Farhan Tekankan Pentingnya Gotong Royong Sebagai Mitigasi Bencana

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil 1 Jawa Barat (Kota Bandung-Kota Cimahi) Muhammad Farhan menggelar Sosialisasi dan Penguatan, “Implementasi Nilai-Nilai 4 Pilar” bertajuk, “Gotong Royong sebagai Mitigasi Bencana di tengah Pandemi Covid-19”, Selasa, (9/2/2021), di Bandung.

Pelaksanaan Sosialisasi sendiri telah sesuai Peraturan Wali Kota Bandung No.03 Junto 04 Junto 05 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PSBB Proporsional dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Sosialisasi ini juga menerapkan 5 M yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Muhammad Farhan dalam paparannya mengatakan, masyarakat saat ini bisa melihat sebuah fenomena alam, yaitu bencana besar pandemi Covid-19, “Minimal pandemi Covid-19 menguji kita semua untuk seharian memakai masker, karena bila tidak memakai masker, kita tidak melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

“Karena memakai masker adalah satu bentuk mitigasi bencana terhadap pandemi Covid-19, itu saja dulu yang dikedepankan,” tegas Muhammad Farhan.

Lebih lanjut Muhammad Farhan mengungkapkan, bencana lainnya yang saat ini terjadi di Indonesia adalah bencana alam, “Saat musim pancaroba banyak terjadi bencana banjir, dan longsor yang terjadi secara alami ataupun karena ulah manusia,” ungkapnya.

“Semua bencana itu harus kita hadapi bersama, karena bagaimanapun juga, Insha Allah kita akan dapat melalui berbagai cobaan dengan kuat, tawakal, dan dihadapi secara bersama-sama,” kata Muhammad Farhan.

“Indonesia secara geografis adalah negara kepulauan yang di setiap pulaunya memiliki gunung berapi, dan sungai-sungai besar, kita lihat Kalimantan memang tidak memiliki gunung berapi aktif, tetapi memiliki banyak sungai besar yang ketika meluap menimbulkan banjir di mana-mana seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan,” kata Muhammad Farhan.

“Kita lihat gunung berapi di Banyuwangi meletus yang mengakibatkan penerbangan dihentikan, dan Gunung Merapi di Yogyakarta meletus yang mengakibatkan penduduk diungsikan beramai-ramai,” ujar Muhammad Farhan.

“Sedangkan di Sumedang terjadi longsor yang mengakibatkan putra-putri terbaik kita meninggal dunia, oleh karena itu kita harus bisa menghadapi bencana dengan tabah dan tawakal,” ujar Muhammad Farhan.

“Kita juga perlu menunjukkan solidaritas yang tinggi, namun solidaritas yang terbaik ketika terjadi bencana adalah harus dilaksanakan sebelum kita mengalami bencana tersebut yaitu mitigasi,” ungkap Muhammad Farhan

“Karena mitigasi bencana artinya melakukan langkah-langkah mulai dari pencegahan, hingga persiapan, contohnya aktifkan selalu GPS atau Gerakan Pungut Sampah,” kata Muhammad Farhan.

Muhammad Farhan mengatakan, GPS adalah sebuah program yang luar biasa, “Kita harus dukung dan laksanakan secara terus menerus, saya ingin gerakan pungut sampah ini diaktifkan, karena efek gerakan ini bukan hanya memunguti sampah, tetapi ada kesadaran secara fisik terhadap lingkungan di sekitar kita,” ujarnya.

“Kita juga harus aktif di lingkungan kita apakah ada rumah yang tidak layak huni atau Rutilahu, dan bila ada warga yang tengah melaksanakan isolasi mandiri namun tidak bisa memenuhi kebutuhan pangannya, harus kita harus bantu,” pungkas Muhammad Farhan. (RLS / BRH)