Ridwan Kamil: Kota Bandung Masih Kekurangan Rumah Sakit

IMG_20140927_232957ARCOM.CO.ID ,Bandung. Walikota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa hingga saat ini kota Bandung masih kekurangan Rumah Sakit.

Hal ini diungkapkan Ridwan Kamil atau biasa disapa Emil dalam sambutannya pada acara Peletakan Batu Pertama / Ground Breaking Siloam Hospitals Bandung, Sabtu, (27/9/2014), di jalan Sumatera Bandung.

Turut hadir dalam acara ini,CEO Lippo Group sekaligus Founder Siloam Hospitals James Tjahaja Riady, Komisaris Independen Siloam Hospitals Muladi, dan Direktur Utama PT Multi Matra Indonesia (MMI) Edi Sukamto.

“Kota Bandung masih kekurangan rumah sakit,” ungkap Emil di awal paparannya, “Namun tahun depan rencananya akan ada tiga sampai empat rumah sakit baru di kota Bandung,” katanya, “Saya berharap ke depannya ada pihak swasta yang mendirikan rumah sakit di kota Bandung,” ujarnya.

Lebih lanjut Emil mengapresiasi rencana pembangunan Siloam Hospitals di kota Bandung, “Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Siloam Hospitals sudah selesai, tinggal ijin rumah sakit yang sedang dalam proses,” ungkapnya.

“Saya berharap dangan adanya Siloam Hospitals di kota Bandung dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandung, dan yang terpenting warga Bandung tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berobat,” kata Emil di akhir paparannya.

CEO Lippo Group sekaligus Founder Siloam Hospitals James Tjahaja Riady dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah kebutuhan fisik dan Biological, “Masyarakat membutuhkan rasa aman,” kata James.

Lebih lanjut James mengatakan bahwa saat ini terjadi transformasi fisik dan sosial yang luar biasa di kota Bandung, “Kontribusi Lippo Group lebih kepada transformasi manusia,” ungkapnya.

Mengenai pembangunan Siloam Hospitals di kota Bandung James menjelaskan bahwa Siloam Hospitals menjalin kemitraan dengan para dokter, “Rumah sakit ini didirikan untuk membangun manusia dan tidak melihat transaksi komersil,” tegasnya.

“Diharapkan Rumah Sakit milik publik ini memberikan kontribusi positif dan menjadikan Bandung kota sehat, karena yang kita butuhkan adalah Healing atau penyembuhan,” ujarnya.

“Siloam diharapkan menjadi aset kota Bandung, dan pasien dari kota Bandung tidak perlu lagi diterbangkan ke Jakarta,” kata James di akhir sambutannya.

Siloam Hospitals Bandung yang siap dibangun ini merupakan rumah sakit bertaraf internasional dengan kapasitas tempat tidur pasien sebanyak 280 buah, serta dilengkapi teknologi CT Scan 128 Slices, MRI 1.5 Tesla, Cathlab, dan peralatan canggih lainnya senilai USD 2 juta.

Layanan yang dihadirkan Siloam Hospitals Bandung diantaranya, CardioVascular Center, NeuroScience, dan Internal Medicine.

Siloam Hospitals Bandung memiliki luas 3.753 m2, dan direncanakan dibangun setinggi 15 lantai dengan total investasi sebesar USD 40 juta sudah termasuk pusat retail. (Bagoes Rinthoadi)