Korban Kritis Pesta Miras Oplosan di Bandung Meninggal

IMG-20160324-WA0001-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Setelah mendapatkan perawatan di ruang ICU RS santosa di jalan Kebonjati Bandung, akhirnya Irfan korban kritis akibat meminum minuman keras (miras) oplosan meninggal dunia Kamis subuh, (24/3/2016).

Seperti diketahui, Selasa, (22/3/2016) lima orang yang bernama Kurniawan, Irfan, Ruslan, Chandra, dan Ringgi melakukan pesta miras di kamar kost milik Ringgi, mereka melakukan pesta miras diajak oleh almarhum Kurniawan yang sebelumnya telah menyiapkan 3 botol miras merk Jack Daniel yg dibeli dari Ramdan seharga Rp 125.000/botol, dan diduga minuman tersebut minuman palsu.

Kelimanya berpesta sejak pukul 15.00 WIB, dan setelah habis 3 botol miras, dilanjutkan dengan meminum miras oplosan yang terdiri dari 3 botol alkohol 70% ukuran 100 mili, minuman soda 1 botol dan dicampur air mineral 200 mili, keseluruhan menghabiskan 9 botol alkohol ukuran 100 mili, dan 3 botol minuman soda serta, 1 botol air mineral.

Hal tersebut terungkap ketika BE mewawancarai Ringgi yang bertugas sebagai tukang oplos di Mapolsekta Cicendo, Kamis dinihari, (24/3/2016),

Menurut Ringgi, dirinya tidak menyangka kalau dari pesta miras tersebut memakan korban jiwa kawannya sendiri (Kurniawan), sebab sewaktu mereka berpesta, almarhum Kurniawan yang mentraktir semua, dan kebetulan saat itu dirinya ingin menjamu kawannya bernama Chandra yang baru datang dari kampung untuk bekerja di Bandung.

Padahal seminggu yang lalu Ringgi dan teman-temannya sempat berpesta, tapi tidak terjadi apa apa, “Mungkin sudah takdir semua terjadi,” kata Ringgi, sedangkan Ringgi saat ini (24/3/2016) bersama Chandra tengah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Polri
Sartika Asih.

Sementara itu, satu orang lagi yang bernama Ruslan tidak diketahui keberadaannya.

Jajaran kepolisian Polsekta Cicendo hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan dengan kejadian tersebut, dan masih memintai keterangan saksi saksi lainnya serta mengumpulkan bukti bukti, hal tersebut dikatakan Wakapolsek Cicendo AKP Hidayat diruang kerjanya.

Sementara jenazah Kurniawan tadi pagi (24/3/2016) sudah diambil keluarganya untuk dimakamkan dikampung halamannya, padahal jenazah tersebut belum dilakukan otopsi mayat oleh pihak Rumah Sakit Sartika Asih, jenazah Kurniawan langsung diserahkan tanpa memberitahu dulu ke Polsek Cicendo, seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. (Abah Iwan)