Siswanda Sumarto: KPU Belum Menjangkau Penyandang Disabilitas

btrust

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Senior Director Bandung Trust Advisory Group (B_Trust) Siswanda Sumarto mengatakan bahwa hingga saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku lembaga negara penyelenggara pemilihan umum di Indonesia belum menjamin dan menjangkau penyandang disabilitas.

Hal tersebut dikatakan Siswanda saat Seminar Nasional dan Peluncuran Buku, “Membangun Kesetaraan Berpolitik, Jejak Langkah Penguatan Hak Politik Penyandang Disabilitas dan Lansia Pada Pemilu 2014 di Jawa Barat”, Kamis, (27/11/2014), di Hotel Horison jalan Pelajar Pejuang Bandung.

Turut hadir dalam acara ini Deputy Director B_Trust, Yuyu Komariyah, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran Susi Dwi Harjati, dan Koordinator Fasilitator penyandang disabilitas Kab/Kota se-Jawa Barat.

“Lembaga formal pemerintah maupun KPU belum menjamin dan menjangkau kaum disabilitas, mungkin karena dianggap terlalu susah dan kurang penting,” kata Senior Director Bandung Trust Advisory Group (B_Trust) Siswanda Sumarto di awal paparannya.

Lebih lanjut Siswanda menegaskan bahwa hak institusi warga negara pada dasarnya sama, baik yang normal, Lansia maupun disabilitas, “Kita perlu meningkatkan tingkat peradaban, karena peradaban yang tinggi akan meningkatkan partisipasi warga negara,” katanya.

“Kaum Disabilitas saat ini dianggap minoritas dan sangat sedikit, padahal jumlahnya sangat besar,” kata Siswanda, “Demokrasi menjadi cacat, tidak sempurna dan tidak utuh, apabila suatu komunitas tidak dilibatkan,” ujarnya.

Siswanda menegaskan bahwa Pemerintah dan KPU harus punya sikap yang adil baik pada masyarakat pada umumnya maupun masyarakat yang kekurangan akses, “Yang kekurangan kemampuan harus diprioritaskan,” katanya.

Siswanda berharap keberpihakan pemerintah dan KPU terhadap kaum Disabilitas dapat dituangkan ke dalam peraturan atau kebijakan KPU, dan dicerminkan ke dalam anggaran yang KPU susun, “Selama ini tidak terjadi, yang ada hanya sosialisasi yang bersifat umum,” ujarnya.

Siswanda mengatakan bahwa Kegiatan Seminar Nasional dan Peluncuran Buku yang didukung penuh Uni Eropa dilaksanakan dalam rangka meningkatkan partisipasi warga negara yang selama ini terabaikan, terpinggirkan, termarginalkan, dan terkesan tidak diacuhkan.

“Niat kami adalah mengangkat derajat peradaban, kalau kita peduli pada orang yang lemah, berarti kita masih mempunyai peradaban,” ujar Siswanda, “kegiatan ini dilaksanakan untuk membuang apatisme terhadap penyandang disabilitas,” kata Siswanda di akhir paparannya.

Menurut data yang dimiliki B_Trust, Populasi Lansia di Jawa Barat adalah 15 % dari penduduk Jawa Barat yang berjumlah 45 juta, artinya Lansia ada lebih dari 7 juta jiwa, sedangkan kaum Disabilitas di Jawa Barat mencapai 6 juta jiwa.

BandungTrust AdvisoryGroup (B_Trust) sendiri merupakan Lembaga yang Concern dalam hal pendidikan politik. (Bagoes Rinthoadi)