Dedi Kusnadi Thamim Jadi Pembicara di FGD PHBS di Wilayah Sektor 21 Satgas Citarum Harum

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Setelah sehari sebelumnya Komandan Sektor (Dansektor 21) Kol.Inf.Yusep Sudrajat menjadi pembicara utama di Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk “Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) di Aula Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, kini giliran Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) PPK DAS Citarum, Mayjen TNI (Pur) Dedi Kusnadi Thamim menjadi pembicara di FGD PHBS di Aula Serba Guna Desa Cibiru Wetan Kp. Cibangkonol Desa Cibiru Wetan, Kec Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa, (23/6/2020).

Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Cileunyi, Dansubsektor 21 Satgas Citarum Harum, Perangkat Desa, Kepala Desa, Kader PKK, dan Kasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jabar Indah Dwiyanti mewakili Diskominfo Jabar selaku penyelenggara.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) PPK DAS Citarum, Mayjen TNI (Pur) Dedi Kusnadi Thamim dalam paparannya membahas perkembangan program Citarum Harum di masa Pandemi Covid-19, dan mengedukasi para peserta FGD tentang bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS).

“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat diawali dari rumah,” kata Dedi Kusnadi Thamim di awal paparannya, “Hidup bersih memang butuh biaya, tapi bila dilakukan secara telaten dan rutin, tidak butuh biaya yang banyak,” ujarnya.

“Bila Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dilakukan dengan benar, maka anak-anak akan menjadi harapan kita,” ungkap Dedi Kusnadi Thamim.

Lebih lanjut Dedi Kusnadi Thamim mengatakan, bila kita sehat, maka kita bisa menghasilkan hal-hal yang positif dan bisa bekerja untuk mencari uang.

“Maka kita semua dari sekarang harus melakukan PHBS dari rumah masing-masing, dimulai dari memilah sampah,” ajak Dedi Kusnadi Thamim.

Terkait limbah industri yang mengotori sungai Citarum, Dedi Kusnadi Thamim mengungkapkan, limbah industri UMKM yang tidak terdata ternyata banyak yang mengotori aliran sungai Citarum, “Contohnya di wilayah Cibaduyut kota Bandung,” ujarnya.

“Sedangkan yang mencemari aliran sungai Citarum di wilayah Dayeuhkolot lebih banyak limbah buangan pabrik, keluarga dan masyarakat,” ungkap Dedi Kusnadi Thamim.

Terkait anggaran program Citarum Harum, Dedi Kusnadi Thamim mengungkapkan, pada tahun 2020 anggaran program Citarum Harum dari 100 persen tinggal 14 persen dikarenakan terpakai untuk penanganan Pandemi Covid-19, “Untuk yang 14 persen pun belum ada keputusan dananya dari mana, jadi mandek, namun TNI dalam menangani Sungai Citarum jalan terus,” ungkapnya.

Terkait Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Dedi Kusnadi Thamim berharap masyarakat tidak Euforia atau menyikapi secara berlebihan, “Di Puncak saja setelah 1.200 orang dilakukan Rapid Test ternyata 88 orang reaktif, dan semuanya warga Jakarta, mudah-mudahan reaktif saja dan tidak positif Corona,” ujarnya.

“Maka apabila masyarakat tidak disiplin, akan timbul klaster baru, dilanjut krisis ekonomi, timbul emosi dan terjadi gejolak sosial serta masalah keamanan dan ketertiban,” pungkas Dedi Kusnadi Thamim. (BRH)