API Akan Demo Ahok Selama Tujuh Hari di Jakarta

img_20161104_030356

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat (Jabar) Asep Syaripudin menegaskan, dalam “Aksi Bela Islam”, (4/11/2016), di Jakarta, pihaknya akan berdemo selama 7 hari apabila Presiden RI Joko Widodo tidak bertindak tegas dalam kasus penistaaan AlQuran yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hal ini ditegaskan Asep saat Konferensi Pers API Jabar, Kamis, (3/11/2016), di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar jalan Diponegoro Bandung.

“Hari Jumat, (4/11/2016), API Jabar akan menyampaikan aspirasi di Jakarta, dan bukan menyerang Ahok,” kata Asep di awal paparannya, “Aksi kita tidak akan anarkis tetapi bertahan,” ujarnya, “Kita tidak ada agenda rusuh,” tegasnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan, apabila Presiden RI Joko Widodo ‘ngeyel’ tidak memerintahkan Ahok dipenjara, pihaknya akan bertahan di Jakarta, “Bila ada instruksi bertahan dari pusat, API Jabar akan menginap di Jakarta selama 7 hari,” tegasnya, “Lebih dari 7 hari pun API Jabar siap,” ujarnya, “Kami berharap Presiden Jokowi tidak melindungi Ahok,” kata Asep.

“Apabila Indonesia memberlakuan hukum Islam, seharusnya Ahok sudah dihukum pancung karena sudah menistakan AlQuran,” tegas Asep.

img_20161104_031216

“Tuntutan kami Ahok dipenjara, karena pernyataan Ahok tentang surat Al-Maidah 51 telah melanggar UU No. 1/PNPS/1965 dan KUHP pasal 156a,” kata Asep, “Ancaman pidananya 5 tahun penjara,” tegasnya.

Asep mengungkapkan, dalam kasus Ahok, para ulama telah sering berkomunikasi dengan berbagai pihak, namun pihak yang berwenang tidak menunjukan keseriusannya, “Bahkan muncul opini, untuk menyelesaikan kasus Ahok harus seijin Presiden RI,” ungkapnya.

“API Jabar menyimpulkan, Presiden RI dan Kapolri melindungi Ahok, karena Kapolri merupakan produk Presiden Jokowi,” tegas Asep.

“Kedatangan API Jabar ke Jakarta dalam rangka meminta Presiden Jokowi memberikan keteladanan dengan tidak melindungi Ahok, dan mendukung penegakan hukum,” tegas Asep.

“Kami juga mendesak kepolisian untuk bertindak adil dan memproses secara hukum kasus penghinaan Agama Islam yang dilakukan Ahok,” ujar Asep.

img_20161104_031212

Mengenai persiapan aksi, Asep mengatakan, pihaknya telah mengkondisikan API Jabar di 27 kab/kota untuk bergerak ke Jakarta pada 4 November 2016, “Kami menargetkan minimal 100 ribu orang berangkat dari Jabar ke Jakarta,” kata Asep, “Untuk menggerakan 100 ribu orang bukan hal yang sulit, karena penduduk Jawa Barat 50 juta orang,” ujarnya.

“Menurut data yang masuk hingga pukul 12 siang, sudah siap 170 bus, 160 minibus, dan 1030 motor yang akan berangkat ke Jakarta dari Jawa Barat,” ungkap Asep, “Dari Bandung akan berangkat 20 bus dan 25 mobil kecil,” ujarnya.

“Kami akan berkumpul hari Jumat, (4/11/2016) di Pusdai Bandung mulai pukul 3.00 WIB, dan akan berangkat ke Jakarta secara bergelombang, menuju titik kumpul di Masjid Istiqlal Jakarta,” kata Asep, “Peserta aksi diwajibkan membawa identitas baik KTP ataupun SIM,” pungkas Asep.

Berikut petikan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di kepulauan Seribu, (27/9/2016), yang dianggap melakukan penistaan terhadap AlQuran, penghinaan terhadap ulama, dan ummat Islam:

“…Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat Al-Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya… (Bagoes Rinthoadi)