Kanwil DJBC Jabar Musnahkan Barang Milik Negara Senilai 3,2 Miliar Rupiah Secara Ramah Lingkungan

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menjelang akhir tahun 2019, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) dengan nilai Rp. 3.231.495.250, Rabu, (11/12/2019), di halaman kantor Kanwil DJBC Jabar jalan Surapati Bandung.

Barang Milik Negara (BMN) yang dimusnahkan merupakan eks penindakan yang dilakukan Kanwil DJBC Jawa Barat sepanjang tahun 2017 hingga 2018.

Atas pelanggaran terhadap Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang Cukai maka BMN tersebut dimusnahkan dengan cara ramah lingkungan atau ‘Go Green’.

Selain dimusnahkan, Barang Milik Negara eks penindakan di bidang kepabeanan dan cukai berhasil diselesaikan penanganan perkaranya oleh Kanwil DJBC Jabar.

Ada pula Barang Milik Negara yang telah ditetapkan untuk dilelang dan ditetapkan status penggunaannya pada instansi terkait, yakni kendaraan bermotor roda dua dengan merek Ducati dan Harley Davidson.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat Saipullah Nasution dihadapan para awak Media mengatakan, penindakan dan penanganan perkara kendaraan bermotor roda dua dengan merek Ducati dan Harley Davidsonmoge ilegal tersebut berkat sinergitas Kanwil DJBC dengan Polda Jawa Barat.

“Dari hasil penindakan tersebut, beberapa kendaraan roda dua atau motor gede moge telah berhasil dilelang pada September 2019 oleh Kanwil DJBC Jawa Barat dan KPKNL Bandung.

Saipullah Nasution menambahkan, Kanwil DJBC Jawa Barat menggandeng PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dalam pelaksaanaan pemusnahan BMN dengan metode 01 processing yang merupakan metode pengelolaan limbah paling ramah lingkungan, dalam hal ini digunakan teknologi incinerator bersuhu 2.000 derajat Celcius secara stabil, sehingga BMN tersebut dapat dimusnahkan tanpa meninggalkan residu apa pun dengan tujuan menghilangkan sifat dan fungsi awal barang sehingga tidak memiliki nilai ekonomis.

Kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) dengan nilai Rp. 3.231.495.250 dilakukan sebagai realisasi telah ditetapkannya BMN oleh Menteri Keuangan untuk dimusnahkan Surat Direktur PKNSI Nomor: S-219/MK.6/KN.5/2019 tertanggal 10 Juni 2019 tentang Hal Persetujuan Pemusnahan Barang Milik Negara.

Barang Milik Negara yang dimusnahkan yakni pakaian bekas sebanyak 483 Ball atau seberat 45,7 ton dengan perkirakan nilai Rp. 1.062.600.000.

Selain itu terdapat minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 3.558 botol atau 2.294.541 ml, dan perkiraan nilai barang tersebut senilai Rp. 2.047.046.750.

Sedangkan hasil tembakau berupa Tembakau Iris (TIS) sebanyak 103.885 gram dengan perkiraan nilai barang Rp 10.626.500, ada pula hasil tembakau berupa Sigaret dan Cerutu sebanyak 54.636 batang dengan perkiraan senilai Rp. 73.221.500, ditambah hasil pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) berupa e-liquid atau Vape sebanyak 253 botol atau 13.670 ml dengan perkiraan nilai barang  senilai Rp. 37.908.000.

Keseluruhan nilai barang tersebut sebesar Rp 3.231.495.250 dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara sebesar Rp. 1.508.356.045.

“Patut dicatat, potensi kerugian imaterial Iainnya yang lebih besar dan tidak dapat diperhitungkan yakni timbulnya dampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat dengan munculnya berbagai tindak kriminal akibat peredaran alkohol,” tegas Saipullah Nasution.

“Ancaman kesehatan masyarakat atas beredarnya pakaian bekas eks impor juga mengancam kesehatan manusia karena bisa saja pakaian bekas tersebut mengandung virus HIV,” tegas Saipullah Nasution.

Di akhir kegiatan secara simbolis dilakukan serah terima Barang Milik Negara berupa motor merek Harley Davidson kepada Kejaksaan Agung RI diwakili Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.(BRH)

Comments are closed.