Benahi Struktural Dewan Pimpinan Nasional, LAKRI Gelar Rapimnas

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung Barat. Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Selasa-Rabu, (30-31/3/2021), di Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Ketua Umum LAKRI H.M. Steven Samuel Lee Lahengko S.H., S.Th., saat ditemui para awak Media seusai Rapimnas, Kamis malam, (1/4/2021), di kediamannya di Cililin Kabupaten Bandung Barat mengatakan, Rapimnas LAKRI dilaksanakan untuk memperbaiki struktural Dewan Pimpinan Nasional LAKRI.

“Alhamdulilah Rapimnas dapat berjalan dengan baik berkat kerjasama seluruh Anggota, jajaran LAKRI dari seluruh Provinsi, Kota, dan Kabupaten yang bahu membahu mendukung Rapimnas, dan akhirnya kami bisa menyelesaikan Rapimnas dengan baik,” kata Ketua Umum LAKRI.

“Poin penting dalam Rapimnas yakni kami melakukan pembenahan struktural Dewan Pimpinan Nasional LAKRI mulai dari jajaran tertinggi Pelindung, Direktur-Direktur dan Pengurus, ada beberapa pergantian posisi Pimpinan yang ada, semua sesuai jadwal dan dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Ketua Umum LAKRI.

“Saya berharap dengan Rapimnas LAKRI semangat dari seluruh Pengurus yang ada baik di tingkat nasional maupun di daerah dapat berjalan dengan baik, saya pun berharap terjadi koordinasi yang baik antara LAKRI daerah dan Pusat, dan para Pengurus harus bekomitmen untuk menjaga marwah LAKRI,” kata Ketua Umum LAKRI.

“Saya juga berpesan kepada seluruh Anggota LAKRI di seluruh Indonesia bahwa haram hukumnya bagi kita untuk memakan daging saudara dan teman sendiri,” kata Ketua Umum LAKRI, “Kita adalah keluarga maka kita harus dapat bekerjasama, saling berkoordinasi dan saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Ketua Umum LAKRI mengungkapkan, kinerja LAKRI di daerah sangat luar biasa, “Karena pemantauan dan kerjasama antara LAKRI Pusat dengan LAKRI di daerah hingga ke pelosok-pelosok koordinasinya berjalan baik juga koordinasi dengan aparat terkait terutama yang bergerak di bidang anti rasuah, baik dari Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK,” ujarnya.

Ketua Umum LAKRI mengungkapkan, setiap temuan yang ditemukan oleh Anggota LAKRI di daerah selalu dikoordinasikan dengan baik sehingga LAKRI dapat mengungkap banyak kasus-kasus dan indikasi tindak pidana korupsi.

“Saya berharap kerja keras dari semua jajaran serta Pimpinan dapat berlanjut seperti yang sudah ada saat ini,” kata Ketua Umum LAKRI.

Ketua Umum LAKRI menambahkan, saat ini LAKRI sedang menggarap beberapa kasus besar terutama yang menyangkut tentang adanya indikasi kredit fiktif yang dibuat oleh salah satu bank swasta besar di Indonesia.

“Kita terus berkoordinasi dengan KPK, temuan-temuan di lapangan yang LAKRI dapatkan sudah dapat membuktikan adanya indikasi permainan pajak,” tegas Ketua Umum LAKRI.

“Ada juga kasus besar yang melibatkan Badan Pertanahan Nasional dalam percaloan tanah, dan itu sedang LAKRI investigasi, dan nilainya luar biasa besar, nantinya kami akan melakukan Jumpa Pers secara secara resmi terkait temuan-temuan LAKRI agar publik mengetahui kasus tersebut, indikasi ini melibatkan oknum-oknum Pejabat Negara yang saat ini duduk di dalam Pemerintahan,” ungkap Ketua Umum LAKRI.

“Juga ada kasus-kasus penyelewengan dana kesehatan dan dana Covid-19, sementara yang kita lakukan adalah mengumpulkan data-data dan informasi yang lengkap, dan nantinya akan kami laporkan kepada KPK,” kata Ketua Umum LAKRI.

Sedangkan untuk kegiatan LAKRI ke depan Ketua Umum LAKRI menjelaskan, LAKRI akan melakukan pembinaan kepada anggota-anggota LAKRI terutama yang baru duduk di jajaran Pimpinan Nasional, “Kami juga akan melakukan pembenahan secara menyeluruh anggota LAKRI di daerah-daerah,” ujarnya.

“Ada beberapa tempat di mana Pengurus LAKRI daerah berjalan tidak sesuai komitmen, maka kami akan melakukan pembenahan secara menyeluruh dan kami berharap ke depan LAKRI akan lebih kuat, lebih mampu dan lebih solid serta menjadi lembaga yang besar dan diakui oleh bangsa ini,” kata Ketua Umum LAKRI.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh Anggota LAKRI di Indonesia, kita tidak boleh menjadikan masyarakat sebagai sumber dan objek, akan tetapi kita harus membantu masyarakat sepenuhnya, apapun yang terjadi kepada masyarakat kita harus memberikan pendampingan dan bantuan hukum untuk mereka,” pungkas Ketua Umum LAKRI. (BRH)