Dansektor 21 Gelar Sosialisasi Citarum Harum di Desa Lagadar

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Komandan Sektor (Dansektor) 21 KoloneI Inf.Yusep Sudrajat bersama Jajaran Satgas Citarum Harum Sektor 21 menggelar Sosialisasi Program Citarum Harum TA 2020, Rabu, (15/7/2020), di Lapangan Bola RT 01 RT 11 Kampung Cipatat Desa Lagadar.

Hadir dalam Sosialisasi ini Camat Marga Asih Asep Ruswandi, Kepala Desa Lagadar Ujang Saefudin, Perwakilan Dinas LHK Kabupaten Bandung Budiman, dan 100 Peserta Sosialisasi yang terdiri dari Warga dan Pelajar.

Komandan Sektor (Dansektor) 21 KoloneI Inf.Yusep Sudrajat saat Sosialisasi di Kampung Cipatat Desa Lagadar Kabupaten Bandung memaparkan perkembangan program Citarum Harum yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

“Sudah sejak lama muara sungai Citarum sangat kotor, bahkan di tahun 2017 ada orang Prancis bernama Gary Bencheghib yang menyusuri sungai Citarum yang saat itu dipenuhi sampah, maka kala itu sungai Citarum dikenal sebagai sungai terkotor di dunia,” kata KoloneI Inf.Yusep Sudrajat.

“Maka akhirnya pada 14 Maret 2018, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum,” ungkap KoloneI Inf.Yusep Sudrajat.

“Seperti kita ketahui, sebanyak 35 juta orang hidupnya bergantung kepada Sungai Citarum,” ungkap KoloneI Inf.Yusep Sudrajat, “Bahkan 80 persen penduduk DKI Jakarta mengonsumsi air dari Sungai Citarum,” ujarnya.

“Maka ketika Sungai Citarum kotor dan mengalami kerusakan, masyarakat mengalami kerugian 197 triliun rupiah per tahun dikarenakan harus membeli air bersih,” ungkap KoloneI Inf.Yusep Sudrajat.

“Selain itu sektor energi mengalami kerugian sebesar 240 triliun rupiah per tahun, sektor perikanan rugi 10 triliun rupiah per tahun, dan sektor pertanian rugi 20 triliun rupiah per tahun,” kata KoloneI Inf.Yusep Sudrajat, “Dan hal ini sudah terjadi,” ujarnya.

“Sungai Citarum sendiri panjangnya 297 km, mulai dari Muara Gembong sampai Karawang,” ungkap KoloneI Inf.Yusep Sudrajat.

“Permasalahan di Sektor 21 di antaranya masalah sampah, dikarenakan terdapat sampah sebanyak 20.462 ton per hari dan
71 persen tidak terangkut,” ungkap KoloneI Inf.Yusep Sudrajat.

“Oleh karena itu saya selaku Komandan Sektor 21 terus melakukan sosialisasi agar masyarakat jangan membuang sampah ke sungai, dan hingga kini saya sudah bertemu langsung dan mengedukasi masyarakat sebanyak 200 ribu orang,” pungkas KoloneI Inf.Yusep Sudrajat.

Camat Marga Asih Asep Ruswandi dalam sambutannya mengatakan, sejak adanya program Citarum Harum, di wilayahnya mulai terlihat tidak ada sampah yang menumpuk, “Kesadaran masyarakat sangat diperlukan,” ujarnya.

“Saat ini selain kondisi sungai menjadi lebih baik, pola hidup masyarakat juga menjadi lebih positif,” kata Asep Ruswandi, “Mudah mudahan target-target pemerintah terkait program Cirarum Harum tercapai,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Desa Lagadar Ujang Saefudin mengatakan, kesadaran warga terhadap kondisi sungai di sekitar lingkungannya sangat penting, “Segala sesuatu harus dimulai dari tingkat terkecil dalam hal ini adalah keluarga, saya berharap keluarga di wilayah Desa Lagadar dapat menjaga kondisi lingkungan di wilayahnya,” pungkasnya. (BRH)