Kementan, TNI AD, dan Pemkab Tasikmalaya Cetak Sawah Baru

IMG_20160905_114305

ARCOM.CO.ID ,Tasikmalaya. Kementerian Pertanian (Kementan), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), berupaya mempertahankan swasembada beras di Indonesia dengan cara mencetak sawah baru seluas 300 hektare di Kabupaten Tasikmalaya.

Hal ini terungkap pada acara penanaman bibit padi perdana di lahan cetak sawah baru 300 hektare Kamis siang, (1/9/2016), di Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Kadispertan) Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zen, Kepala Badan Karantina Pertanian / Ketua Penanggung Jawab Upaya Khusus Jawa Barat Banun Harpini, dan Ketua Tim Serap Gabah (Sergab) Jawa Barat Brigjen TNI Dudung Abdurrahman.

“Penanaman bibit padi perdana di lahan cetak sawah baru Seluas 300 hektare di Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dilakukan karena kita ingin jumlah lahan sawah meningkat,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Kadispertan) Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zen di awal paparannya.

“Dari 35 ribu hektare lahan padi dengan irigasi teknis di Kabupaten Tasikmalaya, lahan yang diharapkan untuk ditanami padi adalah seluas 15 ribu hektare,” kata Zen, “Kami ingin 15 ribu hektare tersebut ditanam dengan Padi Organik,” ujarnya.

Lebih lanjut Zen mengatakan hal tersebut dilakukan agar pemenuhan pasar termasuk ekspor bisa meningkat, “Yang kita ekspor adalah padi organik yang hanya dibawah 20 persen dari hasil panen di Tasikmalaya,” kata Zen, “Kabupaten Tasikmalaya setiap tahunnya panen 63 ribu ton beras organik, dan yang di ekspor sekitar 200 ton,” ujarnya.

“Namun perlu ada kebijakan yang utuh dari Pemerintah Pusat agar jangan sampai petani dibebani biaya sertifikasi lahan,” kata Zen.

“Pemerintah harus menyentuh modal pertanian dengan baik, tepat sasaran, menyentuh teknologi termasuk pendampingannya, dan pasar,” kata Zen, “Jangan sampai generasi muda hilang harapan pada pertanian,” ujarnya.

IMG_20160905_114309

Zen mengungkapkan, setiap tahun Kabupaten Tasikmalaya menghasilkan beras 800 ribu ton lebih, “Kita surplus beras sebanyak 270 ribu,” ujarnya.

Mengenai upaya perluasan sawah cetak baru, Zen mengakui penyempitan lahan merupakan suatu hal yang sulit untuk dihindari, “Namun kami memiliki Perda Lahan Pertanian Pembangunan Berkelanjutan atau LP2B,” kata Zen, “Dengan adanya Perda ini, 19000 hektare lahan sawah irigasi teknis tidak boleh dialih fungsikan,” tegasnya, “Hal ini dilakukan supaya ada batasan, yaitu lahan perumahan dan perdagangan sudah ada peruntukannya,” kata Zen.

“Kebetulan Kabupaten Tasikmalaya sudah memiliki irigasi yang direncanakan sejak tahun 1985 yaitu Irigasi Padawaras atau Bendungan Padawaras,” ungkap Zen, “Irigasi ini mampu mengairi 6005 hektare sawah, namun saat ini baru mengairi 1260 hektare sawah,” ujarnya.

“Hal yang perlu dilakukan adalah efisiensi air dan membendung Sungai Cijalu, karena apabila air terbendung, otomatis debit air di Padawaras meningkat tiga kali lipat,” kata Zen.

Lebih lanjut Zen mengatakan, acara penanaman bibit padi perdana di lahan cetak sawah baru Seluas 300 hektare di Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya adalah tindak lanjut MoU antara Menteri Pertanian, Mabes TNI AD dan Pemkab Tasikmalaya, “Kemudian ditindak lanjuti oleh Kodam dan Kodim,” kata Zen.

“Kita perlu ketegasan, oleh karena itu kita menggandeng TNI AD karena memiliki jalur komando,” kata Zen.

Mengenai kerja sama Pemkab Tasik dengan BPJS, Zen mengungkapkan, Petani di Kabupaten Tasikmalaya akan mendapat Rp.48 juta bila meninggal dunia ketika mencangkul di sawah dan meninggal normal mendapat Rp.24 juta, “Dari iuran BPJS Rp.37 ribu masih ada tabungan petani Rp.20 ribu,” ungkap Zen, “Slogan kami adalah Tasikmalaya Siap, Petani Punya Masa Depan,” pungkas Zen. (Bagoes Rinthoadi)