Iwan Sunito: Tahun 2017 Tonggak Sejarah Crown Group

IMG_20170130_160136-1

ARCOM.CO.ID ,Jakarta. Asia Tenggara masih menjadi target pasar utama dalam melebarkan sayap usaha Crown Group pada industri perhotelan mewah.

Penyelesaian Skye by Crown Group merupakan salah satu tonggak kesuksesan bagi Crown Group, bahkan CEO Crown Group Iwan Sunito menegaskan, tahun 2017 akan menjadi tonggak bersejarah bagi Crown Group.

“Total nilai transaksi penjualan global kami mencapai Rp.5 triliun pada akhir 2016,” kata CEO Crown Group Iwan Sunito dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, (16/1/2017), “Diperkirakan total nilai transaksi penjualan global kami akan menyentuh angka Rp.8 triliun pada akhir tahun finansial 2016/2017 yang jatuh pada Juni 2017,” ujarnya.

Lebih lanjut Iwan sang pemenang penghargaan 2015 Australian Property Person of The Year mengatakan, akan ada penyelesaian dua unit apartemen yang ikonik, yaitu Skye by Crown Group di kawasan North Sydney dan Oasis by Crown Group di Ashfield, “Penyelesaian Skye by Crown Group adalah salah satu tonggak kesuksesan bagi Crown Group,” tegas Iwan.

“Terinspirasi oleh kolam hotel bintang lima renang terbaik dunia Hotel Marina Bay Sands di Singapura, menara hunian yang ikonik ini akan menjadi perkembangan Landmark di North Sydney selama beberapa dekade yang akan datang,” kata Iwan.

“Tahun 2017 kita akan melihat peluncuran proyek baru yang sangat menarik di Sydney,” ungkap Iwan, “Tahun ini kami akan meluncurkan satu proyek ikonik kami yaitu Waterfall by Crown Group di kawasan Waterloo, serta meluncurkan hotel pertama Crown Group Skye Hotel & Suites di kawasan Parramatta,” ungkap Iwan.

Iwan mengatakan, peluncuran hotel pertama Crown Group Skye Hotel & Suites menandai perluasan usaha Crown Group untuk masuk di industri perhotelan mewah.

“Visi Waterfall by Crown Group adalah menciptakan sebuah revolusi hijau dalam dunia arsitektur Sydney,” kata Iwan, “Sedangkan Skye Hotel Suites akan menjadi hotel bintang 5 pertama di Parramatta, dan akan segera menyusul lokasi lainnya di kawasan CBD Sydney dan Green Square pada tahun 2019,” ungkap Iwan.

“Dengan terealisasinya pengembangan sayap usaha dari korporasi, jelas akan semakin mempertegas posisi Crown Group di pasar hunian dan perhotelan premium di kawasan Asia,” pungkas Iwan.

Terletak 8 km dari Central Business District Sydney, Waterfall by Crown Group, akan menampilkan 331 unit apartemen di empat menara lorong bambu yang terinsipirasi oleh lebatnya hutan tropis, dan kolam renang tanpa batas yang terletak di atap bangunan, kantilever gym, ruang serba guna, ruang musik, kebun atap pribadi, gerai ritel dan roof-top bar dengan pemandangan kota Sydney.

Dirancang oleh arsitek SJB yang berbasis di Sydney, proyek ini secara keseluruhan bertujuan untuk memberikan penghuninya lebih banyak keterlibatan dengan alam melalui bahan-bahan alami, laguna yang tenang, pohon-pohon yang rimbun, ketenangan area luar ruangan dan taman Rooftop.

Selain itu, pasar akomodasi jangka pendek akan menyediakan landasan yang kuat untuk ekspansi usaha Crown Group baik lokal maupun di seluruh penjuru Australia.

Pada tahun 2016, ada sekitar 3,3 juta pengunjung internasional yang menginap di Sydney, atau terjadi peningkatan sebesar 8,5% dibandingkan tahun 2015.

Khusus untuk Indonesia, dengan pertumbuhan kelas menengahnya yang hingga saat ini berjumlah sekitar 50 juta orang, merupakan peluang besar bagi industri pariwisata dan pendidikan Australia.

Crown Group adalah sebuah perusahaan pengembang properti premium yang berbasis di Sydney Australia, dan tahun 2016 merupakan tahun yang penuh dengan kesuksesan bagi Crown Group. (Rls / BRH)