Sambut HJKB ke-211, DPD PSI Kota Bandung Beri Catatan Merah Kepemimpinan Walikota Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menyambut Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-211, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandung memberikan catatan merah kepemimpinan Walikota Bandung Oded M. Danial dan menagih janji-janji Walikota Bandung kepada masyarakat Kota Bandung yang belum terpenuhi.

Hal ini diungkapkan saat Press Conference DPD PSI Kota Bandung, Sabtu, (25/9/2021), di Kantor DPW PSI Ruko City Square Blok A1-1, jalan Abdul Rahman Saleh No.9 Bandung.

Hadir saat Press Conference, Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat, Politisi PSI kota Bandung Erick Darmadjaya yang juga menjabat Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bandung, Anggota DPRD kota Bandung Christian Julianto Budiman, dan Wakil Ketua DPD PSI Kota Bandung Gina Mardiana.

“Menyambut Hari Jadi Kota Bandung ke-211, DPD PSI kota Bandung ingin memberikan harapan dan masukan bagi pemerintah Kota Bandung khususnya Walikota Bandung,” kata Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat di awal paparannya.

“Hari Jadi Kota Bandung ke-211 menjadi momentum DPD PSI kota Bandung untuk mengingatkan Walikota Bandung akan janji-janjinya kepada masyarakat kota Bandung,” ujar Yoel Yosaphat.

Lebih lanjut Yoel Yosaphat mengatakan, DPD PSI kota Bandung ingin selalu memberikan masukan terbaik untuk kemajuan Kota Bandung,

“Ada beberapa poin janji dan indikator kinerja Walikota Bandung yang ingin PSI ingatkan, seperti kematangan Smart City,” ungkap Yoel Yosaphat.

“Seperti kita ketahui, Pemerintah Kota Bandung meraih penghargaan Top 50 Smart City dunia dari Eden Strategy Institute, namun kenyataan di lapangan, masyarakat kota Bandung kesulitan untuk mendapatkan informasi dan data,” ungkap Yoel Yosaphat.

“Saat ini Pemkot dan Dinas di kota Bandung membuat aplikasi hingga mencapai ratusan aplikasi dengan biaya yang besar, sampai-sampai HP saya penuh oleh aplikasi yang dibuat oleh Pemkot dan Dinas di Kota Bandung,” ungkap Yoel Yosaphat, “Apakah ini yang dinamakan Smart City,” ujarnya.

“Kami berharap Pemerintah kota Bandung dapat membuat sistem yang menyederhanakan dan memudahkan masyarakat untuk mengakses data dan informasi,” tegas Yoel Yosaphat.

Politisi PSI kota Bandung Erick Darmadjaya yang juga menjabat Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bandung memberikan catatan terkait peningkatan Insentif RT dan RW yang dijanjikan Walikota Bandung Oded M Danial.

“Peningkatan insentif untuk RT dan RW menjadi janji yang dinantikan untuk direalisasikan,” ungkap Erick Darmadjaya, “Tiga tahun kepemimpinan Walikota Bandung sudah berlalu, namun belum ada tanda-tanda kenaikan insentif untuk pengurus RT dan RW,” tegasnya.

“Kami juga berharap untuk mewujudkan Bandung Sejahtera, Walikota Bandung dapat memberikan kenaikan honor untuk para Petugas Gober dan Linmas yang telah bekerja keras menjaga kebersihan dan keamanan Kota Bandung,” kata Erick Darmadjaya.

“Kami juga berharap Pemerintah Kota Bandung dapat memberikan kado terbaik berupa program pemulihan ekonomi bagi warga kota Bandung,” pungkas Erick Darmadjaya.

Berikut beberapa janji dan indikator kerja Walikota Bandung yang ingin DPD PSI kota Bandung ingatkan

  1. Kematangan Smart City

Bandung Smart City adalah sebuah keniscayaan bagi warga Kota Bandung.

Terlebih pada Maret 2021 Pemerintah Kota Bandung meraih penghargaan Top 50 Smart City dunia dari Eden Strategy Institute, publik semakin berharap Kota Bandung akan menjadi kota yang benar-benar cerdas.

Tetapi, harapan itu berbanding terbalik dengan penurunan target Smart City yang diusulkan pemerintah dalam Perubahan RPJMD.

Smart City atau kota yang memanfaatkan teknologi informasi oleh pemerintah kepada masyarakat dalam berbagai aspek agar bersinergi dalam pembangunan kota, seolah lumpuh karena pandemi.

Miris dikala masyarakat semakin smart dalam beradaptasi dengan sistem yang serba online karena pembatasan sosial dan jaga jarak fisik, kota Bandung malah tidak mampu meningkatkan level pelayanan onlinenya.

Kota Bandung justru menurunkan target kematangan Smart City menjadi tingkat Integrative hingga tahun 2023.

