Mediator Sengketa Proyek Garuda Wisnu Kencana Nyatakan Berhenti

IMG_20140712_173216ARCOM.CO.ID ,Bandung. Akhirnya Team Mediator yang menangani sengketa proyek Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali menyatakan mundur setelah pihak yang bersengketa yaitu Eddy Sukamto dan Nyoman Nuarta tidak menemukan titik temu.

Hal ini terungkap dalam Konferensi Pers Kasus Sengketa Proyek GWK, Sabtu, (12/7/2014), di Cafe Dakken jalan RE Martadinata (jalan Riau) Bandung, turut hadir dalam acara ini Ketua Tim Mediator Firman Turmantara dan Anggota Tim Mediator Irwan D Hadinata.

“Nyoman Nuarta selama ini tidak pernah memberikan bukti-bukti adanya unsur penipuan yang dilakukan Eddy Sukamto”, kata Firman di awal penjelasannya, “Padahal Nyoman Nuarta pernah berjanji akan menyertakan anggotanya yang mengetahui masalah administrasi pembukuan dan transaksi kerjasama antara Nyoman Nuarta dan Eddy Sukamto”, ujarnya.

“Setelah beberapa bulan kami menunggu bukti-bukti yang dijanjikan Nyoman Nuarta, ternyata Nyoman tidak pernah memberikan bukti-bukti tersebut”, ungkap Firman, “Sehingga Anggota Tim Mediator Irwan D Hadinata tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya untuk dijadikan dasar tuntutan”, tegasnya.

Lebih lanjut Firman menjelaskan bahwa berdasarkan dokumen yang diterima dari Eddy Sukamto dan telah dikaji secara seksama oleh Tim Mediator, maka tidak ditemukan unsur penipuan seperti yang dituduhkan oleh Nyoman Nuarta kepada Eddy Sukamto, “Kami sebagai Tim Mediator tidak mengetahui apa sebetulnya yang dituntut oleh Nyoman Nuarta”, tegas Firman.

“Kami tidak memiliki kapasitas untuk memberikan kesimpulan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar”, kata Firman, “Karena kedudukan kami lebih kepada penyampaian informasi yang terjadi selama upaya proses mediasi dilakukan”, ujarnya.

“Tim Mediator hingga kini tidak memperoleh bukti atau unsur-unsur penzaliman dari pengusaha Eddy Sukamto kepada seniman nasional Nyoman Nuarta”, tegas Firman.

“Mengingat selama proses mediasi yang telah dilakukan tidak terdapat titik temu antara pihak Eddy Sukamto dan Nyoman Nuarta, maka dengan ini kami menyatakan berhenti sebagai mediator dalam sengketa proyek Garuda Wisnu Kencana”, kata Firman di akhir paparannya.

Tim Mediator yang diketuai Firman Turmantara dan Anggota Tim Mediator Irwan D Hadinata awalnya bersedia melakukan upaya mediasi dikarenakan dilandasi pemikiran adanya kepentingan nasional atas proyek Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan demi menghindari adanya masalah hukum dalam proyek ini, mengingat Nyoman Nuarta sebagai penggagas proyek GWK adalah seorang seniman dan aset bangsa yang tak ternilai. (Bagoes Rinthoadi)