Penelitian HDI Dipresentasikan Di International Biomolecular Conference

IMG_20140920_034908ARCOM.CO.ID ,Bandung. Setelah melakukan riset selama 8 tahun, akhirnya perusahaan Network Marketing HDI berkesempatan mempresentasikan penelitiannya di acara, “3rd Bandung International Biomolecular Medicine Conference,” yang berlangsung, Rabu-Jumat, (17-19/9/2014), di The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto Bandung.

Hal ini diungkapkan Senior Business & Product Development Manager HDI Indonesia Alva Paloma dalam Press Conference HDI, Kamis, (18/9/2014), di Meeting Room The Trans Luxury Hotel.

Turut hadir dalam Press Conference, Staf Pengajar Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU) Sufitni, Staf Pengajar Departemen Farmakologi dan Terapeutik FK USU Yunita Sari Pane, dan Corporate Communications HDI Indonesia Reni Nugrahika.

“HDI selalu aktif terlibat dalam penelitian kesehatan dan memberikan informasi mengenai HDI Propoelix,” kata Senior Business & Product Development Manager HDI Indonesia Alva Paloma di awal paparannya, “Hal ini dilakukan agar masyarakat Indonesia mengetahui produk yang baik bagi kesehatan,” ujarnya.

“HDI Indonesia telah melakukan riset Propoelix ekstrak selama 8 tahun,” kata Alva, “Propoelix ekstrak diantaranya berfungsi untuk pengobatan dan pencegahan penyakit demam berdarah,” ujarnya, “Pemilihan bahan baku kami pilih secara seksama dan telah dilakukan uji klinis di RS Persahabatan dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta,” ungkapnya.

“HDI sebagai perusahaan Network bertaraf internasional mengkhususkan diri pada produk-produk kesehatan berbasis perlebahan,” kata Alva, “HDI Propoelix merupakan salah satu penemuan revolusioner di bidang kesehatan,” tegasnya.

Di akhir paparannya Alva mengatakan bahwa HDI Propoelix merupakan kombinasi propolis yang berasal dari berbagai belahan dunia (Super Blend) yang telah melalui proses ekstraksi berteknologi khusus.

Staf Pengajar Departemen Farmakologi dan Terapeutik FK USU Yunita Sari Pane menjelaskan bahwa dalam penelitiannya ditemukan zat dari Propolis yang diinginkannya untuk pencegahan penyakit Cardiovascular, “Saat ini penelitian dilakukan pada tikus putih kecil (Mencit), nanti ke depannya akan kita tingkatkan uji klinis pada manusia,” ungkapnya.

“Kita harapkan zat CAPE (Caffeic Acid Penethyl Ester) pada Propolis dapat mencegah Aterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah),” kata Yunita, “Penelitian yang kami lakukan menunjukkan hasil yang signifikan yaitu pemberian ekstrak Propolis tidak meningkatkan kadar gula dalam darah,” tegasnya, “Ekstrak Propolis efektif meningkatkan kekenyalan dinding Aorta sehingga fleksibel dan tidak mudah pecah,” ujarnya.

“Kami melakukan penelitian esktrak Propolis selama 42 hari,” ujar Yunita, “Penelitian kami dipresentasikan secara Oral Poster di Bandung International Biomolecular Medicine Conference, dan akan dinilai oleh para juri untuk masuk ke dalam jurnal kedokteran,” kata Yunita di akhir penjelasannya.

Konferensi internasional, “3rd Bandung International Biomolecular Medicine Conference” menampilkan pembicara ahli dari beberapa negara, diantaranya, Jerman, Thailand, Jepang, Singapura, Swedia, Amerika, Belanda, dan Indonesia.

Tujuan konferensi internasional ini adalah menampilkan dan menyebarkan hasil penelitian medis terutama di bidang kedokteran biomolekuler. (Bagoes Rinthoadi)