Praktis tidak ada peningkatan level Smart City sejak sepeninggalan Walikota Ridwan Kamil.

  1. PIPPK Plus

Untuk mewujudkan Bandung Unggul, pemerintah kota menjanjikan adanya kenaikan anggaran PIPPK dari 100 juta / RW menjadi 125 juta / RW, tetapi janji politik ini tidak terealisasi hingga tahun ketiga masa jabatan Walikota Bandung Oded M. Danial.

Alih-alih mendapatkan dana tambahan, anggaran PIPPK justru terpotong hingga 50% dengan tujuan penanganan Covid.

Pengalihan anggaran di tahun lalu dan tahun ini sebenarnya dapat diterima oleh warga Kota Bandung, tetapi agar publik tidak berprasangka terhadap adanya realokasi anggaran selama dua tahun terakhir, maka kami meminta transparansi pengalihan anggaran ini agar dapat dibuka kepada publik, dan berharap janji PIPPK Plus dapat dilaksanakan pada tahun mendatang.

  1. Youthspace di Setiap Kelurahan

Janji politik Walikota Bandung untuk menciptakan 151 youthspace juga menjadi janji yang direvisi dalam perubahan RPJMD.

Target 1 kelurahan 1 youthspace direvisi menjadi 1 kecamatan 1 youthspace.

Penurunan target sebesar 80% ini sebenarnya sudah mengecewakan bagi para pemuda yang begitu menanti-nantikan kehadiran youthspace untuk sarana berkreasi.

Terlebih, dari target baru sebanyak 30 youthspace, hingga 3 tahun masa jabatan Oded M. Danial baru berhasil merealisasi 30% target atau sebanyak 9 youthspace.

Kami berharap 70% target yang dicanangkan dapat tercapai pada akhir masa jabatan Walikota Bandung.

  1. Revitalisasi Sarana Olahraga di Setiap Kecamatan

Pemenuhan janji revitalisasi sarana olahraga sebagai usaha mewujudkan Bandung Nyaman juga kami harapkan menjadi perhatian bagi Pemkot Bandung.

Sebagai pengingat, hingga akhir tahun lalu baru 2 sarana olahraga yang berhasil direvitalisasi atau setara dengan 6,7% dari target yang ditetapkan.

Kami berharap dalam 2 tahun mendatang, pemerintah Kota Bandung dapat menyelesaikan semua revitalisasi sarana olahraga yang ada di 30 kecamatan di Kota Bandung.

Apalagi dengan pembatasan jumlah pemakai sarana olahraga, justru dibutuhkan lebih banyak sarana di seluruh Kota Bandung agar warga tetap berolahraga dan menjaga kesehatan tubuhnya.

  1. Pemeliharaan Infrastruktur dan Sistem Transportasi Publik

DPD PSI Kota Bandung berharap Pemerintah Kota Bandung tidak melupakan pemeliharaan infrastruktur yang telah ada.

Bandung Nyaman perlu didukung oleh infrastruktur yang baik, seperti pemeliharaan taman sebagai ruang publik, penerangan jalan umum yang cukup, hingga sistem transportasi umum yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua kelompok pengguna.

Setelah pandemi Covid-19 berlalu dan rakyat berhubungan sosial kembali, apakah juga akan kembali kepada situasi transportasi lama?

  1. Peningkatan Insentif RT dan RW

Peningkatan insentif untuk RT dan RW juga menjadi janji yang dinantikan untuk dapat direalisasi.

Tiga tahun sudah berlalu, tetapi belum ada tanda-tanda akan adanya kenaikan insentif bagi pengurus RT dan RW.

Bahkan untuk mewujudkan Bandung Sejahtera, DPD PSI Kota Bandung berharap Walikota Bandung dapat memberikan kenaikan honor para petugas Gober dan Linmas yang telah bekerja keras menjaga kebersihan dan keamanan Kota Bandung.

Hingga saat ini, para Pahlawan tersebut seakan tidak mendapatkan perhatian yang layak dari Pemerintah Kota Bandung.

  1. Pemulihan Ekonomi

DPD PSI Kota Bandung berharap pemerintah Kota Bandung dapat memberikan kado terbaik berupa program-program pemulihan ekonomi bagi warga kota Bandung.

Data terbaru dari BPS menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Bandung adalah sebesar 11,19% jauh lebih tinggi dari target sebesar 8,29% di tahun 2021.

Dalam rangka untuk membuka tambahan lapangan kerja, program pemulihan ekonomi untuk para pelaku UMKM menjadi suatu hal yang sangat dinantikan.

Data BPS mencatat ada lebih dari 147 ribu pelaku UMKM di Kota Bandung.

Hal ini menunjukan perlunya perhatian khusus dari Pemerintah untuk para pelaku usaha guna pemulihan ekonomi di Kota Bandung.

(BRH)