Penyelenggaraan Vaksin Massal di Cimahi Harus Dievaluasi

ARCOM.CO.ID ,Cimahi, (3/7/2021). Mensikapi antusiasme masyarakat dalam mengikuti program vaksin massal di beberapa tempat, mengakibatkan terciptanya kerumunan dan berpotensi menjadi pelanggaran pada protokol kesehatan, maka hal ini perlu dievaluasi oleh pihak penyelenggara.

Niat yang baik hendaklah diimbangi dengan pengaturan yang baik pula, maka perlu adanya langkah alternatif yang dilakukan oleh penyelenggara agar program dapat terlaksana dengan baik namun tidak menimbulkan permasalahan yang baru.

Menilik dari kenyataan yang ada, apakah dibenarkan kerumunan yang tercipta pada tempat-tempat vaksin massal? contoh misalnya yang terjadi berulang-ulang di Technopark Cimahi, seharusnya yang divaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Terlebih Sabtu, (3/7/2021), adalah hari pertama dimulainya PPKM Darurat, dan di tempat vaksinasi terlihat masyarakat diberikan teladan yang kurang baik.

Jangan sampai nanti ada istilah timbul klaster kerumunan vaksin, apakah penyelenggara mau dipersalahkan?.

Terlepas dari telah adanya pengaturan ataupun alasan antusiasme dan membandelnya peserta, namun alangkah baiknya ada evaluasi dari pihak penyelenggara, karena vaksinasi massal di hari Sabtu, (3/7/2021), bukan hal baru dilakukan kali ini saja dan di tempat ini saja.

Seharusnya sudah terantisipasi akan seperti apa, bila berkaca pada penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya.

Pemerintah Kota, Satgas Covid dan penyelenggara harus benar-benar memikirkan kembali langkah-langkah alternatif agar tidak berulang menimbulkan kerumunan yang sepertinya bisa dikatakan nyaris tidak terkendali.

Karena vaksin ini penting, maka saya menyarankan bagaiman bila penyelenggaraan vaksin massal di Cimahi dilakukan secara door to door saja, atau dilakukan seperti halnya Posyandu/Posbindu, yang diselenggarakan per-RW, biasanya ada dua hingga tiga tempat di setiap RW. (Fajar Budhi Wibowo-Koordinator Umum LSM KOMPAS)