DPD APJI Jawa Barat Gelar Milad ke-31 Bersama Anak Disabilitas

ARCOM.CO.ID ,Bandung. DPD Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Jawa Barat, Selasa, (3/12/2019), di Peta Park jalan Peta Bandung menggelar Milad ke-31 bersama anak disabilitas sekaligus melantik dan mengukuhkan para Ketua DPC APJI, turut hadir Ketua DPP APJI Rahayu Setiowati, Pembina APJI Dewi Motik, dan Ketua Penyelenggara Milad ke-31 DPD APJI Jabar Ela.

Ketua DPD APJI Jawa Barat Misye Sofian berkesempatan melantik Ketua DPC APJI Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, dan Cianjur.

Saat sesi Press Conference, Ketua DPP APJI Rahayu Setiowati mengungkapkan, Pengurus DPP APJI telah dilantik bulan lalu saat Rakernas di Bali, “Saat ini APJI Nasional telah berusia 35 tahun dan APJI Jawa Barat berusia 31 tahun,” ujarnya “Pastinya APJI telah go internasional,” tegasnya.

Rahayu Setiowati mengungkapkan, pada Milad ke-31 DPD APJI Jawa Barat, DPP APJI menunjuk DPD APJI Jawa Barat sebagai PIC APJI Peduli bertaraf nasional.

“Seperti diketahui bila ada bencana di Indonesia, APJI melalui APJI setempat selalu membuka dapur umum seperti di Palu dan Banten, dan APJI melayani dapur umum sampai tuntas,” kata Rahayu Setiowati.

“Selain itu APJI selalu peduli terhadap anak yatim piatu dan penyandang disabilitas, karena saat ini para pengusaha jasa boga yang tergabung di APJI selalu mementingkan orang lain” ungkap Rahayu Setiowati.

Lebih lanjut Rahayu Setiowati mengungkapkan, pariwisata dan kuliner menghasilkan income yang sangat menjanjikan bagi Indonesia, “APJI sudah go internasional dengan mengikuti pameran di Spanyol, dan stand Indonesia saat itu merupakan stand yang terbaik dari semua peserta, walaupun awal mula kedatangan rombongan APJI ke Spanyol dipandang sebelah mata oleh Duta Besar di sana, yang pada akhirnya kami berusaha mencari sponsor sendiri, padahal APJI bertujuan melestarikan dan memperkenalkan makanan Indonesia di Spanyol,” ungkapnya.

“Karena dipandang sebelah mata oleh Duta Besar di Spanyol, maka APJI bertekad melakukan yang terbaik, dan pada akhirnya saya dan tim tidak tidur tiga hari dua malam untuk mempersiapkan tiga stall di Spanyol demi mengenalkan menu makanan asal Indonesia,” ungkap Rahayu Setiowati.

“Terbukti ketika Grand Opening, Stall makanan Indonesia dikunjungi paling banyak hingga berderet-deret, dan kejadian tersebut saya laporkan kepada Presiden RI waktu itu, dan malamnya tiba-tiba Duta Besar menelpon dan mengirim pesan kepada saya, dan saya tidak tanggapi karena saya sudah lelah, selain itu saya tidak mau terbebani birokrasi,” ungkap Rahayu Setiowati.

“Pada akhirnya setelah APJI sukses melakukan pameran di Spanyol, tujuh kedutaan besar mengundang APJI untuk kembali mengadakan pameran di luar negeri, karena ternyata makanan Indonesia sangat digemari di luar negeri” ungkap Rahayu Setiowati.

‘Ke depan APJI akan mengadakan pameran makanan di Belanda, Hongkong, dan Korea, khusus untuk Sea Games di Filipina tahun 2019, ternyata makanan dari APJI yang dibawa ke sana,” ungkap Rahayu Setiowati.

Di akhir paparannya Rahayu Setiowati mengatakan, saat ini APJI turut memberikan kontribusi terhadap dunia kuliner di Indonesia dengan mendorong pelestarian kuliner Indonesia dan pemberdayaan usaha kecil menengah dengan membina para UKM di bidang jasa boga.

Ketua DPD APJI Jawa Barat Misye Sofian mengatakan, pihaknya merasa terhormat karena ditunjuk APJI Pusat menjadi pionir dalam menjalankan salah satu program APJI yaitu APJI Peduli.

