Nana Banna Pamerkan 20 Lukisan di Prama Grand Preanger

Nana 4ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pelukis kebanggaan kota Bandung Nana Banna yang hinga kini telah melakukan lebih dari 83 Pameran tunggal dan bersama di Amerika, Swiss, Jepang, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Indonesia, akhirnya di awal Juni 2015 berkesempatan memamerkan 20 lukisannya di Lobby Prama Grand Preanger selama 13 hari, (2-15/6/2015).

Hal ini terungkap dalam Press Conference Pameran Lukisan Kedamaian, Kebersamaan, dan Kasih Sayang Karya Nana Banna, Selasa sore, (2/6/2015), di Restaurant Terrace Prama Grand Preanger jalan Asia Afrika Bandung, turut hadir Kolektor seni Abrory Aljabar, dan keluarga besar Nana Banna.

“Saya belajar melukis dari Barli dan Popo Iskandar,” kata Pelukis Nana Banna di awal paparannya, “Tahun 1971 saya mulai melakukan pameran lukisan di Jakarta,” ujarnya, lebih lanjut Nana mengungkapkan bahwa di tahun 1972 dirinya mendapat penghargaan Raden Saleh Prize untuk seni grafis dalam pameran Budaya Generasi Muda di Gelanggang Generasi Muda Bulungan Jakarta.

“Kadang karya-karya saya jauh mendahului saya, artinya hanya lukisan saya saja yang dibawa ke pameran di Amerika, Swiss, dan Jepang, sedangkan saya tidak berangkat,” kata Nana sambil tertawa, “Sampai saya mengeluhkan hal ini kepada Budayawan Ayip Rosidi, dan akhirnya di tahun 1998 saya diongkosin oleh Ayip Rosidi ke Osaka Tachibana Jepang selama dua bulan,” ujarnya.

Lebih lanjut Nana mengungkapkan bahwa di tahun 1971 dirinya mendirikan Idea Galeri di jalan Pungkur 155 Bandung, “Itulah galeri pertama yang didirikan di kota Bandung,” tegasnya.

“Tahun 2008 saya diundang ke Malaysia untuk mengajar selama dua tahun,” kata Nana, “Padahal karir saya adalah guru melukis non formal,” ujarnya, “ Mungkin kegiatan saya mengajar melukis ibu-ibu tercium seseorang, dan akhirnya saya diundang ke Malaysia,” katanya.

Nana 3Pelukis Nana Bana yang kini telah memiliki lima orang anak mengatakan bahwa dirinya di usia 73 tahun akan terus melukis, “Kebetulan kelima anak saya adalah pecinta karya seni, namun belum ada yang nampak menjadi pelukis,” katanya.

Mengenai pameran lukisan, Nana mengatakan bahwa mengadakan pameran lukisan untuk seorang pelukis adalah wajib hukumnya, “Tujuan pameran lukisan adalah mengkomunikasikan karya lukisan kepada masyarakat,” tegasnya, “Di hotel ini terdapat 30 daftar lukisan saya yang akan ditampilkan, namun hanya 20 lukisan yang dipamerkan,” ujarnya.

Mengenai aliran lukisan, Nana menegaskan bahwa saat ini aliran lukisan tidak bisa dikelompok-kelompokkan, “Mungkin lukisan saya beraliran Realis (mengambil obyek dari bentuk nyata), dan bisa juga beraliran Impresionis (lukisan yang tidak mirip dengan bentuk aslinya),” katanya.

Nana 2Kolektor Seni Abrory Aljabar dalam penjelasannya mengatakan bahwa sebenarnya dirinya belum pantas untuk duduk berdampingan dengan Nana Banna, “Namun Ayip Rosidi memerintahkan saya untuk membuka pameran Nana Banna,” ujarnya.

Lebih lanjut Abrory mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai sosok Ayip Rosidi, “Jika sudah ada yang berkunjung di rumah Ayip Rosidi di Pabela, maka disana terdapat 4000 buku dan 500 lukisan,” kata Abrory, “Ternyata di sana Ayip Rosidi banyak mengoleksi lukisan karya Nana Banna,” ungkapnya.

“Melihat lukisan Nana Banna seperti disihir, dan dipeluk,” kata Abrory, “Lukisannya merasuk begitu lembut, sehingga tanpa terasa jiwa kita yang dipenuhi emosi menjadi teduh,” ujarnya, “Melihat lukisannya ya seperti melihat Pak Nana dalam bentuk lukisan,” ungkapnya, “Berhentilah membeli dan mengoleksi mobil, tapi belilah lukisan karya anak bangsa khususnya lukisan Nana Banna,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Abrory mengatakan bahwa Indonesia memiliki sejarah pelukis yang luar biasa, “Lukisan Pak Nana pasti jadi investasi, karena suatu saat akan Booming,” katanya, “Lukisan itu sebuah rasa yang tidak bisa dijelaskan karena indah, bagus, dan dalam,” ungkapnya, “Ketika melihat lukisan Pak Nana saya bahagia, ke depannya lukisan Pak Nana akan luar biasa,” tegasnya.

Nana 1Lukisan-lukisan Nana Banna yang dipamerkan di Prama Grand Preanger menggunaakan media cat minyak di atas kanvas, beberapa judul lukisannya diantaranya “Perahu Bali”, “Masjidil Haram”, “Jabal Rahmah 2”, “Kecapi Suling”, “Mimpi Seribu Bunga”, “Hitam Manis”, “Purnama di Nabawi”, “Barong”, dan “Belajar Mengaji”, harga lukisan Nana Banna di pameran ini dikisaran Rp.11.000.000 hingga Rp. 26.000.000. (Bagoes Rinthoadi)