Crown Group: Prospek Pasar Properti Tahun 2020 Cerah

ARCOM.CO.ID ,Jakarta. (13/1/2020). Pengembang terkemuka Australia Crown Group melihat prospek pasar properti di tahun 2020 cerah, terbukti penjualan mencapai Rp.460 miliar dalam tiga bulan terakhir.

Seperti diketahui, kondisi perekonomian dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang positif, tingginya pengeluaran pemerintah kota Sydney dalam hal infrastruktur transportasi yang mencapai Rp.460 triliun, semakin menurunnya hutang usaha, serta kembalinya tingkat kepercayaan di sektor pasar hunian, menjadi kunci utama cerahnya prospek tahun 2020.

Selain itu, pengembang terkemuka Australia Crown Group telah mengalami dorongan kuat dalam penjualan lebih dari Rp.460 miliar selama tiga bulan terakhir, dan memiliki keyakinan kuat dalam menghadapi tahun 2020 yang menjanjikan, karena pasar properti Australia terus mengalami kenaikan.

Direktur Penjualan Crown Group Prisca Edwards mengatakan, kepercayaan telah kembali ke pasar properti Australia, yang ditunjukan dengan hasil penjualan Crown Group.

“Pemotongan suku bunga Reserve Bank tahun ini dan dimulainya musim penjualan pada musim semi-musim panas yang kuat secara tradisional telah membuat pembeli kembali ke dua pasar properti terbesar negara itu, Sydney dan Melbourne, serta pertumbuhan positif di Brisbane,” kata Prisca Edwards.

“Crown Group mengalami lonjakan kuat dalam penjualan selama tiga bulan terakhir, dan kami berharap akan terus tumbuh secara eksponensial pada tahun 2020,” ujar Prisca Edwards.

“Pada bulan Agustus, kami menjual proyek hunian di Sydney kami senilai total Rp.192 miliar, dan pada September dan Oktober angka tersebut tetap kuat dengan penjualan lebih dari Rp.110 miliar setiap bulannya,” ungkap Prisca Edwards.

“Kami melihat tahun yang sangat kuat di depan, ditandai dengan minat baru dari pembeli, karena fundamental pasar yang solid, suku bunga rendah, pembangunan hunian yang lambat dan meningkatnya permintaan,” pungkas Prisca Edwards.

Kota Sydney sendiri menikmati minggu lelang tersibuk kedua tahun 2019 selama minggu kedua November, dan mencatat tingkat pembukaan (lelang) awal sebesar 81% dan 664 penjualan.

Bahkan antrian pembeli dari musim dingin dan stok yang terbatas menyebabkan lonjakan harga di dua pasar properti terbesar Australia tersebut selama bulan Oktober, dengan nilai unit meningkat sebesar 1,85%, dengan nilai median AUS$ 720.658 di Sydney, dan 2,37% dengan nilai median AUS$ 558.254 di Melbourne.

Secara nasional, nilai hunian tumbuh sebesar 1,2%, yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Juli 2019, dan kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2015, menurut laporan CoreLogic Home Value Index.

Para ekonom memperkirakan terbatasnya pasokan apartemen baru yang ditunjukkan oleh penurunan 20% dalam persetujuan pembangunan apartemen pada bulan Juli, dikombinasikan dengan rekor suku bunga rendah dapat memicu rebound yang cepat untuk harga hunian dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom Moody’s, Katrina Ell meyakini, koreksi harga hunian sebagian besar telah berlalu di sepanjang pantai timur.

Nilai apartemen di kota Sydney diprediksi meningkat rata-rata 7,9% pada tahun 2020, diikuti oleh peningkatan sebesar 8,4% pada tahun 20121.

Laporan yang dibuat oleh CoreLogic-Moody’s memperkirakan pertumbuhan sebesar 7% pada tahun 2020, diikuti dengan peningkatan 7,8% pada tahun 2021 untuk Melbourne.

Laporan tesebut sesuai dengan perkiraan HSBC, yakni pertumbuhan harga hunian sebesar satu digit pada tahun 2020 untuk Sydney dan Melbourne.

Laporan akhir tahun yang dibuat oleh Commonwealth Bank of Australia juga memperkuat prediksi yang dibuat CoreLogic- Moody’s.

Commonwealth Bank of Australia memperkirakan, penurunan suku bunga deposito sebesar 0,5% pada bulan Maret 2020, sementara tingkat hunian sewa di kota Sydney, diprediksi di bawah 3%.

Untuk itu, Sydney perlu mendorong kegiatan pembangunan hunian mendekati 35.000 Unit untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk yang terjadi dengan tingkat pembangunan saat ini yang masih berkisar di angka 25.000 Unit

Commonwealth Bank of Australia juga telah menjelaskan beberapa kunci utama dalam cerahnya prospek di tahun 2020.

Saat ini yang terjadi adalah kondisi perekonomian dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang positif, tingginya pengeluaran pemerintah kota Sydney dalam hal infrastruktur transportasi yang mencapai Rp.460 triliun, dan semakin menurunnya hutang usaha, membuat kembalinya kepercayaan di sektor pasar hunian. (BRH / RLS)

Comments are closed.