The Papandayan Jazz Fest Gelar Kompetisi Jazz Online

ARCOM.CO.ID ,Bandung, (18/8/2021). The Papandayan Jazz Fest (TPJF), salah satu program musik jazz ikonik Indonesia yang selalu digelar rutin di The Papandayan Bandung, kembali hadir di tahun 2021.

Sempat vakum tahun 2020 lalu dikarenakan pandemi, kini TPJF yang memiliki rekam jejak pertunjukan apik siap hadir secara online pada Desember 2021 dengan tambahan program kompetisi jazz.

TPJF 2021 yang mengusung tema “Jazz Enjoy It” bakal menjadi momen selebrasi dan ‘melting pot’ musisi dan peminat jazz yang tak hanya berada di Bandung, Jakarta dan sekitarnya, namun juga akan menjangkau audience yang lebih luas dan melibatkan musisi yang lebih variatif.

Selain musisi dan band terkemuka tanah air, festival ini dimeriahkan band-band hasil seleksi ketat oleh tim juri berkompeten TP Jazz-International Online Jazz Competition.

International Online Jazz Competition adalah kompetisi band jazz yang dilaksanakan secara virtual menggunakan platform Zoom conference dan social media untuk menemukan talenta jazz baru dan membantu mengenalkan musisi jazz baru Indonesia.

Kompetisi ini merupakan rangkaian acara Road to TPJF 2021 yang terdiri dari tiga babak, yaitu, penyisihan, semifinal dan grand final.

Di babak pamungkas, akan dipilih empat band terbaik (Juara 1, Juara 2, Juara 3 dan Juara Favorit) yang diumumkan pada saat TPJF 2021 di bulan Desember 2021.

Saat ini pendaftaran International Online Jazz Competition telah dibuka hingga 27 September 2021 nanti.

Untuk proses penyeleksian peserta, TP Jazz Management mengundang musisi jazz kelas dunia, Ben Van Gelder, masuk di antara jajaran Dewan Juri antara lain Dwiki Dharmawan, Eq Puradireja, Venche Manuhutu dan seniman senior Bandung Hari Pochang.

Selain berkesempatan tampil di TPJF 2021, pemenang akan memperebutkan total grand prize 80 juta Rupiah.

General Manager Hotel The Papandayan Bobby Renaldi saat Press Conference secara daring, Rabu, (18/8/2021), mengatakan, The Papandayan Jazz​ Fest merupakan even tahunan, yang sudah berlangsung sejak tahun 2015, “Tahun ini merupakan yang ke enam kalinya dan pertama untuk Jazz Competition,” ujarnya.

“Tahun 2020 sempat ditiadakan karena pandemi, dan tahun ini kembali​ diadakan dengan konsep virtual,” ungkap Bobby Renaldi.

The Papandayan Jazz sebagai​ The Address of Jazz in Bandung​ sejak terbentuk pada tahun 2013 berkomitmen menjadikan icon jazz sebagai ajang kreasi dan apresiasi musisi jazz, serta melahirkan musisi jazz yang handal di kancah musik nasional maupun internasional,” pungkas Bobby Renaldi.

Sedangkan Eq Puradiredja mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi adanya kompetisi seperti ini, di mana semangat untuk berkarya tidak terbatasi oleh situasi pandemi yang sedang berlangsung.

“Dengan konsep virtual tidak menghalangi untuk para musisi muda untuk berkreasi, saya berharap para peserta dapat memberikan wow factor serta dapat mengemas pertunjukan mereka secara apik dengan aransemen yang kreatif di luar penilaian lain seperti musikalitas, harmonisasi, dan interpretasi,” kata Eq Puradiredja.

TPJF International online Jazz Competition mendapatkan dukungan dari Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis.

Erasmus Huis sudah sejak 2018 mendukung The Papandayan Jazz Fest, melalui dukungannya terhadap musik Erasmus Huis ingin memberikan ruang bagi seni, seniman dan kelompok Indonesia sehingga kegiatan ini bisa menjadi perekat hubungan antara kedua bangsa. (BRH / RLS)