KPPU Kanwil III Gelar Forum Jurnalis Bahas Persaingan Usaha di Jabar

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Komisi Pengawas Persaingan Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil III menggelar Forum Jurnalis, Kamis, (2/12/2021), di Kantor KPPU Kanwil III jalan PHH Mustofa No. 22 Bandung, Forum Jurnalis digelar untuk membahas berbagai persoalan, di antaranya indeks persaingan usaha di Jawa Barat.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor KPPU Kanwil III Lina Rosmiati, Kepala Bidang Penegakan Hukum KPPU Kanwil III A.A Gde Danendra, Kepala Bidang Kajian dan Advokasi KPPU Kanwil III Shobi Kurnia, dan para awak media cetak, elektronik, maupun online.

Kepala Kantor KPPU Kanwil III Lina Rosmiati saat kegiatan Forum Jurnalis mengungkapkan, indeks persaingan usaha di Jawa Barat pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2020.

Lina Rosmiati mengatakan, pada tahun 2020 nilai indeks persaingan usaha di Jawa Barat 5,07 dan di tahun 2021 meningkat menjadi 5,24.

“Selain menjadi indikator kinerja KPPU, pengukuran indeks persaingan memberikan indikasi apakah daya saing, produktivitas dan efisiensi sektor ekonomi di Indonesia semakin baik atau tidak,” kata Lina Rosmiati

Lebih lanjut Lina Rosmiati mengatakan, tingkat persaingan usaha yang tinggi di Jawa Barat di antaranya ada pada sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Sedangkan tingkat persaingan usaha yang rendah ada pada sektor pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengolahan sampah, limbah dan daur ulang, serta jasa perusahaan,” kata Lina Rosmiati.

“Pada sektor dengan persaingan tinggi atau mendekati struktur pasar yang kompetitif, ditemukan jumlah pelaku usaha atau pemasok banyak, relatif rendahnya hambatan masuk industri atau pasar, relatif rendahnya konsentrasi pasar, dan banyaknya varian produk dalam sektor tersebut,” kata Lina Rosmiati.

“Hal Ini menghasilkan perilaku industri yang sehat dan kinerja pasar yang baik, dan terjadi peningkatan efisiensi, produktifitas serta profitabilitas yang wajar,” ujar Lina Rosmiati.

Lina Rosmiati menambahkan, indikasi ini didasarkan pada konsep bahwa lingkungan yang kompetitif akan menciptakan efisiensi dan produktivitas yang semakin tinggi, yang kemudian akan berdampak kepada daya saing suatu negara atau daerah.

Lina Rosmiati menjelaskan, dengan menggunakan seluruh dimensi yang ada, Jawa Barat dimensi regulasinya memiliki rata-rata skor tertinggi 6,60, sementara dimensi perilaku memiliki rata-rata terendah 4,01.

“Hal tersebut mengindikasikan regulasi di Jawa Barat telah mendorong terciptanya persaingan usaha yang tinggi,” kata Lina Rosmiati.

“Sedangkan rendahnya skor dimensi perilaku mengindikasikan adanya perilaku pelaku usaha yang mengarah pada persaingan usaha tidak sehat,” tegas Lina Rosmiati.

“Hasil indeks persaingan usaha ini akan menjadi acuan bagi pengawasan KPPU Kanwil III di Jawa Barat dengan menyusun program-program, kegiatan atau tindakan yang tepat untuk meningkatkan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat di kalangan pelaku usaha,” pungkas Lina Rosmiati. (FJR / ST)