Rekening Dibekukan, Forkoma CSI Mengadu ke Kepala OJK Jabar

img_20161222_115401

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Puluhan anggota Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) KSPPS BMT CSI (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah – Baitul Maal Wat Tamwil – Cakrabuana Sukses Indonesia) Sejahtera menemui Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat Sarwono untuk mengadu karena rekening milik KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera dibekukan oleh Bank Mandiri atas permintaan Bareskrim Mabes Polri.

Puluhan anggota Forkoma KSPPS BMT CSI yang mewakili 15.964 anggota dari seluruh Indonesia ditemui Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat Sarwono, Rabu, (21/12/2016), di Kantor OJK Regional 2 Jabar jalan Ir.H.Djuanda No. 152 Bandung.

“Tadinya saya tidak akan menerima kedatangan anggota Forkoma CSI karena datangnya mendadak,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat Sarwono di awal paparannya, “Namun karena sesama mahluk sosial akhirnya saya mau bertemu dengan pertimbangan karena sama-sama prihatin atas kejadian ini,” kata Sarwono.

“KSPPS BMT CSI praktiknya cukup pelik, dan kental dengan unsur Debatable,” tegas Sarwono, “Namun kita akan bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.

“Keprihatinan utama kami ditujukan untuk anggota koperasi ini,” kata Sarwono, “Yang penting kita mencari solusi sebaik-baiknya,” pungkasnya.

img_20161222_115405

Pertemuan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat Sarwono dengan Puluhan anggota Forkoma KSPPS BMT CSI berlangsung setengah jam.

Rekening PT CSI sendiri ditutup pada 29 November 2016, sedangkan dua pengurus koperasi (M Yahya dan Iman Santosa) ditahan Bareskrim Polri pada 25 November 2016.

Menurut informasi, PT CSI telah dilaporkan oleh OJK dan Satgas Waspada Investasi ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana melakukan penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha (pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah).

Hasil penyidikan Bareskrim Polri, PT CSI dijerat dengan tindak pidana pencucian uang sesuai pasal 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Koordinator Forkoma CSI Hari Suharso mengatakan, kemungkinan setelah 22 Januari 2017, persoalan pelik koperasi ini akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP, “Walaupun persoalan utama belum tuntas, namun masih ada gambaran untuk ke depannya,” tegasnya.

img_20161222_115409

“Masih ada saling-silang antara kewenangan OJK, dan kami sebagai anggota koperasi terkena getahnya,” kata Hari, “Tugas selanjutnya adalah mencari titik terang di tingkat lanjut, dan kami dalam waktu dekat akan mengadukan hal ini pada DPR RI,” pungkasnya.

Anggota KSPPS BMT CSI Mastur mengatakan, pihaknya ingin koperasi ini secepatnya berjalan normal kembali, “Selama ini saya rasa koperasi syariah ini tidak menyalahi hukum, dan kami butuh keadilan,” kata Mastur.

Seusai mengunjungi OJK Jabar, puluhan anggota Forkoma CSI melakukan kunjungan marathon ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sekda Provinsi Jawa Barat di jalan Mundinglaya No. 12 Bandung.

Di kantor DPD RI Sekda Prov Jabar, anggota Forkoma CSI diterima secara langsung oleh staf ahli dua legislator DPD asal Jawa Barat Aceng Fikri dan Eni Sumarni.

Ketua Gerakan Hejo yang juga tokoh Jawa Barat ditemui di tempat terpisah mengatakan, mengucapkan terima kasih pada Otoritas Jasa Keuangan Jawa Barat dan perwakilan anggota DPD RI di Bandung karena mau menerima anggota KSPPS BMT CSI, “Dalam ranah kenegaraan, sudah sepatutnya OJK, Polri dan pihak terkait lainnya, mendengar dan mencarikan solusi masalah koperasi ini,” kata Eka, “Yang harus diutamakan adalah penyelamatan 15.964 anggota koperasi ini dengan dugaan pembekuan dana sebesar Rp. 2,3 triliun,” pungkas Eka. (Bagoes Rinthoadi)