Tanya Nuhaisy Siswi SMP Pribadi Raih Medali Perak di Ajang IJSO

tanya

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Salah satu siswi SMP Pribadi Bandung, Tanya Nuhaisy Wulandari (14) adalah salah satu siswi yang mungkin tampak biasa, namun di luar daripada itu siswi ini memiliki kemampuan yang luar biasa.

Sejak kelas VII (tujuh), Tanya sudah mulai mengikuti pembinaan olimpiade secara berkala dan rutin hingga kelas VIII (delapan). Pada jenjang kelas VIII, Siswi kelahiran Sorowako ini memulai perjuangannya dengan mengikuti Olimpade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kota Bandung bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Perjuangan selama setahun pembinaan memang tidak sia-sia bagi Tanya, anak dari pasangan Hendrawan (51) dan Kholijah (50) ini juga lolos melewati OSN Tingkat Provinsi Jawa Barat. Sehingga, Tanya kembali melanjutkan penjelajahan kompetisi bergengsi tahunan ini menuju tahapan Final OSN yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan pada Mei 2016 lalu.

Semangat dan tekad serta doa yang kuat dari Orang Tua membuat Tanya pada akhirnya berhasil memperoleh medali perak pada OSN 2016 bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Tanya memang salah satu siswi yang sangat berprestasi. Selama menjadi siswi di SMP Pribadi Bandung, Nilai Rapor Tanya memang selalu menghasilkan rata-rata di atas 90. Siswi asal Kutai Timur, Kalimantan Timur ini memang telah menorehkan banyak prestasi bahkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Prestasi Tanya ketika masih menjadi siswi sekolah dasar diantaranya adalah :

Pada November 2013, meraih Silver Medal – Science pada 10th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) for Primary Students di Cavite, Filipina.

Pada Juni 2013, meraih Medali Perak bidang IPA pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat SD yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat.

Pada September 2012, meraih Medali Perunggu bidang IPA pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat SD yang diselenggarakan di Jakarta.

Pada Mei 2012, meraih Juara II Olimpiade Fisika Tingkat SD Se-Kalimantan Timur yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika, Universitas Mulawarman.

Sejarah prestasi anak bungsu dari tiga bersaudara ini memang menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan hingga saat ini.

Hal ini tentu berkat dukungan dari teman-teman dan guru-guru serta orang tua yang selalu siap mendampingi dan selalu mendoakan dirinya.

Prestasinya pada OSN 2016 memberinya kesempatan untuk bergabung dalam Tim International Junior Science Olympiad (IJSO) yang diselenggarakan Pada September 2016. Tanya yang sudah duduk di kelas 9 harus rela meninggalkan kelas karena harus mengikuti berbagai training dalam mempersiapkan IJSO ini.

Tahap pertama yang harus dijalani Tanya ada Training Centre 1 (TC1) yang berlangsung selama 10 hari di Bandung. Pada tahap ini, Tanya digodok oleh dosen-dosen professional dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).

Pada tahap TC1 ini, terdapat 30 siswa-siswi SMP peraih emas, perak dan perunggu untuk kategori IPA dari seluruh Indonesia.

Tanya akhirnya lolos ke TC2 yang hanya dijaring sebanyak 15 siswa serta dibina lagi selama 15 hari.

Setiap Training Centre yang dilakukan memang tampak mudah bagi Tanya. Ia akhirnya lolos ke Training Centre 3 (TC3) dengan jumlah siswa yang disaring hanya 12 orang (terdiri dari 2 Tim IJSO).

Tim inilah yang mewakili Indonesia di ajang IJSO tahun 2016 ini. Adapun TCS3 berlangsung selama 1,5 bulan dari Oktober hingga Desember 2016 yang diselenggarakan di Depok.

Setelah semua pembinaan dan pelatihan dilalui, tiba saatnya Tanya menghadapi kompetensi tingkat internasional IJSO ke-13 ini yang secara kebetulan dilaksanakan di Bali, Indonesia.

Seluruh peserta IJSO 2016 harus menjalani berbagai tes, yakni tes pilihan ganda, tes teori dan tes praktik.
Rasa bosan, lelah dan gelisah selama menjalani tahapan-tahapan yang cukup panjang akhirnya terbayarkan.

Tanya Nuhaisy Wulandari, siswi SMP Pribadi Bandung yang menjadi satu-satunya perwakilan dari Jawa Barat berhasil merebut medali perak dalam ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) tahun 2016 ini.

Kepala SMP Pribadi Bandung, Ahmad Fauzi (37) mengungkapkan bahwa Indonesia memang tidak pernah absen dalam mengirimkan perwakilan dalam kompetisi IJSO.

“Pencapaian ini sebenarnya melampaui target Indonesia yang memprediksi memenangkan tiga medali emas. Namun ternyata, semua perwakilan justru memenangkan medali dengan total peroleh yaitu lima medali emas dan tujuh medali perak,” Kata Fauzi.

Kepala SMP Pribadi Bandung sangat apresiatif dengan pencapaian tertinggi Tanya di akhir tahun 2016 ini.

Hal ini tentu dibarengi dengan penghargaan yang diberikan oleh sekolah berupa materi serta beasiswa pendidikan bagi siswi yang selalu berprestasi di berbagai kompetisi ini. (Bagoes Rinthoadi)