Tiga Oknum Mengaku Wartawan Berkeliaran di Sektor 21, PT Hakatex Jadi Korban

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Tiga orang oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan belakangan ini membuat resah pabrik dan industri di Sektor 21 yang dipimpin Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Yusep Sudrajat, ketiga orang ini selalu berdalih melakukan investigasi ke pabrik-pabrik di wilayah sektor 21, dan bila pihak pabrik tidak memberikan sejumlah uang, para oknum ini akan menuliskan di situs/blog mereka bahwa pabrik tersebut mengeluarkan limbah kotor.

Salah satu pabrik yang menjadi korban ketiga oknum ini adalah perusahaan produk tekstil PT Hakatex yang berlokasi di jalan Moh.Toha Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, pabrik ini ditulis di dalam situs/blog bahwa telah mengeluarkan limbah kotor ke selokan.

Pasiminops Sektor 21 Satgas Citarum Letda Inf. Saniyo bersama Satgas Citarum Sektor 21 atas perintah Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Yusep Sudrajat ketika melakukan sidak rutin di wilayah Kabupaten Bandung, berkesempatan menyambangi PT Hakatex, Kamis, (12/12/2019).

Salah seorang Staf Manajemen PT Hakatex bernama Slamet di hadapan Pasiminops Sektor 21 Satgas Citarum Letda Inf. Saniyo dan Satgas Citarum Sektor 21 secara tegas membantah tudingan pihaknya telah membuang limbah produksi ke saluran masyarakat.

“Kami belum mengolah limbah, limbah kami masih dipusatkan seluruhnya ke IPAL terpadu PT MCAB Cisirung, dan kita selalu antisipasi secara ketat agar tidak ada kebocoran,” tegas Slamet, seperti diketahui, tudingan yang ditujukan ke PT Hakatex disinyalir berasal dari saluran warga yang melintas ke dalam lingkungan pabrik tersebut.

“Saluran ini berasal dari saluran warga,” kata Slamet seraya menunjuk ke lubang saluran air yang berasal dari luar benteng pabrik dan masuk ke saluran drainase di dalam pabrik PT Hakatex, “Apabila masuknya air dalam pabrik yang berasal dari warga kondisinya jelek, maka pabrik kami terbawa jelek,” ujarnya.

Slamet mengakui, pihaknya sudah mengkomunikasikan kondisi tersebut ke pihak DLH, namun hingga kini belum ada advice secara teknis dari DLH terkait saluran umum tersebut, “Kami sudah pernah konsultasi dengan DLH, keinginan kami agar saluran dari luar itu bisa ditutup,” tegasnya.

Slamet mengungkapkan, jika PT Hakatex menutup saluran tersebut, warga dari luar komplain karena air menjadi meluap.

Pasiminops Sektor 21 Satgas Citarum Letda Inf. Saniyo dihadapan para awak media menegaskan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan pengecekan pembuangan air limbah PT Hakatex.

“Tadi kita lihat bersama terkait tudingan yang mengatakan diduga PT Hakatex membuang limbah ke drainase atau selokan, itu tidak benar,” tegas Letda Inf. Saniyo, “Setelah kita cek, aliran ini berasal dari aliran warga, dan bukan dari perusahaan, maka kita perlu luruskan informasi-informasi yang simpang siur,” ujarnya.

Pasiminops Sektor 21 Satgas Citarum Letda Inf. Saniyo kembali menegaskan, wartawan atau LSM yang ingin mengecek IPAL ke perusahaan-perusahaan di Sektor 21 dipersilahkan, “Akan tetapi harus didampingi Satgas Citarum Harum Sektor 21 agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Letda Inf. Saniyo menegaskan, tulisan yang beredar bahwa wartawan tidak boleh masuk ke dalam pabrik oleh Satgas tidak benar, “Silahkan wartawan atau LSM melakukan tugasnya, akan tetapi tetap didampingi Satgas Citarum Harum,” ujarnya.

Terkait Tiga orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan dan keluar masuk ke pabrik di wilayah Sektor 21 dan menyudutkan Satgas Sektor 21, Letda Inf. Saniyo menegaskan mereka hanyalah oknum.

Bahkan beberapa waktu lalu, Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf. FX Sri Wellyanto Kasih pernah mengatakan belakangan ini banyak oknum-oknum mengaku wartawan masuk pabrik berdalih investigasi dan memeriksa limbah pabrik, namun ketika Satgas Citarum datang, para oknum tersebut langsung menghilang. (BRH / ST)

Comments are closed.