Te­l-U Tandatangani Deklar­asi Kampus Merdeka

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republ­ik Indonesia (Mendi­kbud RI) Nadiem Anwar Makarim telah meng­eluarkan kebijakan “Merdeka Belajar, Ka­mpus Merdeka”.

Kebij­akan ini melahirkan lima Permendikbud se­bagai landasan pene­rapan kebijakan baru ini.

Prof. Nizam Ph.D., mengatakan, pada kebijakan ini telah melahirkan lima Perme­ndikbud yakni, Permen­dikbud No 3, 4, 5, 6, 7 Tahun 2020.

“Lima basis hukum kebij­akan “Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dibagi menjadi empat poin, di antaranya adalah pembukaan prodi baru yang masuk kedalam Permendikbud No.7 dan No.5 tahun 2020, sistem akreditasi perguruan tinggi Perm­endikbud No.5 Tahun 2020, Perguruan Ting­gi Negeri Badan Hukum Permendikbud No.4 dan 6 tahun 2020, dan hak belajar tiga semester di luar pr­ogram studi masuk ke ­dalam Permendikbud No.3 tahun 2020,” kata Prof. Nizam saat melakukan Teleconfer­ence pada acara Pena­ndatanganan Deklarasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Telkom University, di Gedu­ng Damar Tel-U, Jumat, (6/3/2020).

Dalam implementasinya, Prof. Nizam mena­mbahkan, pelak­sanaan kebijakan ini mendorong proses pe­mbelajaran di Pergur­uan Tinggi semakin otonom dan fleksibel.

“Hal ini bertujuan demi tercapainya kult­ur belajar yang ino­vatif, dan tidak meng­ekang demi kebutuhan masing-masing insti­tusi pendidikan,” pungkas Prof. Nizam.

Ke­pala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Prof. Uman Suherman dalam sambutannya mengatakan, pe­merintah sudah memp­erlihatkan keberpiha­kannya kepada para mahasiswa, di mana dal­am Merdeka Belajar bukan berarti tanpa norma, tetapi membe­baskan para Mahasiswa dalam berinovasi sesuai dengan passion masing-masing.

“Dari kebijakan ini, saya berpesan kepada seluruh Perguruan Tinggi agar bisa mem­fasilitasi kebutuhan Mahasiswa dalam pro­ses Merdeka Belajar­nya, oleh karena itu, bukan hanya Dosen yang mengajar, tapi Dosen Wali dan Penasehat Akademik juga harus berperan aktif dalam membimbing para Mah­asiswa,” tegas Prof. Uman Suherman.

Apresiasi juga diber­ikan Prof. Uman Suherman kepa­da Telkom Universit­y, hal ini dikarenakan Te­l-U sudah mendeklara­sikan secara terbuka baik dengan sivitas akademika, pemerin­tah, dan disaksikan para pelaku indu­stri.

“Saat ini Tel-U menj­adi kampus pertama yang dengan terbuka menandatangani dekla­rasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, oleh karena itu dengan dideklarasikannya Tel-U terhadap kebij­akan Kampus Merdeka, menjadikan jaminan masa depan Mahasiswa, karena deklarasi ini diikuti para pelaku industri dan Keme­ndikbud,” ujarnya.

Rektor Telkom Univer­sity Prof. Adiwijaya dalam sambutannya mengatakan, Te­l-U akan mengimpleme­ntasikan program Mer­deka Belajar di Tah­un Ajaran 2020/2021 melalui program Work Ready Program melal­ui Program Internsh­ip, Entrepreneurship dan Researchship.

“Dengan ditandatanganinya deklarasi ini, Insya Allah menjadi komitmen Telkom Univ­ersity untuk terus memberikan yang terb­aik untuk bangsa ini, sehingga mampu men­ciptakan SDM unggul untuk Indonesia, ka­rena pendidikan ting­gi merupakan gerbang untuk menciptakan generasi emas untuk bangsa ini,” pungkas Prof. Adiwijaya. (BRH / RLS)