Puncak Peringatan Hari Koperasi Ke-75 digelar Dekopinwil Jabar di Gedung Senbik

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat menggelar Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-75, Selasa, (30/8/2022), di Halaman Gedung Senbik Jawa Barat, jalan Soekarno Hatta Bandung.

Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-75 dihadiri pimpinan pusat Dekopin, Dr. Agung Sudjatmoko, Ketua Dekopinwil Jabar Mustofa Djamaludin, Rektor Universitas Koperasi Indonesia atau Ikopin University H. Burhanuddin Abdullah, Sesepuh Jabar Popong Otje Djunjunan, Kepala Divisi Organisasi Dekopin Wilayah Jawa Barat, H. Yaya Sunarya, SH., MM., dan Jajaran Dekopinda se-Jawa Barat.

Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-75 dimeriahkan kehadiran 70 stand produk unggulan UMKM, Sosialisasi Kopsis Dan program pembinaan UMKM, serta Pentas Seni yang melibatkan juga para musisi dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD Jabar, melainkan patungan dari Dekopinda se-Jawa Barat dan para sponsor.

Dekopin Pusat, Dr Agung Sudjatmoko dalam sambutannya mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih terdampak dengan pandemi Covid-19 dan isu kenaikan harga kebutuhan pokok serta energi, “Namun menghadapi tahun politik yang berpotensi pada perlambatan ekonomi tidak serta merta membuat gerakan koperasi terhambat,” ujarnya.

“Kita harus menyadari dinamika politik, sosial, ekonomi yang dirasakan masyarakat kita hari ini masih dalam kondisi yang dinamis,” kata Agung Sudjatmoko.

“Kita juga masih menyadari hari ini masih terjadi perlambatan ekonomi akibat faktor internal dan eksternal, dinamika politik akan segera terjadi di tahun 2023 dan 2024 di mana kita akan menjalani kontestasi pilpres, pileg dan pilkada,” ungkap Agung Sudjatmoko.

“Catatan kita sebagai orang gerakan koperasi, dinamika apapun sejak tahun 1947 sampai hari ini ketika kongres koperasi pertama kali terjadi dan kita rasakan, koperasi tetap eksis, tidak ada hambatan untuk kita bergerak, termasuk Dekopin,” tegas Agung Sudjatmoko.

Lebih lanjut Agung Sudjatmoko mengingatkan agar badan usaha adaptable terhadap perkembangan teknologi digital.

“Dengan adanya pandemi, terjadi percepatan pertumbuhan dan perkembangan teknologi digital, di mana badan usaha yang bisa melakukan percepatan adaptasi, maka mereka bisa eksis,” kata Agung Sudjatmoko.

“Dinamika itu akan menjadi tantangan kita saat ini dan ke depan, dan saya berpesan pelaku koperasi untuk meningkatkan peran serta kaum milenial dalam keanggotaan,” pangkas Agung Sudjatmoko.

Sedangkan Ketua Dekopinwil Jawa Barat Mustofa Djamaludin saat Press Conference mengatakan, pihaknya mendorong sumberdaya kaum muda berlatar belakang pendidikan koperasi untuk membantu mengembangkan koperasi di Jawa Barat.

“Perkembangan teknologi informasi saat ini cukup sulit dipelajari dan diterapkan oleh orang-orang berusia di atas 50 tahun ke atas, untuk itu diperlukan generasi muda khususnya alumni Universitas Koperasi Indonesia untuk membantu koperasi,” tegas Mustofa Djamaludin.

“Orang tua punya jaringan, kemampuan dimiliki generasi muda, jika dipadukan ini akan menjadi kekuatan,” ungkap Mustofa Djamaludin.

Lebih lanjut Mustofa Djamaludin mengatakan, semua itu dalam rangka menumbuhkan kembali gerakan koperasi, dan dalam rangka membangun ekonomi di wilayah kerja skala mikro dan makro.

“Kita ingin bekerjasama dengan Universitas Koperasi Indonesia untuk membangun inkubator, karena inkubator salah satu pendamping koperasi agar matang ke depan,” pungkas Mustofa Djamaludin.

Sedangkan Rektor Universitas Koperasi Indonesia H. Burhanuddin Abdullah
mendukung pengembangan koperasi di masa yang akan datang yang melibatkan generasi muda di dalamnya.

“Kita ini punya ruang gerak dan ruang perbaikan serta ruang pertumbuhan koperasi yang sangat besar,” ungkap Burhanuddin Abdullah.

“Rakyat Indonesia berpenduduk 270 juta jiwa lebih, namun baru sekitar sepuluh persen yang menjadi anggota koperasi,” ungkap Burhanuddin Abdullah.

“Oleh karena itu diperlukan berbagai hal untuk memajukan koperasi, di antaranya koperasi harus kreatif dan inovatif serta harus belajar, maka generasi mudalah yang kini harus memajukan koperasi, karena tanpa belajar, koperasi akan sulit berkembang,” ungkap Burhanuddin Abdullah.

Lebih lanjut Burhanuddin Abdullah mendorong Pemerintah untuk membangun regulasi sistem perekonomian agar koperasi bisa lebih leluasa bergerak.

“Sangat penting adalah peran Pemerintah dalam mengembangkan regulasi sistem perekonomian yang sudah diamanatkan di dalam UUD 45 pasal 33 ayat 5, jadi harus ada Undang-Undang yang mengatur sistem perekonomian supaya jelas hubungan antara BUMN, BUMS, Koperasi dan pemerintah,” pangkas Burhanuddin Abdullah. (BRH / ST)