Universitas Widyatama MoU Dengan TVU Networks USA dan KPI Pusat

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Universitas Widyatama (UTama) melakukan kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan TVU Networks USA dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Rabu, (11/3/2020), di Gedung Rektorat Lt 2 Universitas Widyatama jalan Cikutra Bandung.

Turut hadir dalam MoU ini, Rektor Universitas Widyatama Prof. H. Obsatar Sinaga, S. IP., M. Si., Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Agung Suprio, dan Country Manager TVU Networks USA untuk Indonesia Donny Irawan.

“Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Widyatama dengan TVU Networks USA dan Komisi Penyiaran Indonesia merupakan kegiatan yang penting sejalan dengan rencana Universitas Widyatama membuka Program Studi Broadcasting,” kata Rektor Universitas Widyatama Prof. Obsatar Sinaga dalam sambutannya.

Lebih lanjut Prof. Obsatar Sinaga mengungkapkan, rencananya Universitas Widyatama di bulan Juni 2020 akan membuka enam program baru.

“Program Studi baru ini diadakan untuk kebutuhan masyarakat, dan untuk pemenuhan Mahasiswa S3 Manajemen dan Akuntansi,” kata Prof. Obsatar Sinaga.

“Hal ini dilakukan sebagai langkah Universitas Widyatama untuk memenuhi pasar dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Prof. Obsatar Sinaga.

“Program Studi baru ini diantaranya, Program Doktoral S3 Ilmu Manajemen, Program Doktoral S3 Ilmu Akuntansi, Program Magister Teknik Industri, Prodi Perdagangan Internasional, Prodi Sistem Informasi Perpustakaan, dan Prodi TV dan Film,” pungkas Prof. Obsatar Sinaga.

Sedangkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Agung Suprio mengatakan, pihaknya mengapresiasi Rektor Universitas Widyatama Prof Obsatar Sinaga yang menginisiasi kegiatan MoU ini.

“Saya dengar rencananya Universitas Widyatama akan membuka Prodi Broadcast atau Penyiaran, sejauh ini KPI melihat Lembaga Penyiaran khususnya TV Swasta kekurangan sumber daya di daerah, artinya Prodi Broadcast atau Penyiaran Universitas Widyatama ke depan dapat membantu TV Swasta untuk memenuhi konten lokal,” kata Agung Suprio.

Lebih lanjut Agung Suprio mengungkapkan, konten lokal diwajibkan oleh KPI sesuai Undang-Undang agar dipenuhi oleh TV Swasta, “Jadi saya berharap kehadiran Prodi Broadcast Universitas Widyatama akan membantu LPS memenuhi kewajibannya sebagaimana telah diatur oleh Undang- Undang,” pungkasnya.

Country Manager TVU Networks USA untuk Indonesia Donny Irawan mengatakan, TVU Networks USA merupakan perusahaan yang berbasis di Amerika, “Kita lebih tertarik memberikan edukasi kepada Mahasiswa karena Mahasiswa ke depan akan menjadi penerus teknologi-teknologi terbaru yang ada,” ujarnya.

“Ke depan era digitalisasi adalah sesuatu yang sangat diperlukan oleh Mahasiswa dan masyarakat Indonesia,” ungkap Donny Irawan.

“Ke depan TVU Networks USA setelah MoU ini akan sharing knowledge dengan Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Widyatama,” kata Donny Irawan.

Lebih lanjut Donny Irawan mengungkapkan, peralatan TVU Networks USA dikhususkan untuk kontribusi data networking, “Alat kita biasa dipakai untuk portable app, jadi kapanpun Mahasiswa bisa live menggunakan alat kita, setidaknya nanti apabila Mahasiswa Prodi Broadcasting ada Live Event dimanapun, kapanpun, maka setiap saat alat-alat TVU Networks USA bisa dipergunakan,” ujarnya.

“Teknologi kita juga menggunakan produser, contohnya TV Swasta sekarang membutuhkan studio, sedangkan kita cukup menggunakan virtual studio yang lebih efisien, dan High Tech, sehingga Mahasiswa yang nantinya lulus sudah siap kerja di dunia broadcasting,” kata Donny Irawan.

“Setelah MoU ini nantinya kita akan mendatangkan tenaga ahli dari Amerika Serikat ke Universitas Widyatama, karena teknologi semakin hari semakin berkembang, sehingga nantinya bisa sharing teknologi bersama expert dari Amerika,” ungkap Donny Irawan.

Di akhir paparannya Donny Irawan mengatakan TVU Networks USA antusias menjalin kerjasama dengan Universitas Widyatama karena kampus ini sudah banyak bekerja sama dengan negara-negara lain terutama Amerika, “Kerjasama ini merupakan sesuatu yang positif di era digital, dan bila mahasiswa punya kreativitas dapat ditayangkan di hari itu juga sehingga ada historinya,” pungkasnya. (BRH)