Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 Kekurangan Peserta

20151116_115841-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Penyelenggara Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 Budi Darmabakti mengungkapkan, kegiatan Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 yang berlangsung, (16-17/11/2015), di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengalami kendala kekurangan peserta.

Hal ini diungkapkan Budi saat Konferensi Pers Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015, Senin, (15/11/2015), di Gedung Isola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jalan Setiabudi Bandung, turut hadir Perwakilan Yayasan Saung Angklung Udjo Mutiara Udjo, dan Kasi Kesenian Tradisi Bidang Kesenian dan Perfilman Disparbud Jabar Wahyu Roche.

“Kami menargetkan peserta Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 sebanyak 54 peserta, namun target tersebut tidak tercapai,” kata Ketua Penyelenggara Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 Budi Darmabakti di awal paparannya.

“Hal ini terjadi karena saat Sosialisasi Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 yang pertama, pihak sekolah yang diundang tidak hadir,” ungkap Budi, “Namun saat sosialisasi yang kedua di Saung Udjo akhirnya peserta bertambah,” ujarnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, pihaknya selaku penyelenggara akhirnya melakukan Door to Door ke sekolah-sekolah di Jawa Barat guna mengejar target 54 peserta, “Ada 17 Kabupaten di Jawa Barat yang ikut serta dalam Pasanggiri ini,” ujarnya.

“Semua peserta yang telah terdaftar harus tampil sebanyak-banyaknya di Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015, bagus tidak bagus, siap tidak siap semua peserta harus tampil,” tegasnya.

Budi pun menyoroti minimnya pelatih angklung di sekolah-sekolah, “TFT atau Training for Trainer itu penting,” katanya, “Saat ini bahkan ada satu pelatih angklung menangani empat sekolah,” ungkapnya.

Di akhir paparannya Budi mengatakan, kegiatan Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 dilaksanakan untuk memeratakan angklung di seluruh daerah, “Sebenarnya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap semua even jangan hanya berkumpul di Bandung tetapi harus menyebar,” katanya.

Perwakilan Yayasan Saung Angklung Udjo Mutiara Udjo mengatakan, pihaknya mengapresiasi para peserta yang ikut di Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015, “Tidak perlu melihat kualitas bermain angklung, yang terpenting anak-anak Happy bermain angklung,” katanya.

“Saat ini alat musik modern semakin bertambah banyak, oleh karena itu angklung harus digenerasikan dan dilindungi, dan jangan hanya dijadikan musik hiburan,” kata Mutiara.

Lebih lanjut Mutiara mengungkapkan, siswa sekolah di Malaysia, Singapura dan di Korea Selatan diwajibkan memiliki angklung, “Oleh karenanya angklung harus digaungkan ke seluruh Indonesia, dan semoga gaung angklung tidak berhenti sampai disini,” ujarnya.

Kasi Kesenian Tradisi Bidang Kesenian dan Perfilman Disparbud Jabar Wahyu Roche mengungkapkan, Disparbud Jabar dalam kegiatan Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 melakukan secara Single Fighter, “Kami belum bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, namun untuk kegiatan ke depan kita akan bekerjasama dengan Disdik,” ungkapnya.

Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015 di kampus UPI diikuti oleh perwakilan SMP dan SMA se-Jawa Barat.

“Pembukaan diawali Helaran dari setiap daerah, dan di-Insert tarian lokal setempat agar suasana tidak terlalu jenuh dengan suara angklung.

Selain itu ada kelompok pop etnik yang cukup digandrungi anak-anak muda, tidak ketinggalan mantan juara Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2013 dan 2014 akan tampil di acara ini.

Pasanggiri Angklung Jawa Barat di tahun 2017 rencananya diselenggarakan hingga tingkat Nasional. (Bagoes Rinthoadi)