Anggota DPR RI Muhammad Farhan Gelar Sosialisasi Penguatan Pancasila di Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Anggota MPR RI 2019-2024 yang juga Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Dapil Jabar l (Bandung-Cimahi), sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan menggelar Sosialisasi Penguatan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Selasa, (11/2/2020), di Blessing Room Bandung Trade Center (BTC) Mall jalan Dr Djunjunan (Pasteur) Bandung.

Hadir dalam acara ini 26 Organisasi Masyarakat/Komunitas Lintas Agama, yakni, Komunitas BTC, FOKTI, API BANDUNG RAYA, BUDHA, KATOLIK, MUSLIM, FORUM PEREMPUAN BANDUNG BERSATU, WOMEN MOVEMENT, MAJELIS UMAT KRISTEN INDONESIA (MUKI) BANDUNG BARAT, GARDA KENCANA NUSANTARA INDONESIA (GKNI) JABAR, BAMAG JABAR, BAMAG BANDUNG BARAT, AP2KBKI, FPK JABAR, STT INTI BANDUNG, PUSAT PENGEMBANGAN ANAK, GALERI PROJECT, MAKUTA ADIGUNA PERSADA, KERLIP, INTI KABUPATEN BANDUNG BARAT, INTI JABAR, KPPALH ZARAMBAH, INTI CIMAHI, BPM KEMA UNPAD, JABAR SABER HOAKS, dan PRTV.

Muhammad Farhan dalam paparannya di hadapan ratusan peserta Sosialisasi mengatakan, dirinya baru saja pulang dari Afrika, “Orang luar negeri melihat orang Indonesia seperti sama semua, namun hanya kita yang bisa membedakan satu sama lain karena rasa,” ungkapnya.

“Namun rasa itu harus diikat dengan dasar yang logis yaitu Pancasila, karena Konsensus pertama kita adalah Pancasila,” kata Farhan.

Mengenai sila kedua Pancasila, Farhan mengatakan, apapun yang kita lakukan berdasarkan kemanusiaan “Jadi tidak ada feodalisme, tapi kita percaya kebudayaan,” ujarnya, “Karena kita merupakan manusia yang setara dan beradab,” tegasnya.

Mengenai sila ketiga Pancasila, Farhan menegaskan, Persatuan indonesia bukanlah hadiah, tapi diperoleh dari perjuangan.

Mengenai sila kelima Pancasila, Farhan menegaskan, sila kelima merupakan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

Mengenai UUD, Farhan mengatakan UUD penting, tapi UUD bukanlah kitab suci, “Manusia bisa merubah tapi ada mekanismenya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Farhan mengungkapkan, dirinya sangat meresapi nilai-nilai Bung Hatta, “Bung Hatta mengatakan, setiap kepemilikan pribadi harus punya fungsi sosial,” ujarnya.

“Bung Hatta juga mengatakan, sejahterakan dulu orang yang paling tidak sejahtera, maka level di atas pasti terangkat,” kata Farhan.

Sedangkan saat diwawancara awak Media, Farhan mengatakan, kelompok agama merupakan kelompok inti dari masyarakat yang sangat penting keberadaannya untuk menjaga toleransi beragama di masyarakat, namun harus ada komitmen dan keseragaman pemikiran antar kelompok lintas agama untuk menjaga Bhineka Tunggal Ika di tengah masyarakat.

“Berbagai isu menyangkut keberagaman baik agama maupun budaya perlu di dicermati dengan pandangan yang sama dengan sudut pandang yang seragam berdasarkan empat konsensus, yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkas Farhan. (BRH)

Comments are closed.