Kawargian Abah Alam Inisiasi Festival Konservasi Gunung Bohong

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kawargian Abah Alam tengah mematangkan gagasan Festival Konservasi Gunung Bohong selaras dengan upaya mengukuhkan kota Cimahi Saluyu Ngawangun Jati Mandiri.

Hal ini diungkapkan Abah Alam di sela-sela helatan memperingati ulang tahunnya yang ke-79, Senin, (26/4/2021), di kediaman Abah Alam di kawasan Sukajadi Bandung.

Helatan sederhana penuh makna di kediaman Abah Alam dihadiri sebagian pegiat dan sejawat Kawargian Abah Alam dikarenakan kehendak Abah sendiri untuk menyikapi adanya protokol kesehatan berkaitan dengan suasana di Bandung Raya yang masih mengalami Pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Abah Alam mengungkapkan, helatan sederhana yang diadakan bukan saja berkaitan dengan ulang tahunnya, namun sebagai wujud tasyakur bini’mat dan doa di bulan Ramadhan jelang Nuzulul Qur’an, Lailatul Qodar.

Selain itu sebagai doa bersama demi kelancaran berbagai kegiatan Kawargian Abah Alam yang sedang dihadapi, seperti Festival Konservasi Gunung Bohong, Deklarasi Pemuda Asia Afrika dan New York International Fashion Week di September 2021 mendatang.

Kegiatan yang terdekat akan digelar adalah Festival Konservasi Gunung Bohong yang akan diawali pada 1 Juni 2021.

Cakupan festival konservasi tersebut mulai dari menjaga dan meningkatkan kelestarian lingkungan di sekitar Gunung Bohong juga menempatkan Monumen Kujang di area Yon Brigif 15 Kujang II di puncak gunung berupa bukit tersebut.

Menurut Abah Alam, ada kekhawatiran mengenai paradigma masyarakat tentang keberadaan gunung ini kurang baik.

“Kita bangun kesadaran Gunung Bohong ini memerlukan penangan yang khusus, demi kelestariannya,” tegas Abah Alam.

“Konservasi di Gunung Bohong merupakan upaya pelestarian lingkungan dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen-komponen lingkungan untuk pemanfaatan di masa yang akan datang,” ujar Abah Alam.

“Diharapkan melalui Festival Konservasi ini, kita bisa melindungi tempat atau benda-benda remover alam di lokasi tersebut yang dianggap bernilai,” ungkap Abah Alam.

“Kelak kawasan konservasi itu bermanfaat dalam melindungi keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan,” ujar Abah Alam.

Abah Alam juga menyatakan apresiasinya terhadap apa yang dinamakan Declaration of Asian-African Capital of Youth and Entrepreneurship pada 18 hingga 21 Agustus 2021.

“Ini merupakan langkah besar kita bagaimana pemuda kita yang dilandasi Pancasila dapat berperan aktif secara global dengan melanjutkan misi lahirnya Dasa Sila Bandung 1955,” tegas Abah Alam.

Di usianya yang ke-79, Abah Alam masih nampak energik mengungkap pemikirannya demi kemajuan pemuda bangsa ini, terutama dalam membangun keunggulan komparatif bangsa dengan pengutamaan budaya.

“Di tahun 2021 ini Insha Allah kita akan memenuhi undangan New York International Fashion Week September mendatang,” ungkap Abah Alam.

“Kita siapkan hasil kolaborasi karya fashion bernilai kearifan lokal, seni dan budaya yang satu di antaranya adalah Tarawangsa,” ujar Abah Alam.

“Para nayaga Tarawangsa adalah para pemuda yang muncul minat dan bakatnya dari komunitas masyarakat kreatif Kampoeng Tjibarani Bandung,” ujar Abah Alam.

“Melalui upaya Kawargian Abah Alam ini, kita akan tampilkan seni buhun ini di pentas dunia,” pungkas Abah Alam. (BRH / RLS)