Dansektor 21 Pantau Pembangunan IPAL PT CAPP

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajarannya kembali menyambangi pabrik cokelat PT Cipta Aneka Pangan Prima (PT CAPP) di jalan Gempol Sari No.32 Cimahi Selatan, Selasa, (8/9/2020), inspeksi Dansektor 21 kali ini adalah untuk memantau pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) PT CAPP.

Seperti diketahui, pada, (1/9/2020), Dansektor 21 melakukan sidak ke PT CAPP dan melakukan penutupan saluran air PT CAPP yang menuju ke selokan, karena diduga menjadi tempat pembuangan limbah domestik dan hasil pencucian alat dari proses produksi tanpa difilter.

Saat diwawancara para awak Media, Dansektor 21 mengatakan, kedatangannya kali ini ke PT CAPP dikarenakan masih adanya pengaduan masyarakat, yakni masalah bau, bising, dan disinyalir PT CAPP membuang limbah ke sumur resapan.

“Maka saya dan jajaran Satgas Sektor 21 langsung mengecek kembali PT CAPP, dan ditemukan dua sumur, satu sumur izinnya untuk pengambilan air bersih untuk produksi, dan sumur kedua adalah sumur imbuhan,” ungkap Dansektor 21.

“Sumur imbuhan ini seharusnya tidak ada pipa dan pompa karena untuk mengimbangi sumur untuk produksi, tetapi sumur imbuhan ini terdapat pipa untuk mengambil air, dan belum ada izinnya, maka saya sarankan agar pipa dan mesin di sumur imbuhan ditarik agar tidak ada persepsi lain,” tegas Dansektor 21.

Dansektor 21 menambahkan, terkait hasil pengecekan proses produksi PT CAPP, ternyata penggunaan air sangat kecil, sehingga setelah minggu lalu saluran pembuangan PT CAPP dilokalisir, pabrik cokelat ini masih bisa berproduksi, dan menurut Dansektor 21 hal itu wajar, karena pabrik cokelat ini belum melakukan proses pembersihan alat-alat.

“Walaupun penggunaan airnya kecil, namun yang namanya pabrik dan mempekerjakan hampir 200 orang, pastinya tetap menggunakan air dan ada air kotor seperti untuk MCK maupun membersihkan alat-alat pabrik,” kata Dansektor 21.

“Maka PT CAPP perlu mengantisipasinya dengan menggunakan IPAL, memang di perencanaan pabrik ini tidak ada kata-kata IPAL, tetapi filter, tetapi sama saja artinya, intinya, air harus dikeluarkan dalam keadaan bersih,” kata Dansektor 21.

“Oleh karena itu, saya akan terus mendorong pembuatan IPAL di PT CAPP, mudah-mudahan dalam bulan September 2020 sudah rampung, sehingga masyarakat tidak menaruh curiga pabrik membuang limbah kotor ke selokan lagi,” kata Dansektor 21.

“Hal ini erat kaitannya dengan tugas saya sebagai Dansektor 21 untuk mengembalikan ekosistem DAS Citarum, sekecil apapun pencemaran ke sungai, baik limbah domestik maupun limbah pabrik, tetap limbah harus dalam kondisi bersih ketika masuk ke selokan, dan ke sungai-sungai kecil, yang pada akhirnya bermuara ke sungai Citarum,” kata Dansektor 21.

“Untuk PT CAPP saya akan cek terus perkembangannya, karena pabrik ini tetap harus berproduksi, karena menyangkut ekonomi negara juga, namun tetap lingkungan harus bersih, dan masyarakat sekitat harus nyaman dengan keadaan pabrik ini,” pungkas Dansektor 21.

Pantauan di lokasi PT CAPP, tampak pabrik cokelat ini sudah memulai pembangunan IPAL dan melakukan pengukuran lahan yang lokasinya berada di lahan belakang PT CAPP. (BRH)