Kolonel Inf Yusep Sudrajat Wakili Pangdam III/Siliwangi di Seminar Nasional Pengendalian DAS Citarum di UPI

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat mendapat tugas mewakili Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.IP.,M.M., untuk memaparkan materi Sinergitas Multihelix dalam Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Seminar Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin, (9/12/2019), di Auditorium FPEB Lt 6 UPI jalan Setiabudi Bandung.

Dansektor 21 Kol. Inf Yusep Sudrajat di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan Sekolah, Kelurahan, Guru-Guru dan Mahasiswa memaparkan tentang program Citarum Harum dan permasalahan yang dihadapi sungai Citarum, hingga dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

“Permasalahan Sungai Citarum ywng utama adalah sampah, limbah industri, kotoran hewan dan manusia, serta sedimentasi sungai,” ungkap Dansektor 21 sembari memperlihatkan beberapa slide di layar, “Tetapi masalah utama yakni persoalan sampah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tegasnya.

Sontak para peserta yang didominasi ibu-ibu yang tadinya terlihat mengantuk langsung secara serius memperhatikan paparan Dansektor 21.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengatakan, masalah lainnya yakni keterbatasan sarana dan prasarana untuk menangani sampah, “Masyarakat sudah terbiasa membuang sampah ke selokan dan aliran sungai, maka pola pikir tersebut harus kita ubah agar sampah bisa dikelola mulai dari rumah untuk dipilah dan dipilih,” ungkapnya.

Dansektor 21 juga memaparkan, Sektor 21 yang ia pimpin telah banyak menutup saluran pembuangan limbah pabrik yang ketahuan membuang limbah kotor ke aliran sungai, “Semua saya lakukan untuk masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

“Namun yang terpenting adalah, semua kegiatan yang dilakukan Sektor 21 dan sektor lainnya harus terekspose oleh media, karena masyarakat harus melihat dan membaca kegiatan program Citarum Harum, itulah Pentahelix,” pungkasnya.

Seminar Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dilaksanakan menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan memberikan program bantuan pendidikan KKN Tematik Citarum Harum kepada 11 dan 21 Perguruan Tinggi di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Sebagai kegiatan puncaknya, Direktorat Jenderal Pembelajaran bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Bazar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Tahun 2019 bertema, ” Peran Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Perguruan Tinggi dalam Mempercepat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum” di Kampus UPI.

Seminar Nasional ini juga membahas progres revitalisasi sungai Citarum, aktualisasi investasi masa depan bangsa, dan sumbangsih pendidikan untuk mewujudkan Citarum Harum. (BRH)

Comments are closed.