KSP, GP Ansor, dan Aice Group Alokasikan 250 Ribu Masker Medis Untuk Kota Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kantor Staf Presiden (KSP), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan produsen es krim Aice Group mengalokasikan 250 ribu masker medis 3-ply ke kota Bandung pada pertengahan Januari 2021 sebagai upaya mengakselerasi perbaikan kondisi pandemi Covid-19 di kota Bandung dan sekitarnya.

Kegiatan Seremoni Distribusi 250 ribu masker medis 3-ply ke kota Bandung berlangsung Jumat sore, (15/1/2021), di Aula Barat Gedung Sate jalan Diponegoro Bandung, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Deni Ahmad Haidar, dan Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja dalam sambutannya mengatakan, ada dua langkah penting dalam upaya umat manusia melawan virus Covid-19 saat ini, yang pertama adalah melakukan vaksinasi yang sudah mulai dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah se-Indonesia, dan yang kedua disiplin menggunakan masker berkualitas dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Masker medis Shield yang didistribusikan Ansor dan Aice Group menjadi komplemen yang penting bagi proses vaksinasi Indonesia,” kata Setiawan Wangsaatmaja, “Masker medis berkualitas adalah upaya kolektif koalisi stakeholder yang pas dalam menjagai masyarakat,” ujarnya.

“Edukasi soal masker atau 3M memerlukan partisipasi semua elemen pentahelix, maka Pemprov Jabar mengapresiasi gerakan masker medis ini,” kata Setiawan Wangsaatmaja.

Lebih lanjut Setiawan Wangsaatmaja mengingatkan, setelah adanya vaksinasi, masyarakat harus terus disiplin menjalankan Protokol Kesehatan yang baik atau 3M.

“Terlebih lagi proses vaksinasi yang akan dilaksanakan ke seluruh masyarakat Indonesia akan dijalankan bertahap dan memakan waktu yang cukup lama,” ungkap Setiawan Wangsaatmaja.

“Kita tidak boleh lupa untuk selalu disiplin memakai masker berkualitas dalam aktivitas sosial kita,” tegas Setiawan Wangsaatmaja.

“Meskipun sudah ada program vaksinasi di seluruh Indonesia, tapi akan bertahap dan bisa memakan waktu satu setengah hingga tiga tahun lebih selesainya, karenanya masker harus tetap kita pakai dan prokes jaga jarak serta cuci tangan harus terus kita jalankan bersama,” pungkas Setiawan Wangsaatmaja.

Sedangkan Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Deni Ahmad Haidar mengatakan, misi kemanusiaan organisasinya bersama produsen es krim nasional adalah gerakan lintas kelompok masyarakat.

“Ansor, Aice dan KSP melibatkan semua elemen masyarakat dari semua suku, agama maupun kelompok profesi,” ungkap Deni Ahmad Haidar.

“Misi kemanusiaan yang telah berjalan sejak April 2020 saat pandemi baru melanda Indonesia menempatkan diri di garda depan yang riil memperkuat titik terlemah infrastruktur dalam melawan virus jahat ini,” kata Deni Ahmad Haidar.

“GP Ansor Jawa Barat akan memfokuskan 250 ribu masker medis SHIELD untuk memperkuat pertahanan diri beberapa kalangan masyarakat yang paling rentan tertular virus,” ungkap Deni Ahmad Haidar.

“Profesi penggali kubur, petugas sampah, Pedagang Kaki Lima, Ojek Online, santri, guru, dan kyai menjadi beberapa kalangan yang termasuk rentan tertular,” ungkap Deni Ahmad Haidar.

“Ikhtiar kita saat ini adalah membuat lima juta masker yang dibagikan ke masyarakat grass root yang rentan tertular bisa membangun ketangguhan bangsa kita melawan Covid-19,” kata Deni Ahmad Haidar, “Insha Allah dengan semangat kekeluargaan dan kerja bersama konkrit ini, kita bisa mawas dan saling memperkuat diri satu sama lain,” pungkasnya.

Seperti diketahui, GP Ansor, Aice dan kalangan dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) lain melakukan langkah perbaikan di sisi yang kurang tertangani saat itu.

Di awal pandemi, Aice dan GP Ansor mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) yang saat itu sangat langka di kalangan tenaga kesehatan.

Dua lembaga ini masuk ke belasan rumah sakit di wilayah Jabodetabek, Rembang dan Wisma Atlet untuk mengantarkan APD dan sejuta es krim untuk Nakes.

Saat itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang kini menjabat sebagai Menteri Agama menyatakan, Ansor akan berada di garda depan dalam memperbaiki kondisi negeri di saat pandemi.

Ketika itu Gus Yaqut memerintahkan Ansor dan Banser untuk memperkuat perlindungan keselamatan nyawa Nakes dengan APD yang lengkap.

Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan, Aice melihat adanya korelasi antara daya tahan masyarakat suatu daerah dalam melawan virus korona dengan integrasi dari kepemimpinan yang kuat dalam mengelola pandemi secara partisipatif.

“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang cukup memiliki kepemimpinan pemerintahan dan tokoh masyarakat yang kuat dan didengar warganya,” ungkap Sylvana, “Kombinasi komunikasi dua arah dan dukungan logistik masker berkualitas menjadi kunci perbaikan kondisi pandemi di wilayah ini,” ujarnya.

“Maka Aice Group bersama KSP dan GP Ansor mengalokasikan 250 ribu masker medis 3-ply ke Bandung pada pertengahan Januari 2021 sebagai upaya mengakselerasi perbaikan kondisi pandemi di Bandung dan sekitarnya,” kata Sylvana.

“Sebelumnya, Aice sudah menyambangi 10 kota di Indonesia, selain Bandung, Cirebon juga menjadi titik distribusi 250 ribu masker medis berlogo Aice-SHIELD pada Nopember 2020 lalu,” ungkap Sylvana.

“Jawa Barat adalah rumah utama bagi Aice Group yang memiliki pabrik di Bekasi, kami melihat Jawa Barat sebagai daerah yang memiliki pemimpin daerah yang berintegritas dan gigih dalam mengelola pandemi ini,” ungkap Sylvana.

“Kami berharap misi kemanusiaan 5 juta masker medis ini akan memperkuat langkah vaksinasi yang sedang berjalan, mudah-mudahan 2021 akan menjadi tahun terakhir pandemi untuk bangsa kita,” kata Sylvana.

“Aice bersama dengan banyak pemangku kepentingan di 20 kota yang kami berikan 5 juta masker ini akan selalu bergerak bersama,” kata Sylvana.

“Kuantitas yang cukup dan edukasi soal disiplin penggunaan masker berkualitas, serta dukungan kearifan lokal dari para tokoh agama dan budaya di masyarakat menjadi kunci gerakan kita bersama ini,” ujar Sylvana.

Sylvana mengatakan, gerakan pentahelix membagikan masker berkualitas didasari niatan banyak pihak dalam menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus dalam berbagai aktivitas yang makin meningkat saat ini secara optimal.

“Aice memproduksi masker medis dalam jumlah sangat besar untuk menekan penularan virus di masyarakat,” ungkap Sylvana.

“Visi kemanusiaan akan selalu mejadi bagian dari proses bisnis Aice, salah satunya aktivitas riil ratusan ribu UMKM penjual Aice membagikan jutaan masker medis Shield,” pungkas Sylvana.

Misi kemanusiaan yang dijalankan GP Ansor dan produsen es krim Aice adalah aksi bersama Pemerintah Pusat melalui KSP dan Pemerintah Daerah yang berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran dari organisasi dan tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta, serta komunikasi yang efektif melalui media massa. (BRH / RLS)