Dansektor 21 Rapat Daring Inventarisasi Lahan Sempadan Sungai Citarum

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Komandan Sektor (Dansektor 21) Kol.Inf.Yusep Sudrajat mengikuti kegiatan Rapat “Inventarisasi Lahan di Sempadan Sungai Citarum” melalui Video Conference (Daring), Rabu, (1/7/2020), di Posko Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Taman Hutan Kehati Kp. Cimenteng Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi.

Kegiatan Rapat secara daring ini membahas inventarisasi lahan di sempadan sungai Citarum serta 66 lokasi lainnya yang dapat dipergunakan sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), juga membahas alokasi dana pinjaman dari luar negeri untuk membuat TPST.

Para Dansektor Satgas Citarum Harum yang mengikuti rapat secara daring dari Posko Sektor 21 diantaranya, Dansektor 02 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Mulyono Hari Santoso, Dansektor 08 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Belyuni H., S.Sos., Dansektor 09 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Dadang Rahadiansyah, Dansektor 12 Satgas Citarum Harum Kol Kav Purwadi, S.Sos., Dansektor 14 Satgas Citarum Harum Kolonel Czi Raflan, S.I.P., M.M., Perwakilan Sektor 15 Satgas Citarum Harum Lettu Arm. Agus, Dansektor 16 Satgas Citarum Harum Kolonel Czi Sajad Mawardi, serta Dansektor 17 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Solapide Dolok Saribu, S.Sos.

Rapat “Inventarisasi Lahan di Sempadan Sungai Citarum” yang dilaksanakan secara daring dipandu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtias.

Komandan Sektor (Dansektor 21) Kol.Inf.Yusep Sudrajat saat diberi kesempatan berbicara dalam rapat ini menegaskan pihaknya menagih janji-janji BBWS terkait penanganan program Citarum Harum, dikarenakan masyarakat masih menunggu realisasi janji tersebut, “Kami jangan di-PHP terus,” ujarnya.

“Kami berharap pihak yang berwenang terhadap penggunaan lahan di bantaran sungai yakni BBWS memberi izin untuk membangun tempat pengelolaan sampah,” tegas Dansektor 21.

“Saya sarankan BBWS mengeluarkan surat keterangan agar para Dansektor dapat segers mengeksekusi penggunaan lahan di bantaran sungai,” ujarnya.

“Satgas Citarum Harum telah membongkar ratusan rumah di bantaran sungai, namun tidak ada tindak lanjut lagi dikarenakan BBWS tidak memberi izin penggunaan bantaran, kondisi ini jelas membuat kami menjadi serba salah,” pungkas Dansektor 21.

Moderator Rapat Prima Mayaningtias yang saat ini telah diangkat menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mengatakan pihaknya telah mencatat semua permasalahan yang diungkapkan para Dansektor, dan untuk sementara semua masukan akan ditampung terlebih dahulu.

Dalam rapat tersebut juga dibicarakan mengenai rencana Dansatgas Citarum Harum Ridwan Kamil yang akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa sempadan sungai dan oxbow dengan dana yang didapat dari bantuan luar negeri sebesar Rp.4 triliun.

Namun dalam rapat secara daring ini terungkap hingga saat ini beberapa perencanaan yang telah dibuat oleh Pemerintah dalam rangka pengelolaan sampah masih banyak yang belum terealisasi.

Hal tersebut jelas membuat para Dansektor yang turun ke lapangan dan berinteraksi dengan warga merasa malu karena apa yang telah dipersiapkan warga untuk merealisasikan janji Pemerintah tidak terwujud hingga saat ini. (BRH)