PSI: Usut Tuntas Pungli di TPU Cikadut

ARCOM.CO.ID ,Bandung, (10/7/2021). Ramai beredar pesan di grup WhatsApp telah terjadi pungutan liar di TPU Cikadut, yang ditetapkan sebagai area pemakaman jenazah terinfeksi Covid-19.

Dalam pesan tersebut dituliskan, keluarga almarhum didatangi seorang Koordinator TPU Cikadut yang meminta uang sebesar 4 juta rupiah untuk biaya pemakaman, dengan alasan biaya untuk non muslim tidak ditanggung oleh Pemerintah.

Hal ini di respons langsung oleh Anggota DPRD Kota Bandung dari PSI Erick Darmajaya, “Hal ini jelas tidak benar dan tidak beralasan!,” tegasnya.

Erick Darmajaya menjelaskan, dalam Kepwal No 469 tahun 2020, jelas dinyatakan biaya pelaksanaan pemakanan jenazah Covid-19 dibebankan kepada APBD.

“Biaya proses pemakaman jenazah Covid sudah ditanggung oleh APBD, tidak boleh ada pungutan liar kepada warga masyarakat,” tegas Erick Darmajaya.

“Dalam Perwal tersebut tidak ada perbedaan pelayanan untuk yang muslim dan non muslim, kota Bandung ini kota yang beragam, tidak benar kalau untuk non muslim dipungut biaya sendiri,” ujar Sekretaris Komisi A itu.

Erick Darmajaya juga mempersilahkan masyarakat untuk mengadukan perilaku pungli yang dialami, baik melalui hotline pengaduan yang dibuka oleh PSI, maupun melalui nomor kontak pribadinya.

“Kami duga ada banyak kejadian serupa, hanya kebetulan kasus ini yang viral, maka kami mempersilahkan jika ada warga yang ingin melaporkan pungli yang dialami, untuk dapat kami tindak lanjuti,” kata Erick Darmajaya.

Erick Darmajaya juga meminta Pemkot Bandung untuk tegas menyelidiki dan menertibkan oknum-oknum yang berusaha mencari keuntungan di tengah kesulitan akibat Pandemi.

“Pemkot Bandung harus mengambil tindakan tegas, jangan sampai warga yang sedang kesusahan masih kena pungli,” pungkas Erick Darmajaya. (BRH / RLS)