Kepala BNNP Jabar: 10 Narkoba Jenis Baru Masuk ke Jawa Barat

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat Brigjen Pol. Drs Sufyan Syarif mengungkapkan, dari 70 narkoba jenis baru yang ada di Indonesia, sebanyak 10 narkoba jenis baru telah masuk ke wilayah Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan Sufyan Syarif di sela-sela Tablig Akbar bersama BNNP Jabar bertema, “Pencegahan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Guna Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah”, Kamis, (20/2/2020), di Miko Mall jalan Kopo Bandung, kegiatan ini dihadiri ratusan pelajar, Ormas, dan jamaah majelis taklim.

“Saat ini beberapa obat golongan G telah masuk kategori narkoba golongan I, seperti pil Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol atau PCC,” kata Sufyan Syarif saat diwawancara para awak Media.

“Pil PCC sendiri saat ini sangat mudah didapat dan harganya murah, obat ini memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi penggunanya,” tegas Sufyan Syarif.

“Masalahnya obat yang tergolong narkoba ini mudah didapat di lingkungan masyarakat, dan masyarakat belum tahu, namun petugas harus lebih jeli melihat hal ini,” kata Sufyan Syarif.

Lebih lanjut Sufyan Syarif mengungkapkan, saat ini Jawa Barat menempati urutan teratas dalam kasus penyalahgunaan narkoba, “Selain akibat tingginya jumlah penduduk,  peredaran narkoba sudah menyentuh pedesaan,” ungkapnya.

“Bahkan narkoba kini sudah menyentuh ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak, baik sebagai pengguna maupun kurir narkoba,” ungkap Sufyan Syarif.

“Maka melalui sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang bahaya narkoba berupa kegiatan ceramah keagamaan, diharapkan dapat menekan tingginya kasus narkoba,” kata Sufyan Syarif, “Sosialisasi bahaya narkoba melalui ceramah keagamaan saya rasa efektif, karena penyampaian dengan cara ini mudah diserap dan diyakini oleh ibu-ibu, remaja, dan anak-anak,” ujarnya.

Sedangkan Ustad Nanang Qasyim yang merupakan tokoh agama di wilayah Kopo Bandung dalam ceramahnya menyampaikan bahaya narkoba, “Saya mengajak masyarakat yang hadir di Tablig Akbar ini untuk bersama-sama memerangi narkoba,” ujarnya.

“Masyarakat diharapkan membantu tugas BNN dan Polri dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba,” kata Ustad Nanang Qasyim.

“Perbanyaklah ilmu, sebab dengan ilmu kita tidak akan mudah dibohongi,” kata Ustad Nanang Qasyim, “Mereka-mereka yang menjadi korban peredaran narkotika dikarenakan tidak memiliki ilmu tentang bahaya narkoba,” pungkasnya. (BRH)