Dansektor 21 Paparkan Peranan TNI dalam Citarum Harum Saat Kuliah Umum S2 ITB

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat mewakili Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto menjadi Pembicara pada Kuliah Umum Mahasiswa S2 ITB secara daring bertema, “Penanggulangan Bencana Kekeringan dan Banjir di Cekungan Bandung”, Rabu, (21/10/2020).

Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat yang mengikuti Kuliah Umum secara Zoom meeting, di Posko Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Taman Hutan Kehati Kp. Cimenteng Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi, memaparkan peranan TNI dalam Program Citarum Harum.

Turut hadir dalam Kuliah Umum ini perwakilan dari BBWS, PVBMG, serta para Mahasiswa S2 ITB.

Dansektor 21 secara lugas menyampaikan struktur Satgas Citarum dan peranan TNI dalam rangka mengembalikan kembali DAS Citarum untuk masyarakat.

“Hingga saat ini kita terbagi menjadi 23 Sektor dari hulu hingga hilir DAS Citarum, dan bertugas mengendalikan ekosistem,” kata Dansektor 21.

“Kegiatan kami antara lain, menghutankan kawasan hulu dan lahan kritis, pengendalian sampah dan limbah, menertibkan bangunan liar di bantaran sungai Citarum, pengangkatan sedimentasi, dan menertibkan Keramba Jaring Apung,” ungkap Dansektor 21, “Hingga hari ini, kegiatan tersebut masih terus berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengatakan, Satgas Citarum khususnya Sektor 21 selama ini mengarahkan pabrik tekstil untuk mengelola limbah dengan baik dan membuat komitmen untuk tidak membuang limbah kotor ke sungai,” kata Dansektor 21.

“Kita arahkan pabrik untuk mengelola limbah dengan lebih baik, dan membuat komitmen, yaitu hasil olahan limbah yang dibuang harus dalam kondisi bening dan ada bak kontrol di outlet yang berisi ikan koi hidup di dalamnya,” ungkap Dansektor 21.

“Kalau pabrik tersebut mebandel, maka kita akan tutup lubang pembuangan limbahnya sesuai kewenangan yang tertuang dalam Perpres No.15 Tahun 2018, dan jika pabrik tersebut sudah mengikuti arahan, maka lubang pembuangan akan kita buka kembali,” tegas Dansektor 21.

“Pastinya penegakan hukum akan kita limpahkan ke LH dan ke Polda Jabar,” tegas Dansektor 21.

Terkait penanganan limbah industri, Dansektor 21 mengatakan, penanganan masih perlu disempurnakan, “Instansi terkait SDM-nya masih terbatas sehingga belum bisa optimal,” pungkasnya.

Seusai melakukan Kuliah Umum secara daring, Dansektor 21 langsung meninjau pembuatan kolam ikan di Posko Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Taman Hutan Kehati. (BRH)