Saluran Pembuangan Limbah PT Adetex Dicor Satgas Citarum Sektor 21 Akibat Buang Limbah Kotor

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Pasiminops Sektor 21 Satgas Citarum Letda Inf. Saniyo bersama Satgas Citarum Sektor 21 atas perintah Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Kamis, (12/12/2019), melakukan pengecoran saluran pembuangan limbah PT Adetex di jalan Raya Banjaran Kabupaten Bandung karena kedapatan membuang limbah cair hitam pekat ke aliran sungai di area belakang pabrik.

Pasiminops Sektor 21 Satgas Citarum Letda Inf. Saniyo dihadapan para awak Media mengatakan, pihaknya melakukan pengecoran saluran pembuangan limbah PT Adetex sesuai perintah Dansektor 21, “Rabu malam 11 Desember 2019 PT Adetex kedapatan membuang limbah kotor, dan warga sekitar langsung melapor pada Satgas Citarum Sektor 21,” ungkapnya.

Pengecoran yang dilaksanakan Satgas Citarum Sektor 21 bukanlah yang pertama kali, dipastikan apabila masih ada pabrik nakal yang tertangkap tangan masih membuang limbah kotor ke sungai, sudah pasti langsung dicor saluran pembuangan limbahnya, kali ini pabrik PT Adetex yang merupakan pabrik yang cukup besar dan telah berdiri selama puluhan tahun akhirnya saluran pembuangan limbahnya harus dicor.

Letda Inf. Saniyo mengungkapkan, Rabu malam dan Kamis siang Satgas Citarum Harum Subsektor 07-21 setelah mendapatkan laporan warga segera memeriksa kondisi di pabrik PT Adetex dan ternyata menurut pegawai pabrik, pihaknya tengah melakukan pengurasan bak penampungan limbah.

“Kami akan tetap menutup lubang tersebut sampai pabrik ini memperbaiki hasil pengolahan IPAL-nya sesuai parameter Satgas Sektor 21, dan yang pasti Satgas tidak berkewenangan menutup atau menghentikan produksi pabrik,” pungkas Letda Inf. Saniyo.

Setelah berkoordinasi dengan pihak pengelola pabrik serta Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat, akhirnya saluran pembuangan limbah PT Adetex dicor Satgas Citarum Sektor 21, pengecoran disaksikan perwakilan PT Adetex H. Entis.

Perwakilan PT Adetex H. Entis kepada apra awak Media mengatakan, dengan adanya tindak pengecoran, pihaknya akan mengindentifikasi kembali kejadian tadi malam, “Kami akan mengidentifikasi kejadian tersebut, karena saya tiba ke pabrik sekitar pukul 06.30 WIB dan kondisi sungai sudah tidak hitam,” ujarnya.

“Saya menargetkan pembenahan selama dua minggu, dan diharapkan saluran pembuangan limbah kami dapat dibuka setelah kami melakukan pembenahan IPAL,” pungkas H. Entis. (BRH / BANS)

Comments are closed.