Kasdam III/Siliwangi Hadiri Diskusi Panel Lingkungan yang Digagas Dansektor 21

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo berkesempatan menghadiri Diskusi Panel bertajuk “New Normal: Jaga Alam dan Lingkungan Tetap Lestari”, Senin, (29/6/2020), di Posko Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Taman Hutan Kehati Kp. Cimenteng Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi.

Diskusi Panel yang digagas Komandan Sektor (Dansektor 21) Kol.Inf.Yusep Sudrajat, turut dihadiri Rektor Unpas, Wakil Rektor Unjani, Kadis LH Pemkot Cimahi dan Inisiator Dua Satu Kehati Foundation Dr. Eki Baihaki, M.Si.

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo saat Diskusi Panel mengatakan, saat ini diperlukan sinergi ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19, selain itu perlu dipikirkan bagaimana meningkatkan perekonomian dan perdagangan.

Sedangkan terkait program Citarum Harum, Kasdam III/Siliwangi mengatakan, menginjak tahun ketiga, program Citarum Harum perlu ada progres yang sangat cepat, “Tidak boleh ada tumpang tindih ego sektoral dan jangan ada ancaman bencana buatan,” ujarnya.

Terkait lingkungan di Jawa Barat, Kasdam III/Siliwangi mengungkapkan, secara insfrastruktur lebih baik dari sebelumnya, hanya nilai manfaatnya perlu dikejar dengan beberapa pendekatan metode di antaranya pendidikan  akademisi, swasta, dan pemerintahan, “Semua komponen harus aktif dan segera harus bisa mewujudkan hasilnya,” ujarnya.

“Membangun simbosis mutualisme diperlukan gebrakan dan perlu jaminan, jika hal ini akan berlangsung dan bertahan, maka harus dengan kesepakatan nilai sosial budaya,” kata Kasdam III/Siliwangi.

“Membangun semangat masyarakat bersama perlu dilisensikan, harus ada yang menjamin dan harus berkelanjutan,” tegas Kasdam III/Siliwangi.

“Kalau di militer ada pembinaan geografi, di mana aspek geografi menjadi sebuah nilai keuntungan dan bukan menjadi nilai kerugian,” pungkas Kasdam III/Siliwangi.

Sedangkan Komandan Sektor (Dansektor 21) Kol.Inf. Yusep Sudrajat dalam paparannya mengatakan, pihaknya mendapat amanah dari Pemkot Cimahi untuk merawat dan mengelola Taman Hutan Kehati di Kp. Cimenteng Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi yang juga menjadi Posko Sektor 21 Satgas Citarum Harum.

“Sektor 21 Satgas Citarum Harum dalam merawat dan mengelola Taman Hutan Kehati mendapat dukungan dari segenap komponen Pentahelix, yakni unsur Akademisi, Media, Komunitas, Bisnis, dan tentu dari unsur Government, dalam hal ini adalah Kodam III/Siliwangi dan Walikota Cimahi,” kata Dansektor 21.

“Saya berharap ke depan Taman Kehati tetap terkelola, terawat, dan keanekaragaman hayatinya bertambah,” kata Dansektor 21.

“Taman Kehati yang telah menjadi paru-paru kota Cimahi diharapkan dapat memberi nilai maslahat bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan berguna bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara,” pungkasnya.

Salah satu Inisiator Dua Satu Kehati Foundation Dr. Eki Baihaki, M.Si dalam paparannya mengatakan, Kehati sendiri memiliki makna keanekaragaman hayati yakni keanekaragaman di antara makhluk hidup dari berbagai jenis dan sumber.

“Keanakeragaman hayati perlu dijaga oleh kita semua agar tidak punah oleh ulah manusia yang tidak menghargai alam dan lingkungan,” tegas Eki Baihaki.

“Terdapat sebelas ancaman langsung utama terhadap konservasi, di antaranya pengembangan tempat tinggal dan area komersial seperti area perumahan dan daerah perkotaan, area komersial dan industri, serta area pariwisata dan rekreasi,” kata Eki Baihaki.

“Ancaman lainnya yakni, kegiatan pertanian dan akuakultur, pertambangan dan produksi energi, transportasi dan layanan koridor, penggunaan sumber daya hayati seperti perburuan, pembunuhan, penebangan, dan kegiatan perikanan,” ungkap Eki Baihaki.

“Ditambah ancaman lainnya seperti, intrusi dan aktivitas manusia yang mengubah, menghancurkan, atau mengganggu habitat dan spesies, modifikasi sistem alami seperti pengelolaan air, penciptaan api, dan proyek lainnya seperti reklamasi,” ungkap Eki Baihaki.

“Ancaman lainnya yakni ancaman spesies, patogen, dan gen yang invasif dan bermasalah, pencemaran, serta kejadian geologis yang merusak seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan perubahan iklim,” kata Eki Baihaki.

Terkait Dua Satu Kehati Foundation, Eki Baihaki mengungkapkan, Dua Satu Kehati Foundation hadir dalam ihtiar untuk mencintai alam dan menjaga keragaman hayati yang ada melalui dua program pokok yakni, Restorasi Hutan dan Keanekaragaman Hayati serta mencatat jenis dan jumlah flora fauna yang ada.

“Kampus-kampus seperti Unpad, Unpas, Unjani, IKIP Siliwangi, dan Unisba melalui prodi yang relevan dapat membantu menambah jenis dan jumlah pohon, di antaranya melalui gerakan wakaf pohon serta program wali pohon, dan Taman Kehati dapat menjadi tempat riset kolaboratif para akademisi,” ungkap Eki Baihaki.

“Taman Kehati diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan untuk menebar spirit jaga alam dan lingkungan,” kata Eki Baihaki.

“Kami berencana mengadakan Kehati Dua Satu Forum setiap bulannya dan disiarkan di DKF TV melalui channel YouTube dan ditayangkan di Platform Media Digital Pelatihan Tangguh Bencana,” pungkas Eki Baihaki. (BRH)