Warga Taman Kopo Indah 3 Minta Transparansi Iuran Warga yang Capai Rp 1 Miliar Lebih

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Salah satu Warga Perumahan Taman Kopo Indah 3 Blok E-16 Kelurahan Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung bernama Edi Feri Wong mempertanyakan transparansi iuran warga / uang kas Taman Kopo Indah 3 RW 022 Blok E yang diduga jumlahnya mencapai Rp.1 Miliar lebih

Hal ini diungkapkan Edi Feri Wong di hadapan para awak Media, Minggu, (31/5/2020), di kediamannya di Perumahan Taman Kopo Indah 3 Blok E-16, turut hadir mantan Ketua RW 022 Pintor Samosir, dan beberapa warga Blok E.

Edi Feri Wong mengungkapkan, hingga detik ini pihaknya merasa belum pernah mendapat laporan pertanggungjawaban keuangan iuran warga/uang kas warga Perumahan Taman Kopo Indah 3 Blok E yang seharusnya dikirim setiap bulannya.

Edi Feri Wong mengungkapkan warga Taman Kopo Indah 3 RW 022 menurut informasi yang ia dapat mencapai 752 Kepala Keluarga, “Penarikan iuran setiap Kepala Keluarga di RW 022 yang saya tahu di kisaran Rp.120.000 hingga Rp.200.000 per KK, tergantung besar rumah,” ujarnya.

Maka bila dikalkulasikan Rp.120.000 x dikali 752 KK maka per bulan terkumpul Rp.90.240.000 atau Rp.1.082.880.000 per tahun.

Edi Feri Wong menambahkan, walaupun setiap bulan warga sudah membayar iuran, masih ada penarikan iuran untuk THR keamanan dan iuran lainnya.

Di akhir paparannya Edi Feri Wong menegaskan, agar Ketua RW dan Pengurus RW 022 Perumahan Taman Kopo Indah 3 agar transparan dan mengirimkan laporan keuangan setiap bulannya kepada warga agar tidak terjadi kesalahpahaman, “Saya juga mempertanyakan mengapa isteri Ketua RW 022 menjadi Bendahara RW,” pungkasnya.

Ketua RW 022 Perumahan Taman Kopo Indah 3 Sylvester Kanisius didampingi Kepala Keamanan bernama Toto dan para pengurus RW lainnya ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya selalu memberikan laporan keuangan iuran warga/uang kas kepada setiap Kepala Keluarga setiap bulannya.

“Bila ada warga RW 022 Perumahan Taman Kopo Indah 3 yang merasa belum mendapat laporan uang kas setiap bulannya, silahkan datang ke rumah saya selaku Ketua RW, saya akan memberikan laporan keuangannya,” kata Sylvester Kanisius.

Mengenai isterinya yang dikatakan menjadi Bendahara RW 022, Sylvester Kanisius menegaskan, isterinya bukan bendahara melainkan hanya sebagai pengawas keuangan, “Karena Bendahara RW 022 bernama Kurniadi sedang berada di Pemalang dan tidak bisa pulang karena ada PSBB,” ungkapnya.

“Haram hukumnya saya memakan uang warga, karena di Kampus saya mengajar tentang anti korupsi,” kata Sylvester Kanisius.

“Saya berharap bila ada warga yang memiliki keluhan, silahkan datang ke rumah saya untuk menyelesaikan permasalahannya, karena saya merasa tidak punya masalah dengan warga saya,” pungkas Sylvester Kanisius. (BRH)