Perolehan Suara Prabowo Di Jawa Barat Mencapai 62 Persen

IMG_20140710_220401ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Ferry Julianto menegaskan bahwa berdasarkan hasil rekapitulasi C1, maka pasangan Capres-Cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menang di Jawa Barat dengan perolehan suara 62 persen.

Hal ini ditegaskan Ferry di sela-sela Doa Bersama dan Deklarasi Kemenangan Prabowo-Hatta untuk wilayah kota Bandung, Kamis malam, (10/7/2014), di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat jalan Dipati Ukur Bandung.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Tim Koalisi Merah Putih Kota Bandung Sodik Mudjahid, perwakilan partai-partai koalisi, dan ratusan relawan serta pendukung Prabowo-Hatta.

“Pemilu di Jawa Barat merupakan pemilu yang terbesar di Indonesia, karena diikuti 23 juta pemilih”, kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Ferry Julianto dalam sesi wawancara.

“Selisih suara pasangan Prabowo-Hatta dengan Jokowi-Jusuf Kalla mencapai enam juta suara”, ungkap Ferry, “Dengan dasar tersebut, tanpa mendahului keputusan KPU, siapapun yang menang di Provinsi Jawa Barat akan menang secara nasional”, tegasnya.

“Walaupun pasangan Prabowo-Hatta kekurangan suara di provinsi lain, hal ini dapat tertutupi dengan kemenangan di Provinsi Jawa Barat”, kata Ferry.

Lebih lanjut Ferry menghimbau kepada para relawan dan pendukung Prabowo-Hatta untuk tidak terpancing, tidak tertipu, dan tidak terpengaruh oleh pembentukan opini yang disampaikan pihak Jokowi-JK.

“Pihak Jokowi-JK berargumentasi bahwa kemenangannya diperoleh dari lembaga-lembaga survei yang sekarang sedang kita pertanyakan keabsahannya”, tegas Ferry, ” Kami beranggapan lembaga survei yang disajikan melalui salah satu media televisi notabene merupakan tim sukses dari pasangan Jokowi- JK”, ujarnya.

“Saya beranggapan Jokowi-JK melakukan manuver politik dengan mengumumkan kemenangannya sebelum ada rekapitulasi suara yang sebenarnya”, tegas Ferry, “Dengan margin error yang sangat kecil, seharusnya semua pihak menahan diri untuk tidak menyampaikan kemenangannya”, katanya.

Lebih lanjut Ferry menyayangkan sikap Jokowi-JK dan seluruh pendukungnya yang menyatakan kemenangan berada di pihak mereka, “Menurut saya itu absurd dan merupakan peristiwa politik yang ingin menjungkirbalikkan fakta dan membentuk opini seakan-akan mereka yang menang, padahal sama sekali belum”, tegasnya.

“Kami mengingatkan kepada relawan, partai-partai koalisi dan para pendukung Prabowo-Hatta di Jawa Barat agar optimis serta mengawal proses rekapitulasi suara sampai dengan di tingkat pusat hingga nantinya diumumkan oleh KPU pada 22 juli 2014”, kata Ferry.

Mengenai pelanggaran Pemilu, Ferry menyatakan bahwa pihaknya menemukan pelanggaran dan kecurangan-kecurangan di beberapa daerah di Jawa Barat, “Di Majalengka kami mengungkap adanya kecamatan yang dilarang untuk menyampaikan hasil rekapitulasi kepada saksi-saksi”, ujarnya.

“Dengan adanya kejadian tersebut, ada indikasi kuat bahwa memang sedang terjadi operasi-operasi dan langkah-langkah politik yang sedang dilakukan pihak Jokowi-JK”, ujar Ferry.

“Saya khawatir ketika hasil rekapitulasi diumumkan secara resmi oleh KPU pada 22 Juli nanti dan ternyata yang menang pasangan Prabowo-Hatta, saya tidak tahu apa yang terjadi di pihak Jokowi-JK dan para pendukungnya”, kata Ferry, “Tentu mereka akan beranggapan ada kecurangan yang dilakukan Prabowo-Hatta”, ujarnya, “Apalagi Jusuf Kalla pernah berkata bahwa hanya kecuranganlah yang dapat mengalahkan Jokowi-JK”, ungkapnya.

“Menurut saya, walaupun Jokowi-JK ada upaya-upaya menggagalkan hasil Pemilu, namun Prabowo-Hatta lebih siap menerima hasil Pemilu”, kata Ferry di akhir wawancara. (Bagoes Rinthoadi)