Pemerintah Negara Bagian Victoria Australia Gelontorkan 50 Triliun Rupiah Bangun Airport Rail Link Baru

ARCOM.CO.ID ,Jakarta, (1/12/2020). Salah satu pengembang teratas di Australia, Crown Group memberikan perkembangan terkini perihal proyek infrastruktur yang akan dijalankan oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria.

Proyek airport rail link baru kota Melbourne ini senilai Rp.80-130 triliun yang merupakan proyek patungan antara pemerintah Federal Australia dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria, di mana masing-masing pihak sudah sepakat untuk menggelontorkan Rp.50 triliun guna mewujudkan proyek yang sudah tertunda sekian tahun ini.

Proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari rencana pemerintah Negara Bagian Victoria dalam usahanya mendorong kembali perekonomian yang sempat melambat akibat pandemi Covid-19.

Gubernur Negara Bagian Victoria Daniel Andrews mengungkapkan, proyek ini adalah kunci dari pemulihan ekonomi dan akan memberikan manfaat bagi seluruh penduduk Victoria.

“Saat kami melanjutkan usaha pemulihan, kami membutuhkan rencana jangka panjang, kami perlu membuka pekerjaan bagi warga Victoria yang sedang mencari pekerjaan saat ini, dan bagi mereka yang akan membutuhkan pekerjaan di masa depan,” kata Daniel Andrews, “Kami akan menyelesaikan proyek ini, dan kami menepati janji kami,” ujarnya.

Proyek infrastruktur ini akan menciptakan 8.000 pekerjaan, dan diperkirakan bisa beroperasi secara penuh pada tahun 2029.

Selain pembangunan jalur transportasi, Pemerintah Negara Bagian Victoria juga mengalokasikan dana sebesar Rp.30 triliun, di mana Rp.12,8 triliun akan digunakan untuk perbaikan atau peningkatan fasilitas 162 sekolah, sementara Rp.17,2 triliun dialokasikan untuk pembangunan sekolah baru.

Reputasi Victoria sebagai ibu kota budaya di Australia juga akan diperkuat secara permanen berkat investasi baru yang sangat besar dalam Anggaran Belanja Victoria 2020/2021.

Pemerintah Negara Bagian Victoria juga berencana untuk memberikan stimulus ekonomi lainnya melalui pemotongan biaya pajak pembelian properti sebesar 50 persen bagi para pembeli hunian baru dengan harga maksimal Rp.10 miliar, pemotongan biaya ini rencananya hanya berlaku hingga akhir Juni 2021.

Menyikapi perkembangan terbaru ini, Head of Major Project Sales Crown Group Indonesia, Herman Suwito mengungkapkan, proyek infrastruktur transportasi dan pendidikan ini akan kembali memperkuat posisi kota Melbourne sebagai kota paling layak huni di Dunia seperti torehan beberapa tahun terakhir.

“Proyek terbaru ini akan semakin memudahkan masyarakat Melbourne untuk selalu bergerak dan terhubung di masa yang akan datang dengan lebih cepat dan nyaman,” kata Herman Suwito.

“Aksesibilitas merupakan faktor penting dalam kriteria sebuah kota metropolitan,” ungkap Herman Suwito.

“Airport Rail Link yang akan dibangun ini menghubungkan lebih dari 30 stasiun kereta termasuk Footscray, State Library, Town Hall, Anzac, Geelong hingga Traralgon,” kata Herman Suwito.

“Sehingga para komuter nantinya hanya menggunakan satu direct trip menuju bandara tanpa harus berganti kereta,” ungkap Herman Suwito.

“Jelas salah satu kawasan pemukiman yang paling terdampak positif secara signifikan adalah Southbank,” ujar Herman Suwito.

“Karena selain telah memiliki rel trem yang menghubungkan Southbank dengan Kawasan CBD dengan lebih cepat, stasiun kereta Anzac nantinya hanya berjarak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari lokasi proyek terbaru Crown Group di Southbank,” kata Herman Suwito, Sehingga masyarakat Southbank akan sangat dimanjakan dalam hal mobilitasnya,” ujarnya.

“Bayangkan, untuk mencapai bandara Tullamarine hanya dibutuhkan waktu kurang dari 30 menit saja apabila mengunakan airport rail link yang baru,” ungkap Herman Suwito.

“Inilah mengapa saya sering mengatakan investasi properti itu selalu berbanding lurus dengan kebijakan pemerintah terkait infrastruktur,” ujar Herman Suwito.

“Karrna tinggi rendahnya nilai investasi properti sangat dipengaruhi oleh fasilitas maupun infrastruktur yang terdapat di lingkungan sekitarnya,” kata Herman Suwito.

“Ditambah dengan adanya rencana pemotongan pajak pembelian properti,” kata Herman Suwito, “Ini menjadi salah satu magnet yang sangat kuat bagi para calon pembeli properti dari luar negeri khususnya Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan pendapat tersebut, Menteri Infrastruktur Transportasi Victoria Jacinta Allan mengatakan, mayoritas warga Victoria bisa mengakses bandara dengan menggunakan kereta secepat mungkin.

“Hal ini akan memberikan masyarakat Victoria jalur transportasi tercepat ke arah bandara melalui Metro Tunnel, dengan lebih banyak kereta dalam frekwensi yang lebih sering,” ungkap Jacinta Allan.

Seperti diketahui, Crown Group akan meluncurkan proyek hunian perdananya di kota Melbourne, ARTIS, pada 12 Desember 2020 mendatang, khusus untuk pasar Indonesia, mendahului kota-kota lainnya di Australia yang baru akan dilakukan pada Maret 2021.

ARTIS berlokasi di jantung Kawasan Southbank di 175 Sturt Street. Dengan area seluas 2.076 meter persegi, bangunan ini akan menampung 153 unit apartemen dan griya tawang dengan satu, dua dan tiga kamar tidur yang mewah.

Selain terdapat halte trem tepat di depan 175 Strut Street, ARTIS juga terletak hanya 10 menit berjalan kaki dari stasiun Anzac yang legendaris.

Sementara Kawasan Southbank sendiri adalah rumah bagi galeri yang paling banyak dikunjungi di Australia, Galeri Nasional Victoria, dan pusat seni pertunjukan terbesar di negara itu, Arts Centre Melbourne-rumah bagi Balet Australia, Orkestra Simfoni Melbourne, Perusahaan Teater Melbourne dan Opera Australia.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi situs: https://www.crowngroup.com.au/melbourne/ .(BRH / RLS)