RSUP Hasan Sadikin Kembali Merawat ‘Manusia Akar’

20150929_151558

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Hasan Sadikin Bandung untuk yang kesekian kalinya kembali merawat Dede Koswara ‘Si Manusia Akar’.

Hal ini terungkap dalam Konferensi Pers RSUP Hasan Sadikin, Selasa, (29/9/2015), di Ruang Sidang RSUP Hasan Sadikin jalan Pasteur Bandung, turut hadir Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin Ayi Djembarsari, dan Ketua Tim Dokter Penanganan Manusia Akar Oki Suarsa.

“RSUP Hasan Sadikin kembali kedatangan pasien istimewa Tuan ‘D’ yang berusia 46 tahun, atau biasa dikenal sebagai ‘Manusia Akar’,” kata Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin Ayi Djembarsari di awal paparannya, “Tuan ‘D’ masuk ke RSUP Hasan Sadikin pada Sabtu, 26 September 2015,” ujarnya.

Lebih lanjut Ayi mengatakan, sebenarnya ‘D’ pernah dirawat di RSUP Hasan Sadikin pada 1997 dan 2007, “Kondisinya saat ini sama seperti tahun 2007,” ungkapnya.

“Bisa jadi kondisi dulu dan sekarang berbeda tergantung kondisi pasiennya,” kata Ayi, “Mengenai pembiayaan Manusia Akar, semua sudah ditanggung BPJS Kesehatan,” kata Ayi di akhir paparannya.

Ketua Tim Dokter Penanganan Manusia Akar Oki Suarsa mengatakan, sebenarnya penyakit ‘D’ si Manusia Akar adalah kutil yang mengenai seluruh tubuh, “Pasien mengalami penebalan kulit dan tangan bertanduk menyerupai akar,” katanya.

“Tahun 2007 ‘D’ pulang dari RSUP Hasan Sadikin dengan perbaikan, namun sekarang penyakit lamanya timbul kembali,” ungkap Oki, “Penyebab kutil adalah dari virus HPT Tipe 2, sehingga imunitasnya menurun,” ujarnya,

Lebih lanjut Oki mengatakan, tim dokter masih mengobservasi ‘D’ si Manusia Akar, “Dokter melakukan pemeriksaan darah, USG dan Rontgen untuk menilai kondisi keseluruhan,” katanya.

“Di China ada kasus yang sama seperti ‘D’ dan pasien tersebut diberi Asitetrin,” kata Oki, “Namun ada juga obat yang membuat komplikasi dan dapat mengakibatkan liver terganggu,” ujarnya.

Di akhir paparannya Oki mengatakan, saat ini ‘D’ si Manusia Akar dirawat di lantai 5 gedung Kemuning RSUP Hasan Sadikin, “Saat ini pasien ‘D’ respirasinya meningkat, dan gerakan kaki serta tangannya terganggu, sehingga makan dan minum harus dibantu,” katanya. (Bagoes Rinthoadi)