Pemilik Sah PT SND Gugat PT Indo Coconut Solution ke Pengadilan

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pemilik sah PT SND seusai mempolisikan PT Indo Coconut Solution (ICS) yang merupakan pabrik pengelola sabut kelapa, langsung mengajukan kasusnya ke Pengadilan Ciamis Pangandaran, Rabu (29/1/2020).

Seperti diketahui, Lee Jin U yang merupakan warga negara Korea Selatan yang memiliki pabrik pengelolaan limbah sabut kelapa di Pangandaran melalui Kuasa Hukumnya M Ijudin Rahmat, resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Ciamis.

M Ijudin Rahmat kepada para awak Media di Bandung mengatakan, benar pihaknya baru selesai mengajukan gugatan ke PN Ciamis terkait perbuatan melawan hukum, dan ganti rugi atas peristiwa hukum penguasan pabrik PT SND Global Cocopeat milik kliennya yang tiba-tiba berubah nama dan dimiliki oleh pihak lain.

M Ijudin Rahmat menambahkan, mulai ijin pengelolaan dan fakta hukum lainnya, PT SND mempunyai hak atas penguasaan lahan dan pengelolaan pabrik serabut kelapa tersebut, “Bahkan kerja sama dengan pihak Desa Cikembulan dan kontrak sewa tanah pun dilakukan oleh klien saya dan pemilik lahan,” tegasnya, “Kenapa tiba-tiba perusahan kami hilang, ini kan aneh,” ujarnya.

Lebih lanjut M Ijudin Rahmat mengatakan, pihaknya telah membuat laporan pidana terhadap PT Indo Coconut Solution beserta para Komisaris dan Direkturnya, yakni LP dengan nomor STPL/17/B/I/2020/SPKT RES CIAMIS dan melaporkan Warga Negara Korea berinisial TWJ alias Mr Tark, YJH alias Mr Yoem dan FDJ alias Mr Fark.

“Sebenarnya kasus ini berawal dari kebakaran pabrik yang terjadi pada tanggal 26 Mei 2018, lantaran shock akibat musibah tersebut Mr Lee Jin U yang merupakan klien kami kemudian pulang ke Korea Selatan pada 2 Juni 2018, sepulang dari Korea, Mr Lee kaget karena pabriknya telah berganti nama menjadi PT Indo Coconut Solition,” ungkap M Ijudin Rahmat.

“Padahal klien kami tidak pernah membubarkan PT SND Global Coopeat yang dirintis sejak akhir tahun 2017,” ungkap M Ijudin Rahmat.

Terkait hal tersebut, Mr Lee sempat membuat pengaduan di Polres Ciamis pada September 2018, namun karena kekurangan bukti kasus tersebut tidak bisa lanjut.

“Saat ini kasus ini ditangani oleh Biro Hukum DPP Manggala Garuda Putih, dan Alhamdulillah LP sudah masuk, dan barang bukti yang sempat dihilangkan oleh terlapor kini sudah ada,” ungkap M Ijudin Rahmat.

“Saya yakin dalam waktu dekat penyidik Polres Ciamis akan menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran yang menghanguskan pabrik PT SND yang hingga kini masih dalam penyelidikan, apakah ada unsur kesengajaan, atau benar musibah belaka,” tegas M Ijudin Rahmat.

“Kami menduga ada unsur kesengajaan dengan berdirinya pabrik Indo Coconut Solution di atas tanah hak sewa PT SND Global Cocopeat setelah kebakaran,” kata M Ijudin Rahmat, “Tetapi hal itu masih dugaan, dan harus dibuktikan, mudah-mudahan kita bisa mendapat kejelasan hukum dari aparat berwenang,” ujarnya.

Selain mengajukan gugatan ke PT ICS, PT SND melalui kuasa hukumnya juga mengajukan gugatan kepada Bank Mandiri khususnya Bank Mandiri KCP Pangandaran, karena dalam peristiwa tersebut rekening Perusahaan PT SND dibobol oleh terlapor.

Akibatnya, uang puluhan juta rupiah yang tersimpan di bank raib, dengan cara memalsukan tanda tangan milik PT SND.

Pihaknya memandang Bank Mandiri telah dengan sengaja lalai melindungi nasabah, walaupun secara hukum telah melaporkan terkait pasal 263 tentang pemalsuan sesuai dengan LP No: STPL/16/B/I/2020/res Ciamis.

“Sesuai dengan UU Perbankan, kami berhak mengajukan gugatan ganti rugi, harapan saya setelah gugatan ini di layangkan, pihak Imigrasi dapat mencekal para terlapor, agar gugatan kami tidak sia-sia,” pungkas M Ijudin Rahmat. (BRH / NIE)

Comments are closed.