan melaporkan kegiatan ini ke pusat, selain itu kedatangan kami untuk mengetahui Rencana Aksi Sektor 21 ke depan, apakah ada hambatan atau tidak,” ungkap Safarus Rahimansyah.

Lebih lanjut Safarus Rahimansyah mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Dansektor 21 bahwa dari 187 industri di Sektor 21, sebanyak 87 industri pernah dilokalisir saluran pembuangan limbahnya, dan saat ini telah dibuka kembali, “Menurut kami tindakan tersebut sangat bagus,” pungkasnya.

Seperti diketahui, anggaran Program Citarum Harum di Kodam III/Siliwangi belum sepenuhnya terserap, karena anggaran yang diserap baru 40 persen, alokasi 40 persen anggaran tersebut banyak digunakan untuk pembiayaan bersifat non infrastruktur, dan digunakan untuk biaya bersifat nonfisik, anggaran tersebut dialokasikan untuk honor anggotaā€ˇ TNI di setiap sektor dan berbagai kegiatan sosialisasi Program Citarum Harum. (BRH)

Comments are closed.