Pagelaran Kabaret Mimpi Di Dago Tea House Sukses

img_20160925_171638

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Inisiatif De’javoo Entertainment menggelar drama musikal kabaret pertama di Indonesia bertema kewirausahaan berjudul ‘Mimpi’ berlangsung sukses dan ditonton ribuan orang.

Hal ini terungkap dalam Pagelaran Kabaret ‘Mimpi’, Sabtu, (24/9/2016), di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat Dago Tea House jalan Bukit Dago Utara Bandung, turut hadir Presiden Director De’javoo Entertainment Billi Sandi Pratama.

“Di tahun 2016 De’javoo Entertainment berinisiatif menggelar pagelaran drama musikal kabaret bersama ekstrakulikuler teater dan kabaret SMP, SMA se-kota Bandung dengan tema kewirausahaan,” kata Presiden Director De’javoo Entertainment Billi Sandi Pratama atau biasa disapa Tama di awal paparannya.

“Pagelaran Kabaret ‘Mimpi’ dibagi menjadi empat sesi pertunjukan dengan membawakan cerita yang sama dan dimainkan oleh ekstrakulikuler SMAN 11 Bandung (Teater Nuansa), SMA BPI 1 Bandung (New Kabisa), SMPN 11 bandung (Sentinel), dan SMPN 28 Bandung (Bakat Parodies),” ungkap Tama.

Lebih lanjut Tama mengatakan, pagelaran kabaret ‘Mimpi’ berdurasi 1 jam 20 menit menceritakan wanita bernama Yuyun yang bekerja di PT. Mimpi Sejahtera sebuah perusahaan yang mengkoordinir pengemis-pengemis palsu untuk mendapatkan keuntungan.

img_20160925_171644

Dalam kabaret ‘Mimpi’ Yuyun diceritakan bertemu dengan keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah bernama Anwar dan anaknya Tama seorang wirausahawan yang berjualan Pempek hitam.

Anwar dan Tama adalah pedagang sederhana yang konsisten berjualan, dalam kabaret ini, Yuyun mengalami konflik batin dimana Yuyun akan melihat kebaikan Anwar dan mulai menyadari apa yang ia kerjakan sebagai pengemis adalah salah.

Penggarapan drama musikal ‘Mimpi’ dikerjakan oleh anak-anak muda kreatif yang aktif dalam kegiatan kabaret di kota Bandung, yang membedakan pertunjukan ini adalah hadirnya multimedia unik yang hanya dimiliki oleh De’javoo parodi.

Tama mengatakan, cerita kabaret ‘Mimpi’ memiliki pesan kuat, yaitu apapun kesulitan kita, selama mampu berjuang dan berusaha, jangan sampai meminta-minta, karena tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah, “Kami akan terus konsisten menyampaikan pesan–pesan positif lewat pertunjukan panggung,” ujar Tama.

Tama mengungkapkan, ada 220 anak-anak muda yang mendukung penggarapan drama musikal ‘Mimpi’, “Tetapi yang terlibat di atas panggung dalam setiap penampilan ada 40 pemain,” ujarnya.

img_20160925_171648

“Pagelaran kabaret mimpi memang didedikasikan untuk ayah saya yang bernama Anwar,” ungkap Tama, “Tokoh Yuyun disini adalah perumpamaan sebuah tekad yang kuat,” ujarnya.

“Mengapa saya angkat cerita tentang fenomena pengemis, karena ketika saya berjualan satu porsi pempek hitam hanya untung 2000 rupiah, sedangkan pengemis hanya meminta-minta dapat 2000 rupiah dari satu orang,” ungkap Tama, “Dengan cerita ini saya harap masyarakat lebih menghargai wirausaha muda,” kata Tama.

Mengenai rencana ke depan, Tama mengungkapkan, awal tahun 2017 De’javoo Entertainment akan bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) dan Sanggar Ananda pimpinan Aditya Gumay, “De’javoo bahkan pernah mendapat penghargaan dari Menpora sebagai grup pemuda berprestasi bidang seni dan budaya,” ungkapnya.

Drama musikal kabaret ‘Mimpi’ inisiatif De’javoo Entertainment yang berlangsung empat kali pertunjukan di Dago Tea House patut diancungi jempol, karena mampu menghadirkan ribuan penonton, “Pertunjukan pagi hari ditonton 980 penonton, siang 480 penonton, sore 580 penonton, dan malam akan lebih banyak lagi, karena kami memang menargetkan 3000 penonton,” kata Tama.

Di akhir paparannya Tama mengungkapkan, dunia kabaret di kota Bandung potensinya sangatlah besar, “Memang kabaret identik dengan pertunjukan 17 Agustusan, namun dengan pagelaran kabaret ‘Mimpi’ kami ingin membuat Image kabaret itu mahal,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)