“APJI Peduli mempunyai visi membantu pendidikan dan meningkatkan keterampilan serta membuka lapangan pekerjaan untuk anak-anak yatim piatu dan disabilitas,” ungkap Misye Sofian, “Harapan ke depan APJI Peduli mempunyai wadah untuk membina anak-anak tersebut dan mendirikan sekolah gratis, rumah singgah, panti asuhan, dan rumah ibadah,” pungkasnya.

Pembina APJI Dewi Motik saat sesi Press Conference berkesempatan menjelaskan sejarah APJI, “Waktu itu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI 34 tahun yang lalu membentuk pendidikan luar sekolah yaitu Ikatan Ahli Boga Indonesia, di mana ibu-ibu ahli masak dibantu untuk meningkatkan dan melestarikan masakan-masakan asli Indonesia,” ungkapnya.

“Seperti diketahui karakter suatu bangsa terbentuk karena makanannya, contoh Jepang dengan makanan lautnya dan Eropa dengan makanan dari daging Sapi, sedangkan Indonesia adalah negara agraris, sehingga makanannya berbahan dasar pertanian,” kata Dewi Motik.

Mengenai APJI, Dewi Motik mengungkapkan, saat ini APJI murni pengusaha Jasa Boga yang mandiri dan tidak dibantu pendanaan oleh pemerintah.

“APJI melalui makanan telah masuk ke segala bidang, mulai dari Budaya, Ekonomi, Industri, Perdagangan, dan Polhukam, karena semua bidang tersebut membutuhkan makanan, apalagi kemarin APJI menyelenggarakan pameran di Jakarta dan sukses besar, maka saya tegaskan APJI sangat penting bagi bangsa Indonesia,” kata Dewi Motik.

Di akhir paparannya Dewi Motik mengatakan, sebagai Duta UKM dirinya memandang peranan APJI terhadap kepedulian sosial kemasyarakatan sangat baik, “Apalagi APJI mampu memberdayakan kaum Disabilitas sehingga rasa percaya diri dan kreativitasnya mereka meningkat,” ujarnya, “Saya berharap masyarakat bersama-sama dan saling bahu membahu meningkatkan peranan dan kiprah APJI bagi pemberdayaan masyarakat di masa mendatang,” pungkasnya.

Ketua Penyelenggara Milad ke-31 DPD APJI Jawa Barat Ela mengatakan, APJI mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam bekerjasama dengan berbagai kalangan terkait legalitas usaha, pemberdayaan UKM, mengkoneksikan produsen dengan user, dan aspek sosial, “Seperti diketahui bisnis kuliner dapat menyerap banyak tenaga kerja, salah satunya pemanfaatan kaum Disabilitas,” ujarnya.

Mengenai Milad ke-31 DPD APJI Jawa Barat, Ela mengungkapkan, tujuan diadakan acara ini adalah dalam rangka ulang tahun DPD APJI Jawa Barat ke-31, memperingati Hari Disabilitas Nasional, dan menjalankan program APJI Peduli.

“Milad ke-31 DPD APJI Jawa Barat di Peta Park Bandung yang berlangsung siang hingga malam dirayakan dalam bentuk donor darah dan pemeriksaan kadar gula gratis, serta kiprah karya anak disabilitas berupa pameran dan penjualan hasil karya anak disabilitas, kerajinan tangan, lukisan, lelang kebaya, pertunjukan kesenian gerak dan lagu, serta musik angklung,” kata Ela.

“Selain itu akan ada fashion show karya anak disabilitas berkolaborasi dengan make up artis ternama kota Bandung, grup musik, dan kesenian tradisional,” ungkap Ela, “Semua hasil pemasukan yang didapat dari kegiatan penjualan dan donasi akan digunakan untuk membantu kegiatan sosial,” pungkasnya.

Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) merupakan wadah bagi para pengusaha katering berkualitas dan kompeten yang bergerak di dalam usaha jasaboga dan usaha-usaha yang terkait dalam menunjang jasaboga.

Hingga tahun 2019 APJI telah beranggotakan 34 DPD dengan 20.000 anggota di seluruh Indonesia, sedangkan DPD APJI Jawa Barat dibentuk pada 19 November 1988 atau saat ini berusia 31 tahun. (BRH)

Comments are closed.