Prodia dan Universitas Maranatha Lanjutkan Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Penelitian

ARCOM.CO.ID ,Bandung. PT Prodia Widyahusada Tbk dan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung kembali melanjutkan kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian khususnya mengenai laboratorium klinik.

Perpanjangan kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2010 dilaksanakan, Rabu, (26/2/2020), di Gedung B Lt 12 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha jalan Surya Sumantri Bandung.

Penandatanganan (MoU) ditandatangani secara langsung oleh Business and Marketing Director PT Prodia Widyahusada Tbk Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si., dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha dr. Lusiana Darsono, M.Kes.

Saat diwawancara para awak Media, Business and Marketing Director Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, perpanjangan kerja sama ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya dalam mewujudkan salah satu visi Prodia sebagai Centre of Excellence dengan mendukung berbagai penelitian kedokteran & ilmu biomedik lainnya untuk tujuan akademis, epidemiologis publikasi ilmiah dan lain-lain, “Kerjasama ini semakin memperluas dukungan dalam bidang penelitian,” ujarnya.

Adapun bentuk kerja sama yang dilakukan Prodia dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha yakni Transfer of Knowledge dalam bentuk penunjang penelitian yang terkait dengan faktor kritis dalam pre-analitik, analitik dan post-analitik suatu pemeriksaan, tren biomarker terbaru untuk penelitian (diabetes mellitus, aterisklerosis, kanker, hematologi, penyakit infeksi, ginjal, hipertensi, dan lain-lain), dan metodologi penelitian (pemilihan uji hipotesis/ statistik).

“Prodia juga dapat menyediakan narasumber dalam bidang manajemen laboratorium klinik seperti pengendalian dan pemantapan mutu, proses akreditasi ISO, manajemen laboratorium, sebagai dosen tamu dalam mata kuliah terkait laboratorium kedokteran, biomedik dan patobiologi suatu penyakit seperti biologi molecular dan stem cell,” kata Indriyanti Rafi Sukmawati.

“Kerjasama lain yang juga disepakati yakni program magang untuk mahasiswa dan melakukan program kolaborasi penelitian,” ungkap Indriyanti Rafi Sukmawati.

Lebih lanjut Indriyanti Rafi Sukmawati mengungkapkan, Prodia telah mendukung penelitian sejak tahun 1991, “Dengan pengalaman selama 28 tahun, Prodia telah membantu lebih dari 3.835 penelitian, dan mengerjakan 455 jenis pemeriksaan baru untuk kebutuhan riset,” ungkapnya.

“Prodia juga telah menjalin kerja sama dengan 34 universitas ternama di Indonesia yang terdiri dari 33 Fakultas Kedokteran, satu Institusi Sains dan Teknologi, satu Fakultas Farmasi, dan satu lembaga riset yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman,” kata Indriyanti Rafi Sukmawati.

“Prodia juga telah menyediakan sumber informasi terkini mengenai perkembangan ilmu kedokteran dan laboratorium bagi dokter, peneliti, akademisi serta masyarakat umum melalui Forum Diagnosticum, Info Laboratorium, The Indonesian Biomedical Journal, seminar, diskusi ilmiah, hingga penyuluhan kesehatan,” kata Indriyanti Rafi Sukmawati.

“Sedangkan dalam bidang laboratorium dan wellness clinic, Prodia telah melakukan berbagai pengembangan pemeriksaan dan inovasi layanan,” pungkas Indriyanti Rafi Sukmawati.

Prodia hingga saat ini telah mengembangkan pemeriksaan berbasis genetik, yaitu Prodia Genomics.

Pemeriksaan yang dikembangkan di antaranya, NIPT-Prosafe untuk mengetahui risiko kelainan kromosom pada janin, CArisk untuk mengetahui faktor risiko terhadap kanker, DIArisk untuk menilai risiko seseorang terhadap penyakit diabetes, Prodia Nutrigenomics untuk mengidentifikasi asupan nutrisi dan jenis olahraga yang sesuai, dan IMMUNErisk untuk mengetahui risiko terhadap penyakit autoimun dan alergi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha dr. Lusiana Darsono, M.Kes., seusai Mou mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerjasama dengan Prodia.

“Penelitian sering berkaitan dengan pengawasan pemeriksaan, maka Prodia sangat memfasilitasi membantu kami dan juga sering mengedukasi dengan baik, karena memang Prodi aspek pict-nya update ilmu-ilmu mengenai pemeriksaan laboratorium,” kata Lusiana Darsono.

“Kami berharap ke depan ada pertukaran SDM dan Prodia membantu pelatihan petugas laboratorium,” kata Lusiana Darsono.

“Kerjasama ini selain memperkuat hubungan, juga diharapkan memacu dosen-dosen untuk lebih banyak melakukan penelitian,” kata Lusiana Darsono, “Kami juga akan terus meningkatkan mutu dan proses pendidikan mahasiswa-mahasiswa kedokteran Universitas Maranatha,” pungkasnya. (BRH)