Budi Susatijo: Manfaatkan Hutan Tanpa Merusak Hutan

IMG_20140516_003156

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Budi Susatijo mengatakan bahwa masyarakat boleh saja memanfaatkan hutan, tetapi jangan sampai merusaknya.

Hal tersebut dikatakan Budi pada saat Diskusi, “Jaga Leuweung”, Kamis, (15/5/2014), di Rumah Makan Sindang Reret jalan Surapati Bandung.

Turut hadir dalam diskusi ini Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Moderator Sulhan Syafi’i, dan para wartawan baik cetak, televisi, maupun Online.

“Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat akan terus mengarahkan masyarakat agar jangan sampai merusak hutan”, kata Budi di awal paparannya, “Manfaatkan hutan tanpa merusak hutan”, tegasnya.

Mengenai kerusakan hutan rakyat di Jawa Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jabar tidak bisa mendata luas kerusakan secara akurat, “Hutan rakyat selalu berubah fungsi, dikarenakan hutan rakyat lebih luas”, kata Budi.

“Menurut data yang tercatat di Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, luas hutan rakyat mencapai 1,4 juta hektare, luas lahan Perhutani 700 ribu hektare, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menguasai 70 ribu hektare.

“Sekitar 30 ribu hektare hutan Perhutani dan 5 ribu hektare hutan BKSDA mengalami kerusakan”, kata Budi, “Sebelumnya hutan-hutan tersebut penghasil kayu, namun kini menjadi sawah kering”, ungkapnya.

Di akhir paparannya Budi secara tegas mengatakan bahwa Dinas Kehutanan Provinsi Jabar akan terus mendorong ketahanan pangan seperti padi, palawija dan jagung agar tercatat dalam catatan hutan rakyat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ┬ámengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengusulkan agar pemerintah pusat membeli sebagian besar hutan rakyat yang masih memiliki fungsi konservasi agar fungsi hutan kembali seperti semula, “Usulan ini masih wacana”, kata Heryawan.

“Jawa Barat paling banyak memiliki hutan rakyat, namun tidak dikelola dengan baik”, kata Heryawan, “Masih banyak hutan rakyat yang gundul karena tidak dikelola dan dimanfaatkan secara benar”, ujarnya.

“Hutan harus selalu terjaga, agar bermanfaat bagi manusia dan makhluk lainnya”, kata Heryawan, “Hutan dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, oleh karena itu jangan dirusak”, tegasnya.

“Hutan bermanfaat untuk pembuatan mebel, kertas, dan tisu”, ujarnya. “Tidak ada yang melarang hutan dimanfaatkan, tetapi harus seimbang dan jangan berlebihan”, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)